Warta Minggu, 03 Agustus 2025
Warta Minggu, 03 Agustus 2025
Semua Orang Berhak Mendengar Injil
Kisah Para Rasul 10
Dalam Kisah Para Rasul pasal 10, kita membaca tentang pertemuan antara Petrus, seorang rasul Yahudi, dan Kornelius, seorang perwira Romawi yang bukan orang Yahudi. Pertemuan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan peristiwa penting yang membuka pintu misi Allah kepada bangsa-bangsa lain.
Kornelius adalah orang yang saleh, murah hati, dan rajin berdoa. Tapi meskipun ia hidup baik, ia belum mengenal Injil Yesus Kristus. Lalu, dalam sebuah penglihatan, Tuhan menyuruhnya mengundang Petrus ke rumahnya. Di waktu yang hampir bersamaan, Petrus sedang berdoa dan mendapat penglihatan juga. Ia melihat kain besar turun dari langit, berisi berbagai binatang yang menurut hukum Yahudi dianggap najis. Tuhan berkata, “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, jangan engkau anggap najis.” Petrus tidak langsung mengerti arti penglihatan itu, tetapi tak lama kemudian, orang-orang suruhan Kornelius tiba dan mengajaknya pergi.
Meskipun secara budaya dan agama orang Yahudi tidak bergaul dengan orang non-Yahudi, Petrus taat kepada pimpinan Tuhan. Ia pergi ke rumah Kornelius dan memberitakan Injil tentang Yesus. Ketika Petrus sedang berbicara, Roh Kudus turun atas semua orang yang ada di sana — sama seperti yang terjadi atas murid-murid di hari Pentakosta!
Dari kisah di atas kita dapat belajar lebih dalam lagi tentang hati Allah bagi bangsa-bangsa. Apa yang dapat kita pelajari ?
1. Allah Mengasihi Semua Orang
Petrus berkata dalam Kisah 10:34-35: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.”
Inilah kabar baik yang besar: Injil adalah untuk semua orang, bukan hanya untuk satu suku, bangsa, atau golongan tertentu. Tuhan tidak memilih-milih berdasarkan ras, agama asal, atau latar belakang hidup.
2. Misi Harus Menembus Batas
Kisah 10: 44-45 Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,
Sebelum peristiwa ini, para murid hanya memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi. Tapi melalui kisah ini, Tuhan menunjukkan bahwa Injil harus dibawa keluar, menembus batas budaya, tradisi, dan kenyamanan pribadi. Hari ini, kita juga diajak untuk membuka hati kepada siapa saja yang Tuhan tempatkan di sekitar kita. Mungkin mereka berbeda dengan kita. Tapi Tuhan ingin kita membawa kasih-Nya kepada mereka juga.
3. Ketaatan Membuka Jalan bagi Misi
Petrus bisa saja menolak ajakan itu. Tapi karena ia taat, satu keluarga diselamatkan. Bahkan, ini menjadi titik awal bagi misi ke bangsa-bangsa lain dalam Kisah Para Rasul selanjutnya. Tuhan juga bisa memakai ketaatan kecil kita hari ini untuk melakukan hal-hal besar. Mungkin hanya berbagi kepada satu teman, tapi dampaknya bisa jauh lebih besar dari yang kita pikirkan.
Siapakah “Kornelius” dalam Hidupmu?
Dalam hidup kita, mungkin ada orang-orang seperti Kornelius: mereka baik, mereka haus kebenaran, tapi belum mengenal Yesus. Tuhan ingin kita menjadi seperti Petrus: peka, taat, dan berani melangkah keluar dari zona nyaman untuk membawa Injil.
Ingat, semua orang berhak mendengar Injil, dan Tuhan ingin memakai kita untuk menyampaikannya.
%20(1).jpg)
%20(10).jpg)






.jpg)
.jpg)
Comments
Post a Comment