Warta Minggu, 31 Agustus 2025
Warta Minggu, 31 Agustus 2025
Ultimate Mission
Filipi 2:9–11
“Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!”
Bertekuk Lutut Segala yang Ada
Yesus Kristus ditinggikan di atas segala nama. Pada akhirnya, setiap makhluk baik yang di surga, di bumi, maupun di bawah bumi akan bertekuk lutut kepada-Nya. Tindakan berlutut ini adalah tanda pengakuan, penyembahan, dan penundukan diri kepada Tuhan. Nama-Nya dimuliakan melalui kehidupan kita ketika kita memilih untuk taat, berserah, dan meninggikan Dia dalam segala aspek hidup.
Segala Lidah Mengaku
Firman Tuhan menegaskan bahwa semua lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Pengakuan ini mencakup seluruh ciptaan: makhluk roh, manusia, yang hidup maupun yang mati. Hal ini sejalan dengan
Roma 10:9–10: “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”
Dengan demikian, pengakuan akan Kristus adalah inti dari rencana keselamatan Allah. Tugas kita sebagai umat Tuhan adalah membawa orang lain sampai pada pengakuan ini.
Misi Utama Kekristenan
Yesus memberi amanat agung dalam
Matius 28:19–20: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Misi utama kita adalah menjadikan semua bangsa murid Kristus. Inilah tujuan besar iman Kristen. Seperti sebuah permainan atau pertandingan sepak bola, “goal”-nya adalah membawa orang lain mengenal Tuhan dan menjadi murid Kristus.
Semua Orang Percaya adalah Misionaris
Menjadi misionaris bukan hanya tugas mereka yang dipanggil penuh waktu, tetapi panggilan bagi semua orang percaya. Kita adalah misionaris di sekolah, kampus, tempat kerja, rumah, lingkungan sekitar, bahkan di keluarga besar kita. Kita dipanggil untuk membagikan kasih Yesus, mengajarkan firman-Nya, dan memuridkan orang lain agar semakin serupa Kristus.
Hidup yang Berbeda
Sebagai misionaris, kita dipanggil untuk hidup berbeda dari dunia ini. Rasul Paulus berkata:
Filipi 2:12–13 “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat… tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar… karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.”
Keselamatan yang kita terima mengubah cara hidup, pola pikir, dan prioritas kita. Kita tidak lagi mengambil keputusan dengan cara dunia, melainkan berjalan dalam kehendak Tuhan. Semua keberhasilan dalam keluarga, pekerjaan, bisnis, maupun pelayanan adalah karena Allah yang bekerja dalam kita.
Hidup yang Bercahaya
Sebagai misionaris, hidup kita harus memancarkan terang Kristus. Paulus menulis:
Filipi 2:14–15 “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut… supaya kamu tiada beraib… sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.”
Hidup kita adalah teladan bagi orang lain. Melalui sikap, perkataan, dan perbuatan kita, orang dapat melihat Kristus. Seperti yang Paulus sampaikan:
2 Korintus 3:2–3 “Kamu adalah surat Kristus… yang dapat dibaca oleh semua orang.”
Banyak orang belum mengenal Yesus, tetapi melalui hidup kita mereka dapat melihat kasih, kebenaran, dan kuasa-Nya.
Hingga Pada Akhirnya
Tugas kita belum selesai sampai misi Allah digenapi. Seperti yang dinubuatkan dalam
Habakuk 2:14: “Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.”
Inilah pengharapan kita: bahwa suatu hari seluruh bumi akan dipenuhi dengan kemuliaan Allah, dan semua orang akan mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan.
%20(5).png)
%20(10).jpg)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Comments
Post a Comment