Warta Minggu, 23 Agustus 2026
Warta Minggu, 23 Agustus 2026
Melangkah bagi Bangsa-Bangsa
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…” — Matius 28:19
Misi dunia bukanlah tugas segelintir orang yang dipanggil menjadi misionaris atau penginjil. Misi dunia adalah panggilan setiap orang percaya. Ketika Yesus memberikan Amanat Agung kepada murid-murid-Nya, Ia tidak hanya memerintahkan mereka untuk pergi ke tempat yang jauh, tetapi untuk membawa kabar baik dan menjadikan semua bangsa murid-Nya. Artinya, setiap kita dipanggil untuk mengambil bagian dalam pekerjaan Allah menjangkau bangsa-bangsa.
1. Hati Allah adalah hati bagi bangsa-bangsa.
Sejak Perjanjian Lama, Allah menyatakan kerinduan-Nya agar segala bangsa mengenal dan menyembah Dia. Kepada Abraham, Allah berfirman, “Olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kejadian 12:3). Gereja tidak dipanggil hanya untuk menjadi berkat bagi dirinya sendiri. Kita diberkati supaya dapat menjadi berkat bagi orang lain, bahkan bagi bangsa-bangsa. Karena itu, misi bukan sekadar program gereja. Misi adalah bagian dari identitas kita sebagai umat Allah. Gereja yang memahami hati Allah akan memiliki kerinduan untuk melihat semakin banyak orang mengenal Kristus.
2. Terlibat dalam misi dunia sesuai dengan bagian yang Tuhan percayakan.
Tidak semua orang harus pergi menjadi misionaris ke luar negeri. Ada yang dipanggil untuk pergi, tetapi ada pula yang dipanggil untuk mengutus, mendukung, mendoakan, memberi, atau menggunakan keahliannya untuk menjadi berkat. Seorang anak muda dapat menjadi saksi Kristus melalui pendidikan, pekerjaan, olahraga, seni, teknologi, maupun media sosial. Seorang pengusaha dapat mendukung pekerjaan misi melalui sumber daya yang dimilikinya. Gereja dapat mengutus dan menopang para pekerja misi. Bahkan doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh merupakan bagian penting dalam pekerjaan misi. Yang terpenting bukan seberapa besar bagian kita, tetapi apakah kita bersedia mengambil bagian dalam apa yang sedang Allah kerjakan.
3. Mulailah menjangkau bangsa-bangsa dari tempat kita berada.
Bangsa-bangsa tidak selalu berada jauh di seberang lautan. Di sekitar kita ada orang-orang dari berbagai suku, budaya, bahasa, bahkan negara. Dunia semakin terhubung. Karena itu, kesempatan untuk menjadi saksi Kristus semakin terbuka. Yesus berkata, “Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yersalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kisah Para Rasul 1:8). Perjalanan misi dimulai dari tempat kita berada, kemudian meluas sampai kepada bangsa-bangsa. Mari jangan bertanya, “Apa yang bisa saya dapat dari gereja?” tetapi tanyakan, “Apa yang dapat saya lakukan untuk menghadirkan Kristus bagi dunia?”
Penutup
Misi dunia adalah pekerjaan Allah, tetapi Tuhan berkenan melibatkan kita di dalamnya. Mari menjadi gereja yang tidak hanya menikmati berkat Tuhan, tetapi juga membawa berkat itu kepada bangsa-bangsa. Sebab ketika satu orang mengenal Kristus melalui kesaksian kita, kita sedang mengambil bagian dalam sesuatu yang jauh lebih besar daripada diri kita sendiri: misi Allah bagi dunia.
Tuhan Yesus Memberkati.
%20(10).png)
%20(1).jpg)





Comments
Post a Comment