Posts

Showing posts from May, 2026

Warta Minggu, 31 Mei 2026

Image
   Warta Minggu, 31 Mei 2026 Api-Nya Masih Ada di Dalam Kamu Artikel Pendukung Khotbah — Seri "Ignite the Fire Within" | 2 Timotius 1:6 Ada satu pertanyaan yang mungkin jarang kita ucapkan, tapi sering kita rasakan: "Kapan terakhir kali hidupku terasa benar-benar menyala?" Kita masih ke gereja. Masih berdoa. Masih percaya. Tapi di antara rutinitas, kesibukan, dan tekanan hidup sehari-hari — apinya terasa mulai pelan. Senyap. Nyaris padam. Paulus tahu perasaan itu. Dan dari balik penjara Roma, dia menulis kepada muridnya, Timotius, dengan satu pesan yang sederhana namun kuat: "Kobarkan karunia Allah yang ada padamu." — 2 Timotius 1:6 Bukan: "Cari yang baru." Tapi: "Yang sudah ada di dalam kamu — hidupkan kembali." Api Itu Masih Ada Kata Yunani yang Paulus pakai, anazōpyrein , sangat spesifik artinya: meniup abu dari bara api agar menyala kembali. Bukan menyalakan api baru dari nol. Tapi menemukan bara yang masih hidup di bawah abu — da...

Warta Minggu, 24 Mei 2026

Image
   Warta Minggu, 24 Mei 2026 Kuasa-Nya Mengubahkan Kita “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”   2 Korintus 5: 17 Setiap orang pasti pernah memiliki pergumulan, kelemahan, atau masa lalu yang ingin ditinggalkan. Banyak orang mencoba berubah dengan kekuatan sendiri, tetapi sering kali kembali jatuh pada kesalahan yang sama. Firman Tuhan mengajarkan bahwa perubahan sejati bukan berasal dari kemampuan manusia, melainkan dari kuasa Tuhan yang bekerja di dalam hidup kita. Roh Kudus diberikan kepada kita untuk menolong dan memberi kemampuan kepada kita untuk merubah. 1. Kuasa Tuhan Mengubahkan Hati Tuhan tidak hanya melihat penampilan luar, tetapi melalui Roh Kudus, Dia bekerja sampai ke dalam hati manusia. Ketika seseorang sungguh-sungguh datang kepada Kristus, Tuhan mulai melembutkan hati yang keras, memulihkan luka batin, dan memberi hidup yang baru. Contohnya adalah kehidupan Rasul Pau...

Warta Minggu, 17 Mei 2026

Image
   Warta Minggu, 17 Mei 2026 Proses Kembali Utuh "Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka."    Mazmur 147: 3 Setiap orang pernah mengalami luka dalam hidup. Luka itu bisa datang dari kegagalan, kehilangan, penolakan, pengkhianatan, tekanan hidup, atau kesalahan masa lalu. Luka yang tidak dipulihkan sering kali meninggalkan rasa takut, kecewa, marah, bahkan kehilangan semangat hidup. Karena itu, pemulihan diri menjadi proses penting agar seseorang dapat kembali hidup dengan sehat, damai, dan penuh harapan. Pemulihan diri bukan berarti melupakan semua yang pernah terjadi, melainkan belajar berdamai dengan masa lalu dan melangkah maju dengan hati yang baru. Proses ini membutuhkan waktu, kesabaran, dan keberanian. 1. Mengakui Bahwa Kita Sedang Terluka Langkah pertama menuju pemulihan adalah jujur kepada diri sendiri. Banyak orang berpura-pura kuat, padahal hatinya sedang hancur. Mereka tersenyum di luar, tetapi menangis di dalam. Mengak...

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Image
   Warta Minggu, 10 Mei 2026 Bersyukur di tengah kekurangan Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya 1 Raja raja 17 : 15 Ucapan syukur biasanya terasa mudah diucapkan saat hidup sedang baik-baik saja. Ketika kebutuhan tercukupi, usaha berjalan lancar, kesehatan baik, dan keluarga dalam damai, hati pun lebih mudah berkata, “Terima kasih Tuhan.” Namun bagaimana jika keadaan sedang sulit? Bagaimana jika persediaan sedikit, kebutuhan banyak, dan masa depan terasa tidak pasti? Firman Tuhan melalui kisah janda di Sarfat dalam 1 Raja-Raja 17:8-16 mengajarkan bahwa syukur sejati tidak bergantung pada kelimpahan, tetapi lahir dari iman kepada Tuhan yang memelihara. Janda ini hidup di tengah masa kelaparan hebat. Ia hanya memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak, bahkan ia berpikir itu adalah makanan terakhir bagi dirinya dan anaknya sebelum menyerah pada keadaan. Te...