WARTA MINGGU, 12 JULI 2020

Dan supaya segenap Jemaah ini tahu, bahwa Tuhan
menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan
Tuhanlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” 1 Samuel 17: 47
Hal pertama yang menjadi musuh
Daud adalah penolakan dari dalam keluarganya. Lahir sebagai yang bungsu dari 8
saudara 1 Samuel 17:12–14, tidak menjadikan Daud sebagai yang paling dikasihi
atau dimanja didalam keluarga Isai.
Ketika Samuel datang ke rumah Isai, Daud
tidak masuk hitungan ayahnya untuk dipertunjukkan dihadapan Samuel, 1 Samuel
16:11. Ayahnya telah menyuruhnya pergi menggembalakan kambing domba 1 Samuel
16:11. Kawanan domba yang digembalakannya ini bukanlah bisnis besar, hanya 2 –
3 ekor. Lebih menyedihkan lagi adalah
bahwa bapa Isai membiarkan anak kecil ini di padang diluar sendirian.
Mungkin juga hal ini disebabkan
oleh Daud sendiri. Perhatikan karakter dan perkataan Daud dalam 1 Samuel 17:26,
“Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang
dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan
hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran”.
Sikap
Daud yang menolak lari bersembunyi seperti semua tentara yang lain, 1 Samuel
17:24, termasuk kakaknya sendiri yang ikut lari ketakutan, membuat kakaknya
marah dan mengganggap Daud jahat (berhati buruk) dan bersikap sombong, 1 Samuel
17:28.
Mazmur 23:1, Mazmur ini ditulis ketika ia masih sendirian diluar sana,
dipadang menggembalakan singa dan beruang. Ia telah belajar menemukan Tuhan
sebagai gembalanya, bahwa didalam Tuhan ia menemukan kecukupan. Ketika dia
punya Tuhan, itu sudah cukup. Perkataan takkan kekurangan aku, bukanlah berarti
bahwa semua sudah dipenuhi, tapi Daud mengerti bahwa kalau Tuhan ada dengan
dia, dia tidak memerlukan yang lain lagi.
Kehadiran Tuhan, Pribadi-Nya,
Firman-Nya, sudah cukup bagi Daud. Ia tidak sendiri lagi! Ia tahu Tuhan
menyertai dia, Tuhan dipihak dia.
Singa dan Beruang adalah
musuh-musuh berikut, tapi kedua binatang ini hanya disebutkan dalam 1 Samuel
17:34-35. Jadi selain Simson, Hakim-hakim 14:6, Daud juga telah membunuh Singa.
Bahkan Daud melakukannya ketika ia terhitung masih anak-anak, sebelum
menghadapi Goliat.
Dan Daud melakukannya bukan dengan kekuatan super seperti
Simson, murni pada keberanian (iman?) nya menghadapi 2 binatang menakutkan ini.
Yang menarik bahwa kedua binatang ini disebutkan ketika Daud akan menghadapi
Goliat. Singa, Beruang dan Goliat, tiga-tiganya menggambarkan ketakutan.
Masalahnya meningkat setelah ia menang dari masalah sebelumnya. Tapi demikian
imannya juga bertumbuh lebih besar, sampai ia siap menghadapi Goliat.
Musuh berikut Daud adalah Saul
sendiri. Dimulai dengan nyanyian perempuan-perempuan Israel dalam 1 Samuel
18:7. Daud sekarang harus mulai lari meloloskan dirinya dari ancaman dan usaha
pembunuhan yang dikerjakan oleh Saul. Berkisar 10 sampai 15 tahun kira-kira pelarian Daud ini
sampai ia kemudian dijadikan raja oleh Israel di 2 Samuel 5.
Suatu proses yang
panjang yang harus dihadapi oleh Daud. Ini musuh yang jauh lebih besar dari
Singa, Beruang, dan Goliat itu. Musuh yang bahkan mungkin terlalu besar bagi
seorang Daud.
Ada 2 kali peristiwa dimana Daud menemukan kesempatan emas
membunuh Saul, Saul seperti telah diberikan kepada Daud untuk dihabisi. 1
Samuel 24 & 26.
Tapi 2x pun Daud menjawab hal yang sama, dijauhkan Tuhanlah
kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada
orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi
TUHAN. 1 Samuel 24:6, 26:11.
Ini bukanlah hal yang mudah bagi Daud, dan
tentunya bagi kita. Daud harus mematikan keinginannya sendiri untuk membalas
dendam. Hanya orang-orang yang bisa mengalahkan diri sendiri yang bisa
melakukan hal ini. Amsal 16:23 berkata, orang yang sabar melebihi seorang
pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.














Comments
Post a Comment