Posts

Warta Minggu, 30 Agustus 2026

Image
 Warta Minggu, 30 Agustus 2026 PERCAYALAH TUHAN PASTI MEMAMPUKANMU Percayalah kepada-Nya setiap saat Mazmur 62:8 Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, …batu karang yang kekal. Yesaya 26:4 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah ... Yohanes 14:1 Satu hari lagi kita akan mengakhiri bulan agustus atau bulan kedelapan dalam satu tahun. Itu menandai bahwa kita sudah melewati 2/3 dari tahun 2026. Kalau Tuhan masih mempercayakan hidup karena ada rancangan-Nya yang terus mau digenapi melalui hidup kita yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Namun, rancangan-Nya tidak bisa dikerjakan dengan kuat gagah kita, makanya banyak orang Kristen menyerah dan tidak terlalu peduli lagi akan rancangan-Nya.  Inilah menjadi sebab utama mengapa tema pengajaran tahun ini DIMAMPUKAN/ ENABLE. Tema ini mau meneguhkan dan meyakinkan bahwa Tuhan mau memampukan kita dalam menggenapi rancangan-Nya di hidup yang diberikan-Nya. Sekalipun Tuhan memampukan, ada bagian kita yaitu apakah kita percaya bah...

Warta Minggu, 23 Agustus 2026

Image
 Warta Minggu, 23 Agustus 2026 Melangkah bagi Bangsa-Bangsa “ Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku… ” — Matius 28:19 Misi dunia bukanlah tugas segelintir orang yang dipanggil menjadi misionaris atau penginjil. Misi dunia adalah panggilan setiap orang percaya. Ketika Yesus memberikan Amanat Agung kepada murid-murid-Nya, Ia tidak hanya memerintahkan mereka untuk pergi ke tempat yang jauh, tetapi untuk membawa kabar baik dan menjadikan semua bangsa murid-Nya. Artinya, setiap kita dipanggil untuk mengambil bagian dalam pekerjaan Allah menjangkau bangsa-bangsa. 1. Hati Allah adalah hati bagi bangsa-bangsa. Sejak Perjanjian Lama, Allah menyatakan kerinduan-Nya agar segala bangsa mengenal dan menyembah Dia. Kepada Abraham, Allah berfirman, “Olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kejadian 12:3). Gereja tidak dipanggil hanya untuk menjadi berkat bagi dirinya sendiri. Kita diberkati supaya dapat menjadi berkat bagi orang lain, bahkan bagi bangsa-bangsa. Karena...

Warta Minggu, 16 Agustus 2026

Image
Warta Minggu, 16 Agustus 2026 Jika Negaramu tidak Baik-Baik saja…. Di tengah peringatan kemerdekaan Indonesia, berbagai data ekonomi—seperti meningkatnya angka PHK, penurunan saldo rekening masyarakat, dan maraknya utang—menunjukkan realitas bahwa kondisi bangsa kita sedang tidak baik-baik saja. Menghadapi situasi ini, anak Tuhan sering kali terjebak pada dua sikap pasif: menjadi cuek (hanya mementingkan keamanan diri sendiri) atau sekadar memberikan kritik (meluapkan ketidakpuasan di media sosial). Melalui kisah Nehemia, Alkitab menawarkan teladan dan opsi respon yang berdampak nyata bagi bangsa: 1. BACK : Berdoa dan Kembali kepada Tuhan (Neh. 1:4-8) Saat mendengar berita kehancuran tembok Yerusalem dan penderitaan bangsanya, Nehemia tidak bersikap acuh tak acuh ataupun menyalahkan orang lain. Langkah pertamanya adalah berpuasa, menangis, dan berdoa di hadapan Allah. Dalam doanya, ia menyatukan dirinya dengan bangsa Israel, mengakui dosa-dosa kaumnya, serta memegang teguh janji pemu...

Warta Minggu, 09 Agustus 2026

Image
 Warta Minggu, 09 Agustus 2026 Pengaruh Lebih Penting daripada Popularitas "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia.    Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.  Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah    itu.  Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik    dan memuliakan    Bapamu yang di sorga." Matius 5:13–16 Di zaman media sosial, ukuran keberhasilan sering kali diukur dari jumlah pengikut, jumlah "like", jumlah penonton, atau seberapa terkenal seseorang. Banyak orang rela melakukan apa saja agar dikenal. Namun Yesus mengajarkan ukuran yang berbeda. Ia tidak berkata, "Kamu adalah selebritas dunia," melainkan, "Ka...

Warta Minggu, 02 Agustus 2026

Image
 Warta Minggu, 02 Agustus 2026 Bagaimana menjadi SAKSI dalam kehidupan?   Arabella Katherine Hankey lahir pada tanggal 12 Januari 1834 di Clapham Inggris dan meninggal pada tanggal 9 Mei 1911 di London Inggris. Hankey adalah seorang anak perempuan dari seorang banker di Inggris yang kaya. Tetapi ia punya kerinduan untuk memberitakan injil kepada orang sekitarnya, baik itu kaya atau miskin. Saat umur 18 tahun Hankey pindah ke London dan mengajar Alkitabkepada wanita-wanita yang bekerja di pabrik. Hankey benar-benar sangat bersemangat dalam mengabarkan Alkitab. Ketika Hankey berumur 30  tahun ia mengalami sakit yang sangat serius dan ia harus beristirahat selama 20 bulan.   Dalam kondisi tersebut ia menulis puisi berisi tentang kerinduan dalam memberitakan kabar sukacita dengan judul: kusuka menuturkan cerita mulia yaitu Yesus dengan kemuliaan dan Kasih-Nya kidung jemaat 427 'Ku suka menuturkan cerita mulia, cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNy...

Warta Minggu, 26 Juli 2026

Image
 Warta Minggu, 26 Juli 2026 DUA ANAK, SATU MASALAH Refleksi Lukas 15:11–32 Pendahuluan: Lukas 15 muncul karena pemungut cukai dan orang berdosa datang kepada Yesus, sementara orang Farisi dan ahli Taurat bersungut-sungut karena Yesus menerima dan makan bersama mereka. Karena itu Yesus menyampaikan tiga perumpamaan: domba yang hilang, dirham yang hilang, dan dua anak yang hilang. Kita sering mengira hanya si bungsu yang hilang. Padahal, sampai akhir cerita, kita menemukan dua anak yang sama-sama terhilang. Yang satu meninggalkan rumah; yang satu terhilang di dalam rumah. Yang satu mengejar kesenangan dunia; yang satu terjebak dalam kesombongan dan rasa diri benar. Yang satu ingin harta tanpa Bapa; yang satu ingin upah karena merasa berjasa kepada Bapa. Dengan demikian, perumpamaan ini bukan hanya tentang anak yang pergi, tetapi tentang hati manusia yang kehilangan hubungan dengan Bapa. BUNGSU: TERHILANG DARI RUMAH KARENA MENGEJAR KESENANGAN DUNIA Ketika anak bungsu meminta warisan, ...