Warta Minggu, 28 Juni 2026
Warta Minggu, 28 Juni 2026
Yang Unggul Yang Tidak Mudah Menyerah
Shalom, dalam rangkaian tema memahami Injil Markus yang telah Anda simak sepanjang bulan Juni 2026 ini, saya akan mengajak Anda untuk memperhatikan sebuah kisah yang terdapat dalam Injil Markus pasal 5:25-34. Disana kita jumpai kisah seorang wanita yang mengalami pendarahan selama belasan tahun dan pada akhirnya beroleh kesembuhan karena imannya dengan menjamah jubah Yesus. Kisah ini bisa kita sebut sebagai sebuah kisah tentang semangat keunggulan yang nampak melalui kegigihan atau sikap tidak mudah menyerah dari wanita yang sakit tersebut.
Mari kita coba memahami situasi yang sedang dialami wanita yang sakit pendarahan ini. Pertama kita lihat penderitaannya secara medis dan ekonomi. Wanita itu sedang mengalami situasi yang membuatnya semestinya mengalami anemia. Alkitab mengatakan bahwa hartanya habis untuk mengobatan. (Mar 5:26). Secara tradisi pengobatan panjang para tabib telah menguras hartanya. Hal ini seperti dijelaskan dalam Talmud (sebuah catatan tentang diskusi para rabi yang berkaitan dengan hukum Yahudi, etika, kebiasaan dan sejarah).
Kedua kita lihat secara sosial, emosional dan spiritual wanita ini terasing. Penderitaan Sosialnya - Dia hampir pasti belum menikah, karena melalui kontak fisik sederhana, dia akan menajiskan suaminya. Jika dia pernah menikah, suaminya mungkin sudah menceraikannya. Hal ini bisa membuatnya mengemis sisa makanan dari jarak jauh. Kondisinya membuatnya terpinggirkan dari masyarakat. Penderitaan Emosionalnya - Alkitab mengatakan bahwa dia telah mengalami kondisi ini selama 12 tahun, dapat diasumsikan bahwa dia mungkin telah mengalami kondisi ini sejak setelah pubertas. Dia telah menjalani hidupnya berpindah dari satu penolakan ke penolakan lainnya. Dia kesepian, terisolasi dan putus asa! Secara Spiritual - Dibawah Hukum, Im. 15:19; 25-27, perempuan malang ini dianggap najis. Apa pun atau siapa pun yang disentuhnya juga dianggap najis. Siapa pun yang melakukan kontak dengannya akan dianggap ternoda secara seremonial. Kenajisan membuatnya tidak dapat beribadah di pelataran wanita di Bait Suci.
Satu hal yang menakjubkan dari wanita ini adalah tentang “responnya”. Ia tidak menyerah. Ia berusaha menjumpai Yesus yang kabar tentang pelayananNya seolah memberi harapan baru untuk kesembuhannya. Jika kita membaca ayat 27 kita dapat membayangkan semangatnya. Apa yang terjadi selanjutnya telah dicatat dalam Kitab Suci bahwa akhirnya wanita itu disembuhkan.
Apa yang dapat kita teladani dari wanita yang sakit pendarahan ini? Pertama, kita menjadi pribadi yang unggul dan menyenangkan Tuhan selama kita tidak mudah menyerah. Kedua, ketika kesulitan datang, maka dengar dan harapkan hal yang positif saja. Jangan biarkan imanmu dilemahkan dengan keadaan sekeliling. Percayalah bahwa hingga kini kuasa Allah masih bekerja dan sanggup menolong Anda dan saya. Tuhan memberkati kita semua dan menjawab setiap pergumulan kita. Natanael. S.
%20(48).jpg)
%20(1).jpg)





Comments
Post a Comment