Warta Minggu, 01 Juni 2025
Warta Minggu, 01 Juni 2025
Dipenuhi Roh Kudus untuk Menjadi Saksi Kristus
Kisah Para Rasul 1:8
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun
ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea
dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
✝️ Pendahuluan
Banyak orang berpikir bahwa menjadi saksi Kristus adalah
tugas khusus para pendeta atau penginjil. Namun, dalam Kisah Para Rasul 1:8,
Yesus menjanjikan Roh Kudus kepada semua murid, bukan hanya kepada
pemimpin. Tujuannya bukan supaya mereka mengalami perasaan rohani yang indah
saja, tetapi supaya mereka menerima kuasa untuk menjadi saksi-Nya. Tanpa
Roh Kudus, kita hanya punya keberanian manusia. Tapi dengan Roh Kudus, kita
menjadi utusan ilahi.
๐️ 1. Roh Kudus Memberi
Kuasa Ilahi untuk Bersaksi
“Kamu akan menerima kuasa…” (Kis. 1:8)
Kata “kuasa” di sini berasal dari bahasa Yunani dynamis,
yang artinya kuasa yang mengubahkan, meledak dari dalam. Ini bukan
kekuatan emosional, tetapi kuasa adikodrati dari Allah sendiri yang
bekerja dalam orang percaya. Craig S. Keener menjelaskan bahwa kuasa
yang dijanjikan Yesus bukan hanya untuk mukjizat, tetapi terutama untuk menyampaikan
Injil dengan keberanian di tengah tekanan budaya dan penganiayaan
Contoh:
Dalam Kisah Para Rasul 4:13, para imam terheran-heran
karena melihat keberanian Petrus dan Yohanes yang tidak berpendidikan
tinggi—mereka tahu mereka telah bersama Yesus dan dipenuhi Roh Kudus
(lih. Kis. 4:8).
“The baptism with the Holy Spirit empowers for service
and witness.” (Baptisan Roh Kudus memberdayakan untuk pelayanan dan menjadi
saksi) – R.A. Torrey, The Person and Work of the Holy Spirit, chap.
16
๐ 2. Roh Kudus Mengutus
Kita ke Tempat yang Tidak Nyaman
“…di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan
sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8)
Tempat yang Tidak nyaman bukan selalu jauh, bisa saja dekat,
bahkan dalam keluarga atau lingkaran pertemanan. Tetapi menjelaskan Injil
Kristus dan menjadi teladan hidup sering membuat orang tidak nyaman karena
dianggap berbeda, teralu suci atau bahkan berlebihan secara rohani. Tetapi
keberadaan Roh Kudus memampukan kita untuk melayani menembus batas
ketidaknyamanan kita. Ini termasuk jika Ia meminta kita untuk pergi dan
melayani di tempat yang tidak biasa bagi kita. John Stott menulis, “The
thrust of the Spirit is always outward. The Church becomes inward-looking when
it forgets the Holy Spirit.” (dorongan Roh Kudus selalu KELUAR. Gereja menjadi
fokus ke dalam ketika melupakan Roh Kudus).
Contoh:
Filipus diutus ke Samaria (Kis. 8:5), dan ke sida-sida
Etiopia (Kis. 8:26–40). Tanpa Roh Kudus, ia mungkin tidak berani menembus batas
budaya dan kelas sosial.
๐ฅ 3. Roh Kudus Menyertai
Kita dengan Tanda yang Meneguhkan Kesaksian
“…Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan
tanda-tanda yang menyertainya.” (Markus 16:20)
Kesaksian bukan hanya dengan kata-kata, tetapi sering kali diteguhkan
oleh kuasa—penyembuhan, nubuat, kepekaan ilahi atau transformasi hidup yang
supranatural. Ada orang yang meninggalkan dosanya secara tuntas, membuat
keluarga dan teman terkagum. Kemudian ada karunia Roh seperti yang kita bahas
di bulan Mei, membuat tanda dan mukjizat yang membuat orang melihat Tuhan nyata
dan hidup. Seringkali Tuhan memberikan kata pengetahuan kepada saya, sehingga
ketika saya mendoakan seseorang, dia mengalami Tuhan berbicara kepadanya
melalui saya. Itu salah satu sarana kesaksian.
Contoh:
Petrus menyembuhkan orang lumpuh di Gerbang Indah (Kis.
3:1–10). Peristiwa ini membuat banyak orang berkumpul dan akhirnya mendengar
Injil (Kis. 3:11–26).
๐ Komentar:
Michael Green menulis, “Signs and wonders were not the
goal but the doorway to evangelism. They provoked awe, opened hearts, and
authenticated the message.”
(Michael Green, Evangelism in the Early Church,
Eerdmans, 2004, p. 169)
๐ Penutup
Pentakosta bukan hanya kenangan masa lalu—itu adalah
kehidupan Kristen yang seharusnya kita jalani hari ini.
Tuhan tidak meminta kita bersaksi dengan kekuatan sendiri. Dia
memberi kita Roh-Nya—untuk menghidupkan kita, memenuhi kita, dan mengutus kita.
“A Church that does not evangelize will fossilize. But a
Church filled with the Spirit cannot help but testify.” – Reinhard Bonnke
(Gereja yang tidak menginjil akan menjadi fosil/mati. Tetapi
gereja yang dipenuhi Roh Kudus pasti akan bersaksi.)
Mari berdoa:
“Tuhan, penuhilah aku kembali dengan Roh Kudus-Mu. Aku
mau menjadi saksi-Mu, mulai dari tempatku sekarang, hingga ke ujung bumi.
Gunakan aku. Amin.”
%20(47).jpg)
%20(10).jpg)




.jpg)
.jpg)
Comments
Post a Comment