Warta Minggu, 18 Januari 2026
Warta Minggu, 18 Januari 2026
Persiapan Menghadapi Musim Yang Baru
Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua , karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."
Matius 9: 17
Pernyataan ini bukan sekadar perumpamaan tentang kebiasaan orang Yahudi pada zaman itu, melainkan sebuah kebenaran rohani yang sangat relevan bagi kehidupan orang percaya hingga hari ini.
Tuhan adalah Allah yang terus bekerja dan membawa hal-hal yang baru. Ia memperkenalkan musim yang baru, cara yang baru, serta karya yang baru dalam hidup umat-Nya. Namun sering kali masalahnya bukan pada apa yang Tuhan berikan, melainkan pada kesiapan kita untuk menerimanya. Yesus menegaskan bahwa anggur yang baru membutuhkan kirbat yang baru. Dengan kata lain, berkat, tanggung jawab, dan karya Tuhan yang baru memerlukan kehidupan yang telah diperbarui.
Kirbat melambangkan wadah, yaitu hati dan pikiran kita. Jika kirbat itu sudah tua, kaku, dan rapuh, maka anggur yang baru justru akan merusaknya. Demikian pula, ketika Tuhan mencurahkan sesuatu yang baru sementara hidup kita masih terikat pada pola lama, hasilnya bukan pertumbuhan, melainkan kebingungan dan bahkan kehancuran. Karena itu, Tuhan rindu agar kita menjadi kirbat yang baru.
1. Hati yang diperbarui.
Amsal 4:23 berkata, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Hati yang tidak diperbarui cenderung keras, mudah kecewa, dan sulit taat. Ketika hati dipenuhi kepahitan, ketakutan, atau kesombongan, kita menjadi tidak peka terhadap apa yang Tuhan sedang kerjakan. Banyak orang kehilangan kesempatan rohani bukan karena Tuhan tidak memberi, tetapi karena hati mereka tidak siap menerima. Tuhan rindu memberi kita hati yang lembut, mau diajar, dan siap taat, sehingga setiap karya-Nya dapat diterima dengan iman dan syukur.
2. Pikiran yang diperbarui
Selain hati, pikiran juga perlu diperbarui. Rasul Paulus menasihatkan, “Berubahlah oleh pembaharuan budimu” (Roma 12:2). Pikiran lama sering kali membatasi Tuhan dengan pengalaman masa lalu, kegagalan, atau logika manusia. Pikiran seperti ini membuat kita berkata, “Aku tidak mampu,” “Ini tidak mungkin,” atau “Cara Tuhan tidak masuk akal.” Padahal, anggur yang baru selalu mengembang dan bergerak maju. Tanpa pikiran yang diperbarui oleh firman Tuhan, kita tidak akan mampu menampung pertumbuhan dan perubahan yang Tuhan kerjakan.
Menjadi kirbat yang baru berarti bersedia diperbarui setiap hari. Ini bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang kerendahan hati dan ketaatan. Kita dipanggil untuk melepaskan pola lama, membuka diri terhadap pimpinan Roh Kudus, serta mengisi hati dan pikiran dengan kebenaran firman Tuhan. Ketika kita menjadi kirbat yang baru, anggur yang baru dari Tuhan tidak akan terbuang, melainkan terpelihara dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Kiranya di setiap musim yang Tuhan izinkan, kita siap berkata: “Tuhan, jadikanlah aku kirbat yang baru, supaya karya-Mu yang baru nyata dalam hidupku.”
%20(23).jpg)
%20(1).jpg)











.jpg)
Comments
Post a Comment