Warta Minggu, 22 Februari 2026
Warta Minggu, 22 Februari 2026
SEE BEYOND: Melihat dengan Hati Tuhan
Seringkali kita terjebak hanya melihat apa yang ada di depan mata—masalah, keterbatasan, atau rutinitas. Namun, "See Beyond" adalah tentang memahami hati Tuhan dan bagaimana kita memproses segala sesuatu agar selaras dengan visi-Nya.
1. Mengubah Fokus dari Transaksional Menjadi Pengorbanan (Selflessness)
Di usia matang, kita dipanggil untuk tidak lagi sekadar mencari keuntungan pribadi atau pujian yang sia-sia. "See Beyond" berarti berani memberi sebelum meminta, serta menganggap orang lain lebih utama guna menyuplai kehidupan ilahi bagi mereka.
Filipi 2:3 – "dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;"
2. Jangan Memandang Hina Permulaan yang Kecil
Tuhan seringkali bekerja melalui hal-hal yang tidak masuk akal atau terlihat sederhana di mata manusia. Kita perlu setia dalam perkara kecil dan membangun sistem serta budaya tanggung jawab agar setiap langkah awal yang kecil dapat membuahkan hasil yang produktif.
Zakharia 4:10 – "Sebab siapa yang memandang hina hari peristiwa-peristiwa yang kecil, mereka akan bersukaria melihat batu pilihan di tangan Zerubabel. Yang tujuh ini adalah mata TUHAN, yang menjelajah seluruh bumi."
3. Mengandalkan Roh Kudus, Bukan Kekuatan Diri
"See Beyond" menyadarkan kita bahwa keberhasilan hidup, keluarga, dan pelayanan bukan ditentukan oleh kehebatan atau koneksi manusiawi kita. Kemampuan untuk melihat melampaui masalah datang ketika kita bersandar sepenuhnya pada Roh Tuhan.
Zakharia 4:6 – "Maka berbicaralah ia, katanya: 'Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam'"
4. Memproses Segalanya dengan Hati yang Benar
Banyak orang melihat penyertaan Tuhan namun tidak memahami maksud-Nya karena hati yang tertutup. Seperti Abraham yang memilih dengan iman dan ketaatan dalam memberi persepuluhan, kita pun harus memproses setiap berkat dan tantangan agar hati kita tetap selaras dengan tujuan kekal-Nya.
Ulangan 29:4 – "Tetapi sampai hari ini TUHAN tidak memberi kamu hati untuk mengerti atau mata untuk melihat atau telinga untuk mendengar."
5. Percaya pada Janji Kemuliaan yang Baru
Mungkin saat ini keadaan tampak tidak berarti atau kehilangan kemegahannya. Namun, Tuhan menjanjikan bahwa kemuliaan yang akan datang akan jauh melampaui apa yang pernah kita lihat sebelumnya, karena Dia adalah pemilik segala sumber daya.
Hagai 2:9 – "Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."
%20(29).jpg)
%20(1).jpg)







.jpg)
Comments
Post a Comment