Warta Minggu, 25 Mei 2025

 Warta Minggu, 25 Mei 2025


Kesatuan Dalam Keragaman - Part 2

Berdasarkan 1 Korintus 12:1–11

5. Karunia Mujizat

“Kepada yang seorang diberikan kuasa untuk mengadakan mujizat...” (1 Kor 12:10a) Ini adalah karunia untuk melakukan tanda-tanda ajaib di luar hukum alam seperti membangkitkan orang mati, memisahkan air, atau hal luar biasa lainnya yang menyatakan kuasa Allah. Contoh: Yesus memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan (

Mat 14:13-21).

6. Karunia Nubuat

 “...kepada yang lain karunia untuk bernubuat...” (1 Korintus 12:10b) Karunia ini memberikan pesan dari Allah untuk meneguhkan, menghibur, dan me bangun umat-Nya. Nubuat bukan hanya tentang masa depan, tetapi juga bisa berupa pengungkapan kehendak Allah untuk masa kini. Contoh: Agabus, nabi dalam Kisah Para Rasul, bernubuat tentang kelaparan yang akan melanda (Kis 11:27-28).

7. Karunia Membedakan Roh

“...dan kepada yang lain kemampuan untuk membedakan bermacam-macam roh.” (1 Kor 12:10c) Karunia ini membantu seseorang membedakan antara roh yang berasal dari Allah, roh manusia, atau roh-jahat. Ini penting untuk menjaga kemurnian ajaran dan pengaruh dalam gereja. Contoh: Paulus membedakan bahwa roh yang berbicara melalui seorang perempuan yg berseru-seru di Filipi adalah roh jahat, bukan Roh Kudus, lalu mengusirnya (Kis 16:16-18).

8. Karunia Bahasa Roh (Bahasa Lidah)

“Kepada yang seorang diberikan karunia berkata-kata dengan bahasa roh...” (1 Kor 12:10d) Karunia ini memungkinkan seseorang berbicara dalam bahasa yang tidak dikenalnya secara alami, sebagai bentuk komunikasi dengan Allah atau pesan kepada jemaat. Contoh: Hari Pentakosta, para rasul dipenuhi Roh Kudus dan berbicara dalam berbagai bahasa, sehingga semua orang dari berbagai bangsa mendengar mereka memuliakan Allah dalam bahasa mereka sendiri (Kis 2:1-13).

9. Karunia Menafsirkan Bahasa Roh

“...dan kepada yang lain karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.” (1 Kor 12:10e) Karunia ini menyertai karunia bahasa roh, agar pesan yang disampaikan bisa dipahami oleh jemaat dan membangun tubuh Kristus. Contoh: Meskipun Alkitab tidak memberi contoh eksplisit orang yang menafsirkan bahasa roh, Paulus menekankan pentingnya penafsiran 

dalam ibadah jemaat (1 Kor 14:27-28). 

Paulus menutup bagian ini dengan menekankan bahwa meskipun karunia-karunia ini berbeda-beda, semuanya berasal dari Roh yang satu. Allah memberikan kepada tiap orang secara khusus, sesuai dengan kehendak-Nya. Tujuannya adalah untuk memperlengkapi jemaat dan memuliakan Kristus.

“Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.” (1 Kor 12:11) 

Karunia-karunia ini tetap relevan dan aktif hingga hari ini. Kita dipanggil untuk mencari, mengembangkan, dan menggunakan karunia yang diberikan kepada kita, bukan untuk kemegahan pribadi, tetapi demi pelayanan dan kemuliaan Tuhan.









Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025