WARTA MINGGU, 19 JULI 2020

Kali ini saya akan berbicara mengenai The Serenity Prayer.  Doa ini mungkin merupakan doa yang terpopuler ketiga setelah Doa Bapa Kami dan Salam Maria-nya Orang Katolik.

Doa ini hanya terdiri dari 3 kalimat doa, sbb :
God, grant me the serenity to accept the things I cannot change;
Courage to change the things I can;
And wisdom to know the difference.

Atau terjemahannya sbb :
Tuhan berikanku ketenangan untuk menerima hal-hal yang tidak bisa aku ubah
berikanku keberanian untuk mengubah hal-hal yang bisa kuubah
Dan berikan ku hikmat untuk dapat mengetahui perbedaan keduanya.

Doa ini sangat sederhana, namun mengandung kedalaman makna yang luar biasa.  Kalau kita menerapkan Serenity Prayer ini dengan benar, maka cara kita hidup akan berubah.

 Doa #1: 
Tuhan berikanku ketenangan 
untuk menerima hal-hal yang tidak bisa aku ubah
Pada dasarnya, The Serenity Prayer ingin mengajarkan kepada kita bahwa dalam hidup ini ada hal-hal yang bisa kita ubah, dan ada hal-hal yang tidak bisa kita ubah. 

Hal-hal yang tidak dapat kita ubah seperti misalnya: bencana alam (gunung meletus, tsunami, hujan), perbuatan/ keputusan masa Lalu, ras, gender, penyakit-penyakit tertentu, kematian, dsb.

Terhadap hal-hal yang tidak bisa kita ubah ini, maka doa kita adalah minta kepada Tuhan untuk memberikan kita ketenangan (kedamaian). Karena bila kita terus mencurahkan energi, perhatian dan emosi kita pada hal-hal yang tidak bisa kita ubah, maka ujung-ujungnya kita hanya akan merasa capek dan stres. 

Apabila kita “tenang” dalam menerima hal-hal yang tidak bisa kita ubah, maka hidup kita akan lebih rileks dan bahagia.
Perlu kita ingat bahwa, hal-hal yang di luar kontrol kita tersebut tetap dalam berada dalam kendali Allah. Sebab itu kita perlu belajar untuk berserah kepadaNya, dan percaya kepadaNya, karena Ia tahu yang terbaik bagi kita.

Doa #2:
Berikanku keberanian 
untuk mengubah hal-hal yang bisa kuubah
Doa kedua mengajarkan bahwa tidak semua hal di dunia ini kita harus terima begitu saja.  Kita menerima hanya utk hal-hal yang tidak bisa kita ubah.  Tapi terhadap hal-hal yang bisa kita ubah, maka kita perlu berdoa kepada Tuhan untuk memberikan kita keberanian atau kemauan yang kuat untuk mengubahnya.
Apa saja yang termasuk dalam hal-hal yang bisa kita ubah? Misalnya antara lain: Sifat buruk kita, kebiasaan buruk, masa depan, berat badan, dsb.

Fil 4 :14  [AYT] Aku dapat melakukan segala sesuatu melalui Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Setiap anak Tuhan terpanggil untuk menjadi agen-agen perubahan untuk dunia ini. Itu sebabnya kita diumpamakan sebagai Terang (yang mengubah gelap jadi terang), dan Garam (yang mengubah rasa hambar jadi asin).

Doa #3: 
Dan berikan ku hikmat 
untuk dapat mengetahui perbedaan keduanya.
Nah, tapi persoalannya adalah tidak semua hal mudah untuk kita bisa tentukan ia termasuk dalam hal yang bisa kita ubah atau tidak.
Untuk itu kita perlu doa yang ketiga, yaitu meminta hikmat kepada Tuhan supaya kita bisa membedakan keduanya.

Doa yang ketiga ini adalah yang terpenting. Karena apabila kita menempatkan sesuatu itu di tempat yang salah, misalnya menempatkan “sesuatu yang bisa kita ubah” ke “hal tidak bisa kita ubah” (atau sebaliknya), maka sikap kita akan mengikutinya. 









Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025