Warta Minggu, 14 Desember 2025
Warta Minggu, 14 Desember 2025
Nazaret : Yang Terabaikan Dipakai Tuhan
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.
I Korintus 1 : 27-29
Pendahuluan
Sering kali manusia memandang sesuatu dari apa yang tampak: ukuran, kepopuleran, dan prestasi. Kita cenderung menghargai yang besar, yang terkenal, dan yang dianggap penting. Namun Tuhan justru bekerja melalui hal-hal yang kecil, sederhana, bahkan terabaikan. Salah satu contohnya adalah Nazaret, kota kecil yang menjadi tempat Yesus bertumbuh.
1. Nazaret : Kota yang Terabaikan dan Diremehkan
Di zaman Yesus, Nazaret bukan kota besar. Tidak dicatat dalam Perjanjian Lama, tidak memiliki sejarah besar. Bahkan orang Yahudi memandang rendah kota ini.
Yohanes 1:46 – Natanael berkata, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Ucapan ini menggambarkan betapa rendahnya status Nazaret. Bagi orang Yahudi, Nazaret tidak layak diperhitungkan.
#1 Jangan meremehkan asal-usulmu - Latar belakang bukan penghalang bagi rencana Tuhan.
2. Tuhan Memilih Nazaret untuk Menyatakan Rencana Besar-Nya
Meski terabaikan, Nazaret dipilih Tuhan sebagai kota tempat Yesus bertumbuh.
Matius 2:23 – Yesus disebut “orang Nazaret.” Bahkan Yesus bertumbuh, menjadi kuat, penuh hikmat di Nazaret (Lukas 2:39–40). Malaikat Gabriel datang kepada Maria juga di Nazaret (Lukas 1:26–27). Tuhan memilih cara yang tidak selalu dimengerti manusia. Tuhan memulai karya besar bukan dari istana, tapi dari kota kecil. Bukan dari tempat yang dihormati, tetapi dari yang dianggap tidak penting.
#2 Jangan meremehkan orang lain - Yang kita pandang kecil bisa menjadi alat Tuhan yang besar.
3. Nazaret : Yesus Ditolak Di KotaNya sendiri
Ketika Yesus kembali ke Nazaret untuk memulai pelayanan-Nya, penduduk kota menolak-Nya.
Lukas 4:28–29 – Mereka hendak melemparkan Yesus dari tebing. Dalam Matius 13:57 dikatakan “Seorang nabi tidak dihormati di tempat asalnya.”
#3 Bersedia dipakai Tuhan - Tuhan mencari hati yang taat, bukan kemampuan besar.
4. Yang Terabaikan Dipakai Tuhan untuk Kemuliaan Besar
Julukan Yesus sepanjang hidup-Nya adalah: “Yesus orang Nazaret.” Ditulis di hadapan raja-raja, di pengadilan, bahkan di kayu salib (Yoh. 19:19). Sesuatu yang dianggap tidak berarti, menjadi lambang keselamatan dunia.
#4 Hormati pekerjaan Tuhan meski datang dari hal sederhana - Firman Tuhan bisa datang melalui orang biasa, doa sederhana, atau peristiwa kecil.
Penutup
Tidak ada latar belakang yang terlalu kecil bagi Tuhan untuk dipakai. Tidak ada masa lalu yang terlalu sederhana bagi Tuhan untuk memuliakan diri-Nya. Tidak ada hidup yang terlalu terabaikan untuk Tuhan pulihkan. Kita bisa dipakai Tuhan bila memiliki sikap hati yang benar.
%20(18).jpg)
%20(1).jpg)









.jpg)
Comments
Post a Comment