Warta Minggu, 07 Juni 2026

   Warta Minggu, 07 Juni 2026


SADARI KESEGERAAN

1:12 SEGERA sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun

1:21 … Setelah hari Sabat mulai, Yesus SEGERA masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.

6:45 Sesudah itu Yesus SEGERA memerintahkan murid-murid-Nya

6:50 SEGERA Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

10:50 Lalu ia (Bartimeus)…SEGERA berdiri dan pergi mendapatkan Yesus ( kitabMarkus)

 

Bulan Juni ini kita mau mengalami terus ENABLE/DIMAMPUKAN Tuhan dengan menerima kebenaran pengajaran dari kitab Markus. Kitab ini adalah salah satu dari 4 kitab Injil- kitab yang berpusatkan kepada kisah kehidupan dan pelayanan Yesus di dunia. Kitab ini termasuk yang paling awal ditulis dibandingkan kitab lainnya. Kitab Markus bersama dengan kitab Matius dan Lukas disebut sebagai Injil Sinoptik karena memiliki alur, gaya bahasa, dan sudut pandang yang sangat mirip  sehingga bisa disejajarkan dan dibaca bersama. 

Injil Yohanes tidak disebut sebagai Injil Sinoptik karena Isi yang berbeda,tetapi melengkapi. Sekitar 90% materi dalam Injil Yohanes bersifat unik dan tidak ditemukan di ketiga Injil lainnya. Selain itu, Injil Sinoptik banyak berfokus pada perumpamaan dan tindakan Yesus di Galilea. Sebaliknya, Injil Yohanes lebih menonjolkan pengajaran mendalam tentang keilahian Yesus (Kristologi).

Dalam mengalami DIMAMPUKAN  dari pengajaran kitab Markus, Renungan Firman hari mengajak untuk melihat salah satu keunikan yang ada di kitab ini yaitu berulangnya muncul kata ‘SEGERA” (EUTHUS). Kata ini lebih dari 40 kali dalam naskah aslinya, walau dalam Bahasa Indonesia hanya terlihat di 26 kali di 26 ayat. Dalam kehidupan kita tidak bisa terhindar, dari waktu ke waktu, akan keadaan ‘KESEGERAAN’  dan ini berlaku dalam iman kita kepada Tuhan .

Kesadaran kesegeraan dibutuhkan karena ini bagian untuk melihat segala sesuatu indah pada waktu Tuhan. Memang, dalam konteks indah pada waktu Tuhan yang lebih sering terlihat ‘perlambatan’ dari waktu kita dibandingkan waktu-Nya. Tetapi ada bagian yang jelas mengingatkan ada “percepatan’ waktu Tuhan dalam Ia menggenapi rancanganNya (Yohanes 4:35)

Kesadaran kesegeraan juga dibutuhkan dalam merespon dengan ketaatan. Tuhan sering mengingatkan untuk tidak menunda ketaatan. Ia mempertajam telinga kita untuk menjadi seorang murid taat - (Yesaya 50:4b-5) Tuhan mengingatkan bahwa "…Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia” (Kisah 5:29) dengan tidak menunda-nunda -"…Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,8 janganlah keraskan hatimu… (Ibrani 3:7-8)

Kesadaran kesegeraan juga dibutuhkan untuk mengalami perubahan menuju serupa Kristus. Terkadang kita membiarkan pengalaman yang sudah kita terima dengan Tuhan membuat kita berpuas diri dan tidak bergerak maju dalam perubahan.  Kitab Markus ini mencatat contoh dari murid2-Nya. Mereka dipilih secara khusus dan diutus dengan otoritas oleh Yesus menyembuhkan dan mengusir setan(1:16-20; 3:13-15,19; 6:7-13,35), mendengar rahasia kerajaan Allah (4:10-12), dan diutus untuk mempromosikan pelayanan-Nya (3:14-15).

Namun, mereka masih salah paham tentang banyak hal dari Yesus. Mereka salah memahami makna di balik ajaran perumpamaan Yesus (4:13; 7:17-18). Mereka tidak percaya Yesus sebagai Anak Allah yang mampu menenangkan laut (4:35-41; 45-52) dan memberi makan banyak orang secara ajaib (6:34-44; 8:1-10). Terlebih lagi, mereka juga tidak benar memahami hakikat pelayanan atau ajaran Yesus yang sedang menuju salib (8:14-21,31-33) dengan sikap melayani (10:32-45) untuk menggenapi misiNya..

Syukuri pengalaman yang kita sudah terima dari Tuhan sejak kita beriman kepadaNya. Tetapi, mari terus bergerak dalam kesegeraan untuk maju dan alami terus menerus diperbaharui menuju kerserupaan Kristus (Kolose 3:10; Efesus 4:15)

 








Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025