Warta Minggu, 07 September 2025
Warta Minggu, 07 September 2025
BERANI MELAWAN ARUS
PEMBELAJARAN DARI
KEHIDUPAN ELIA
Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia… (1 Raja-raja 18:21)
Bulan September ini tema kita “DEEPER BY EXAMPLES”. Kita mau belajar dari contoh atau teladan dari para Nabi, yang akan memperlengkapi kita lebih dalam/sungguh dalam mengiring Tuhan. Tentunya, perlu diingatkan bahwa para nabi ini belum sempurna dan Tuhan izinkan tercatat juga kelemahan/kekurangannya di alkitab. Tetapi, jangan sampai karena kelemahan/kekurangan mereka, kita tidak memperhatikan teladan yang kita bisa belajar dari para nabi ini.
Nabi elia menjadi salah satu contoh yang kita mau pelajari. Teladan yang diberikan adalah KEBERANIAN MELAWAN ARUS. Dalam kehidupan di dunia ini, selalu akan ada “arus” yang salah yang mau menghanyutkan kita sebagaimana itu terjadi dalam bangsa Israel saat Elia hidup dan melayani. Tetapi Elia memilih tidak terbawa arus itu, bahkan ia melawan arus itu. Apakah arus yang dilawan?
Pertama adalah melawan arus meragukan MUJIZAT TUHAN. Ada banyak mujizat yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Mujizat menahan dan menurunkan hujan, membangkitkan anak janda di sarfat yang sudah mati dan turunnya api dari surga. Sayangnya, banyak anak Tuhan masih meragukan mujizat Tuhan yang merupakan bagian normal dalam kehidupan orang percaya dan yang dari waktu ke waktu pasti kita butuhkan.
Kita dilahirkan dengan rancangan Tuhan yang penuh mujizat -dahsyat dan Ajaib (Mazmur 139:14a- Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib). Selain itu, sejak kita diselamatkan salah satu tujuan keselamatan adalah kita mengalami mujizat untuk dapat memberitakan perbuat besar Tuhan (1 Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia )
Kedua adalah melawan arus meragukan PENYEDIAAN TUHAN. Dalam masa kelaparan, Ia meyakini Tuhan bisa menyediakan makanan yang ia butuhkan lewat burung gagak. Ia juga percaya Tuhan bisa memakai janda miskin dengan bekal terakhirnya, menyalurkan berkat Tuhan untuk memelihara hidupnya. (1 Raja2 17:4-16)
Hari-hari ini, entah disadari atau tidak, banyak anak Tuhan yang mengandalkan ilmu pengetahuannya, pengalamannya, pekerjaan ataupun usahanya yang menyediakan apa yang Ia butuhkan. Seharusnya, kita meyakini Tuhanlah penyedia kebutuhan kita. Pekerjaan, usaha dan lain sebagainya hanyalah sarana yang Tuhan pakai untuk menyediakan yang kita butuhkan.
Ingat! Tuhan memperingatkan bahwa iblis melalui tipu dayanya akan semakin merajalela di akhir zaman ini agar tidak ada seorangpun yang selamat. Ia melakukannya seperti singa yang kelaparan mencari mangsa yang dapat ditelannya.
Caranya kita tidak menjadi korban adalah melawannya. (1 Petrus 5:8-9 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama )
Tuhan Yesus Memberkati...
%20(7).png)
%20(10).jpg)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Comments
Post a Comment