Warta Minggu, 12 Juli 2026

   Warta Minggu, 12 Juli 2026



3+1 Orang Terhilang Dalam Luk 15
- Santino Widjaja -

Tema khotbah untuk bulan Juli adalah ENABLED to LIVE IN PARABLES OF JESUS (Dimampukan untuk Menghidupi Perumpamaan2 Yesus).  

Kita akan membahas 3 perumpamaan Yesus yang terdapat dalam Luk 15.  Kita mulai dari Persamaannya lebih dulu, lalu nanti kita akan lihat perbedaannya.

I. PERSAMAAN

#1. TEMA:
Ketiga perumpamaan ini memiliki tema yang sama, yaitu tentang : → Sesuatu hilang, dicari / dinantikan, ditemukan kembali, lalu disambut dengan sukacita.

Di sini Yesus ingin menekankan 1 kebenaran penting, yaitu Dia ingin semua orang berdosa tahu bagaimana hati Allah Bapa terhadap mereka.

Seberapa jauh mereka sudah meninggalkan Bapa dan seberapa dalam mereka sudah terjatuh dalam dosa, Allah tetap rindu mereka untuk kembali.

#2. Jumlah yang hilang selalu 1.
1 domba hilang di antara 100; 1 dirham hilang dari 10; 1 anak hilang dari 2. → Jumlah yang hilang selalu 1.

Di sini Yesus ingin menekankan “The Value of One” →  Nilai dari satu jiwa di hadapan Allah.

Bagi manusia, satu dianggap kecil.  Tetapi tidak demikian di mata Allah.  1 jiwa itu sangat berharga di mata Allah!

II. PERBEDAAN

3  cerita tentang kehilangan ini menunjukkan kepada kita bahwa ada beberapa cara seseorang bisa menjadi “terhilang” — atau menjauh dari Tuhan.

#1. Domba Yang Hilang
Domba yang hilang menggambarkan orang yang menjauh dari Tuhan karena Distraksi

Seekor domba bisa terhilang karena menyimpang sedikit demi sedikit mengikuti rumput di depannya, bukan mendadak.

Perhatiannya tidak fokus ke gembalanya, tapi ke rumput-rumput di sebelahnya. Ketika tersadar, ia sudah tersesat dan berada jauh dari gembalanya.

Secara rohani, ini menggambarkan orang2 yg pernah intim dengan Tuhan, tetapi perlahan2 fokusnya mulai bergeser, karena terdistraksi oleh kenikmatan dunia.  

Hati-hati dengan langkah2 kecil yang menjauhkan kita dari Tuhan.


#2. Dirham yang Hilang

Dirham bisa hilang tidak dengan sendirinya, tapi mungkin karena tersenggol, terselip atau terbuang.  

Ini menggambarkan kelompok orang yang “terhilang” karena faktor eksternal.

Mereka menjauh dari Tuhan karena dia dilukai oleh sesama anggota komselnya, kecewa karena melihat kemunafikan, atau mungkin juga karena merasa tertolak di dalam gereja.


#3. Anak yang Hilang

Anak yang hilang ini menggambarkan kelompok orang yang terhilang karena pemberontakan.   

Seolah dia berkata: Saya tidak mau lagi berada di bawah otoritas bapa, mulai sekarang aku mau hidup dengan cara saya sendiri”


#4. Anak Sulung yang Hilang

Anak sulung ini menggambarkan kelompok orang yang terhilang karena “kesombongan rohani”.

Si anak sulung ini terhilang, tapi dia merasa dirinya tidak terhilang.
Kenapa?

Karena secara posisi, si anak sulung berada di rumah bapanya.
Dia tidak pergi ke negeri yang jauh seperti adiknya.
Dia juga tetap bekerja di ladang dan melayani kepentingan bapanya.

Jadi kalau dilihat dari luar, anak sulung ini tampak baik-baik saja.

Padahal sekalipun dia berada di rumah bapanya, hatinya jauh dari bapanya.  
Dia aktif melayani, tapi kehilangan kasih thd adiknya yang berdosa.
Dia merasa dirinya benar, paling layak, merasa dirinya lebih baik dari adiknya.


APLIKASI:
Keempat cara orang bisa terhilang di atas menjadi peringatan bagi kita semua.

Marilah kita memeriksa diri masing-masing: adakah tanda-tanda itu mulai tampak dalam relasi kita dengan Tuhan?

Jangan biarkan hati kita menjauh perlahan, terluka, memberontak, atau merasa benar sendiri. Kembalilah mendekat kepada Bapa, sebelum kita semakin jauh dan terhilang.

–ooOOOoo-















Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025