Warta Minggu, 16 November 2025
Warta Minggu, 16 November 2025
Namanya Berkuasa ( lanjutan )
“Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”
Hosea 6: 3
Kita masih membahas nama nama Allah dan maknanya bagi kita umat percaya di bulan November ini. Beberapa nama-nama Allah sudah dibahas dalam kotbah kotbah di hari minggu. Maka untuk melengkapi Saudara mengerti dan mengenal nama-nama Allah dalam artikel warta di bahas nama-nama yang tidak terbahas di kotbah hari Minggu.
Dalam Alkitab, nama-nama Allah bukan sekadar sebutan, tetapi ungkapan karakter dan karya-Nya dalam kehidupan umat manusia. Melalui nama-nama ini, kita mengenal siapa Allah sebenarnya dan bagaimana Ia menyatakan diri-Nya kepada umat-Nya.
1. El Shaddai – Allah yang Mahakuasa dan Mencukupi
Kejadian 17:1 Allah berfirman kepada Abraham: “Akulah Allah yang Mahakuasa ( El Shaddai ).”
Nama ini menyingkapkan dua sifat utama Allah: kuasa dan kecukupan. Ia adalah Allah yang sanggup melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya, dan pada saat yang sama Ia mencukupi segala kebutuhan umat-Nya. Ketika manusia merasa lemah dan terbatas, El Shaddai hadir sebagai sumber kekuatan yang tidak pernah habis. Dalam hubungan iman, nama ini menegaskan bahwa kita tidak perlu mencari sandaran lain di luar Allah, sebab dalam Dia ada pemeliharaan dan kasih yang sempurna.
2. Jehovah Nissi – Tuhan Panjiku
Keluaran 17:15 “TUHANlah panjiku (Jehovah Nissi)”
Ketika Israel menang atas Amalek, Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya “TUHANlah panjiku”. Nama ini melambangkan kemenangan dan perlindungan yang berasal dari Allah. Panji atau bendera biasanya menjadi simbol identitas dan semangat dalam peperangan. Demikian pula, Allah adalah panji kemenangan bagi umat-Nya—tanda bahwa Ia selalu hadir di tengah pertempuran hidup kita. Jehovah Nissi mengingatkan kita bahwa kemenangan sejati bukan karena kekuatan manusia, melainkan karena kuasa Allah yang menyertai dan berperang bagi kita. Dalam setiap pergumulan hidup, kita dapat mengangkat panji iman, karena Tuhan sendiri adalah kemenangan kita.
3. Jehovah Shalom – Tuhan adalah Damai Sejahtera
Hakim-hakim 6:24, “TUHAN itu damai sejahtera (Jehovah Shalom).”
Ketika Gideon ketakutan menghadapi musuh dan merasa tidak layak di hadapan Allah, Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai “TUHAN itu damai sejahtera (Jehovah Shalom).” Nama ini menunjukkan bahwa damai sejati bukan berarti tidak adanya masalah, melainkan hadirnya Allah di tengah kekacauan hidup. Gideon memperoleh ketenangan bukan karena situasi berubah, tetapi karena ia menyadari bahwa Allah menyertainya.
Jehovah Shalom mengajarkan kita bahwa dalam setiap badai kehidupan—ketika hati dilanda kecemasan, ketakutan, atau kebingungan—kita dapat mengalami kedamaian yang melampaui segala akal (Filipi 4:7). Damai sejahtera Allah menjadi benteng yang menjaga hati dan pikiran kita, karena Dia sendiri adalah sumber kedamaian itu.
Penutup
Ketiga nama ini memperlihatkan sisi-sisi berbeda dari pribadi Allah yang sama: Mahakuasa (El Shaddai), Menjadi Panji Kemenangan (Jehovah Nissi) dan pemberi Damai Sejahtera (Jehovah Shalom). Ketika kita mengenal dan mengimani nama-nama ini, kita belajar untuk percaya lebih dalam, bersandar lebih kuat, dan menyembah lebih sungguh kepada Allah yang hidup dan setia.
%20(12).jpg)
%20(1).jpg)





.jpg)




.jpg)
Comments
Post a Comment