Warta Minggu, 25 Januari 2026
Warta Minggu, 25 Januari 2026
KEBAIKAN TUHAN DI TENGAH PENDERITAAN
Tema kita tahun ini adalah ENABLE - dimampukan (oleh Tuhan) untuk kita dapat melihat kebaikan Tuhan di tengah penderitaan. Ini menunjukkan ketidakmampuan kita dalam menjalani hidup yang penuh dengan tantangan, masalah, dan penderitaan.
Bagaimana kita bisa melihat kebaikan Tuhan di tengah penderitaan?
1. INGAT PADA HAL YANG BAIK DARI ALLAH
Saat kita hanya fokus pada kesulitan, masalah, penderitaan, kita tidak mampu melihat pada hal baik yang Allah pernah dan sudah lakukan untuk kita. Tidak bisa menghitung berkat-berkat Tuhan dan sulit untuk mengucap syukur. Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak melupakan kebaikan Tuhan.
Maz 103:1-2 - Dari Daud. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! 2Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya. (FAYH- Ya, aku akan memuji TUHAN dan tidak melupakan segala kebaikan-Nya kepadaku)
Pada dasarnya manusia cenderung mudah melupakan, fokus pada dunia (kehidupan sehari-hari, pekerjaan, masalah, hal-hal yang fana), sehingga tidak menyadari berkat Tuhan yang sudah dilimpahkan pada kita
Bila kita fokus pada masalah (orang yang menyakiti kita/ penderitaan itu), kita tidak bisa hitung berkat2 atau kebaikan2-Nya yg pernah kita terima dan alami.
Pengertian yang benar tentang kebaikan Tuhan
Kebaikan Tuhan bukan sekedar materi, uang, bisa pergi jalan-jalan, keberuntungan, naik posisi dalam pekerjaan atau hal-hal yang baik saja. Namun kebaikan Tuhan juga ada dalam bentuk nyata seperti:
l Semua ciptaan-Nya
l Kesembuhan/ mujizat
l Penyertaan
l Perlindungan
l Penghiburan
l Kasih dan pengorbanan-Nya
Bahkan kematian pun yang dianggap buruk oleh manusia, bisa menjadi baik bagi Allah. Mengapa? Karena cara pandang kita beda dengan Allah. Kita hanya melihat yang nampak, sementara dan fana. Namun, Allah melihat yang kekal, abadi, dan selama2nya. Paulus menuliskan bahwa ‘mati itu adalah keuntungan’
2. PANDANGAN ALKITAB TENTANG PENDERITAAN
l Penderitaan dapat menjadi ruang pembentukan iman. Banyak kali justru dalam kesulitan, kita belajar melihat tangan Tuhan bekerja. Tetap percaya pada Tuhan yang pegang kendali, Tuhan yang punya kuasa dan sebagai Penguasa Tunggal dalam hidup kita. Saat dalam penderitaan, iman kita menolong untuk bisa melihat dan mengalami kasih setia dan kebaikan Tuhan, yang tidak pernah habis dan baru setiap pagi.
Ratapan 3:22-23 (FAYH)
Kasih sayang-Nya tidak pernah habis. Kemurahan-Nya melindungi kita dari kemusnahan yang mutlak. 23 Besarlah kesetiaan TUHAN, kebaikan-Nya selalu baru setiap hari.
(TB) - Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya 23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
l Penderitaan itu adalah sarana untuk pembentukan karakter
Jika kita sedang sakit jasmani, kita bukan sekedar minta kesembuhan tapi minta Tuhan mampukan kita utk kuat melewati proses yang sulit. Kalau sedang mengalami dihina, direndahkan, diperlakukan tidak adil oleh orang lain, minta Tuhan mampukan kita bisa tetap mengasihi orang itu. Tuhan mampukan kita melihat semua ini sebagai proses pembentukan karakter.
l Penderitaan itu bisa menjadi berkat.
Sekalipun penderitaan itu sangat tidak enak dan rasanya ingin segera keluar dari masalah itu, tapi pendertiaan itu membuat kita jadi tangguh. Seperti seekor ulat yang sedang berjuang keluar dari kepompong untuk menjadi kupu2 yang indah. Seperti emas yang sedang dimurnikan, demikianlah Tuhan memakai penderitaan untuk memurnikan kita. Setelah berkemenangan, kita bisa membagikan proses menuju kemenangan itu kepada sesama yang mengalami penderitaan yang sama. Kita bisa lebih berempati dalam menolong, lebih bisa mengerti perasaan dan peduli pada orang yang menderita.
Tuhan tidak pernah janji bahwa hidup kita akan mulus, tanpa masalah dan penderitaan saat kita sudah jadi anak-Nya. Tapi Tuhan janji bahwa DIA tidak akan pernah meninggalkan kita. Penyertaan Tuhan itu sempurna. DIA sangat peduli, mengerti perasaan kita, dan selalu menghibur serta menguatkan kita di masa-masa sulit.
Tuhan beri kemampuan pada kita untuk melihat dan mengalami kebaikan-Nya di tengah penderitaan kita, serta kita juga mampu membagikan kebaikan Tuhan pada sesama.
%20(24).jpg)
%20(1).jpg)









.jpg)
Comments
Post a Comment