WARTA MINGGU, 26 JULI 2020
Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan
Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Wahyu 3: 19
Tuhan menerima kita apa adanya, tetapi Tuhan tidak mau kita
terus berada dalam keadaan yang sama selamanya. Tuhan ingin kita bertumbuh
menjadi dewasa secara rohani. Untuk bertumbuh secara rohani Tuhan mendidik kita
seperti orang tua mendidik anaknya. Tentunya dalam didikan Tuhan ada bentuk
hajaran yang Tuhan berikan. Ini bukanlah hal yang enak, tetapi baik untuk
pertumbuhan rohani kita.
Seperti manusia jasmani memerlukan makanan sesuai dengan
perkembangan usianya. Semakin dewasa, seseorang membutuhkan makanan yang lebih
keras supaya fungsi tubuhnya bertumbuh dengan sempurna. Demikianlah kehidupan
rohani kita.
Teguran atau hajaran merupakan salah bentuk makanan keras bagi
rohani kita. Sehingga hidup rohani kita semakin kuat didalam Tuhan. Tuhan
menegur kita melalui bermacam-macam hal, bisa melalui FirmanNya yang kita baca
atau dengar, bisa juga melalui pengalaman atau kesaksian hidup orang lain, atau
bisa juga melalui situasi dan kondisi tidak enak yang terjadi kepada kita. Cara
yang terakhir itulah yang sering kita sebut sebagai hajaran.
Bagaimana
respon kita terhadap teguran Tuhan ?
1. Memiliki cara pandang yang benar –
teguran adalah bukti kasih
Kita
harus melihat teguran Tuhan sebagai bagian dari cara Tuhan mengasihi kita,
bukan untuk mencelakakan kita atau membinasakan kita. Tuhan menegur kita supaya
kita mengerti kebenaran dan berubah oleh kebenaran. Allah tidak ingin kita
jatuh dalam dosa yang lebih dalam atau kehidupan yang jauh dari Tuhan.
2. Relakan hati menerima teguran
Teguran
memang tidak enak, tetapi kerelaan hati menerima teguran membuat kita semakin
mengerti maksud Tuhan melalui teguranNya. Jangan menjadi marah apalagi meninggalkan
Tuhan saat ditegur Tuhan. Kemarahan kita hanya akan membawa kita kepada masalah
yang lebih besar. Menjauhi Tuhan saat ditegur akan membuat kita kehilangan
damai sejahtera dan sukacita. Bila kita rela hati, mungkin seketika lamanya
kita merasa berduka karena teguran, namun kemudian kita akan bersukacita karena
melihat maksud Tuhan dibalik semuanya itu.
3. Bertobat
Tujuan
dari teguran adalah pertobatan. Pertobatan membawa kita pada perubahan hidup.
Pertobatan juga akan membawa kita pada hal – hal terbaik yang Tuhan sediakan
bagi kita dan keturunan kita. Artinya pertobatan kita bukan hanya berdampak
bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, keturunan kita, pekerjaan kita,
kota, bahkan bangsa kita. Semuanya akan mengalami pemulihan
Ibrani 3: 7
- 8 “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu
mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu…”. Jika hari ini Saudara
mendengar atau mengalami teguran Tuhan, mari datang kepada Tuhan dan bertobat,
ijinkan Tuhan menyentuh hati Saudara dan memperbaikinya. GBU













Comments
Post a Comment