Posts

Showing posts from July, 2020
Image
WARTA MINGGU, 2 AGUSTUS 2020 Pernahkah kita ke museum? Museum berisi barang-barang normal/punya fungsi penting pada suatu waktu. Tapi karena sudah tidak relevan lagi di jaman sekarang, maka barang tersebut. Hanya disimpan sebagai relik atau kenangan di museum, tanpa relevansi di zaman ini. Alkitab banyak menjadi barang yang dimuseumkan oleh orang Kristen. Ia menjadi buku nujum; sebuah buku tulisan Tuhan, tanpa kekuatan nyata dari Tuhan atau bahkan HIASAN di meja/rak buku. What is the PROBLEM? Ketika Firman tidak dimengerti, tidak dialami, maka TIDAK RELEVAN ke kehidupan kita. Kita tahu tentang RHEMA (yaitu Firman yang dibukakan oleh Tuhan untuk keadaan spesifik kita), hanya saja yang kita BACA (logos = tulisan Alkitab) belum tentu kita mengerti, apalagi alami/hidupi. Maka Alkitab seolah menjadi tidak relevan. ALKITAB akan SELALU RELEVAN 2000 tahun lebih setelah kematian Yesus, dan setelah berbagai versi & terjemahan dalam berbagai bahasa, Alkitab masih menyi...
Image
WARTA MINGGU, 26 JULI 2020 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar;  sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Wahyu 3: 19 Tuhan menerima kita apa adanya, tetapi Tuhan tidak mau kita terus berada dalam keadaan yang sama selamanya. Tuhan ingin kita bertumbuh menjadi dewasa secara rohani. Untuk bertumbuh secara rohani Tuhan mendidik kita seperti orang tua mendidik anaknya. Tentunya dalam didikan Tuhan ada bentuk hajaran yang Tuhan berikan. Ini bukanlah hal yang enak, tetapi baik untuk pertumbuhan rohani kita. Seperti manusia jasmani memerlukan makanan sesuai dengan perkembangan usianya. Semakin dewasa, seseorang membutuhkan makanan yang lebih keras supaya fungsi tubuhnya bertumbuh dengan sempurna. Demikianlah kehidupan rohani kita.  Teguran atau hajaran merupakan salah bentuk makanan keras bagi rohani kita. Sehingga hidup rohani kita semakin kuat didalam Tuhan. Tuhan menegur kita melalui bermacam-macam hal, bisa melalui FirmanNya yang kita baca ata...
Image
WARTA MINGGU, 19 JULI 2020 Kali ini saya akan berbicara mengenai The Serenity Prayer.  Doa ini mungkin merupakan doa yang terpopuler ketiga setelah Doa Bapa Kami dan Salam Maria-nya Orang Katolik. Doa ini hanya terdiri dari 3 kalimat doa, sbb : God, grant me the serenity to accept the things I cannot change; Courage to change the things I can; And wisdom to know the difference. Atau terjemahannya sbb : Tuhan berikanku ketenangan untuk menerima hal-hal yang tidak bisa aku ubah berikanku keberanian untuk mengubah hal-hal yang bisa kuubah Dan berikan ku hikmat untuk dapat mengetahui perbedaan keduanya. Doa ini sangat sederhana, namun mengandung kedalaman makna yang luar biasa.  Kalau kita menerapkan Serenity Prayer ini dengan benar, maka cara kita hidup akan berubah.  Doa #1:   Tuhan berikanku ketenangan  untuk menerima  hal-hal yang tidak bisa aku ubah Pada dasarnya, The Serenity Prayer ingin mengajarkan kepada kit...
Image
WARTA MINGGU, 12 JULI 2020 Dan supaya segenap Jemaah ini tahu, bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” 1 Samuel 17: 47 Hal pertama yang menjadi musuh Daud adalah penolakan dari dalam keluarganya. Lahir sebagai yang bungsu dari 8 saudara 1 Samuel 17:12–14, tidak menjadikan Daud sebagai yang paling dikasihi atau dimanja didalam keluarga Isai.  Ketika Samuel datang ke rumah Isai, Daud tidak masuk hitungan ayahnya untuk dipertunjukkan dihadapan Samuel, 1 Samuel 16:11. Ayahnya telah menyuruhnya pergi menggembalakan kambing domba 1 Samuel 16:11. Kawanan domba yang digembalakannya ini bukanlah bisnis besar, hanya 2 – 3 ekor.   Lebih menyedihkan lagi adalah bahwa bapa Isai membiarkan anak kecil ini di padang diluar sendirian. Mungkin juga hal ini disebabkan oleh Daud sendiri. Perhatikan karakter dan perkataan Daud dalam 1 Samuel 17:26, “ Mengapa e...
Image
WARTA MINGGU, 5 JULI 2020 Sebagai orang percaya kita tahu bahwa Firman Tuhan itu penting dalam kehidupan kita. Namun  seringkali kesadaran kita untuk membaca Firman Tuhan dan menempatkan merenungkan Firman Tuhan menjadi hal yang utama sangat rendah. Setelah semua aktifitas yang kita anggap sebagai hal yang utama dalam hidup kita lakukan, bila kita masih memiliki waktu barulah kita membaca Firman. Padahal Tuhan ingin kita menaruh membaca dan merenungkan Firman menjadi bagian dari hal utama yang harus kita lakukan.  Hari ini kita akan diingatkan Kembali tentang pentingnya mencintai Firman Tuhan 1.        Memberi makanan bergizi kepada jiwa setiap hari ( Mazmur 119 : 1-10 ) Sama seperti tubuh jasmani membutuhkan makanan yang bergizi dan sehat demikianlah manusia rohani kita membutuhkan makanan rohani yang bergizi juga. Jika tubuh jasmani kita hanya dipenuhi makanan tanpa memperhatikan gizi, maka yang terjadi adalah kita menimbun penyakit ...