Warta Minggu, 30 Maret 2025

 Warta Minggu, 30 Maret 2025

Menghargai kesempatan yang di karuniakan

Yesaya 39:1 “Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya dan sudah kuat kembali.”

(39:2) Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, segenap gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.

(39:3) Kemudian datanglah nabi Yesaya kepada raja Hizkia dan bertanya kepadanya: "Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang?" Jawab Hizkia: "Mereka datang dari negeri yang jauh, dari Babel!"

(39:4) Lalu tanyanya lagi: "Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?" Jawab Hizkia: "Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku."

Penyesalan selalu datangnya diakhir sebuah peristiwa

bukan? Dan mungkin kita pernah mengalaminya. Hal itu menjadikan kita lebih bijak dan lebih baik serta berhati-hati dalam menyikapi hal-hal yang kita jalani setiap hari.

Misalnya ada orang mengalami kecelakaan dengan kendaraan karena kecerobohan yang secara manusia tidak mungkin selamat namun masih selamat, berikutnya mengalami sakit yang secara manusia tidak mungkin lagi disembuhkan namun karena anugrah-Nya diberi kesempatan hidup oleh Tuhan, Bukankah Ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan?

Dengan hal diatas apakah yang Anda pikirkan dan rencanakan?Apakah anda bersukacita dan bersyukur, bersaksi? Apakah kemudian menjalani rutinitas seperti biasanya? Atau memutar balik arah hidup dan bersungguh-sungguh menjalankan kehendak Tuhan?

Sebuah pengalaman pribadi Raja Hizkia yang sakit dan hampir mati, nabi Yesaya datang menyampaikan bahwa dia tidak akan sembuh dan meninggal. Hizkia mengambil sebuah keputusan untuk datang mencari Tuhan dengan sunguh-sunguh, meratap sambil menangis agar Allah menolong, memperhatikan serta menjawab doanya dan Tuhan menjawab permintaanya hizkia mengalami kesembuhan dan usianya diperpanjang lima belas tahun. Sayang sekali pengalaman ini direspon dengan salah. setelah sembuh Hizkia justru kehilangan kebijaksanaan dan kesetiaannya kepada Tuhan. Ia bangga akan dirinya dan tidak sungkan untuk memamerkan seluruh harta termasuk persenjataan kerajaan, membuka seluruh rahasianya kepada musuh kerajaan bahkan ketika ditegur oleh nabi Yesaya, dengan egois Hizkia menyindir seolah teguran itu tidak berarti baginya. Hizkia hanya memikirkan keamanan dan kesejahteraan dirinya Yesaya 39:8 “Hizkia menjawab kepada Yesaya: "Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Tetapi pikirnya: "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!”

Dalam kitab injil Lukas 13:8 “Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, Lukas 13:9 mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

Yesus pernah menyampaikan sebuah perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah agar segera ditebang, namun sang pemilik diberikan kesempatan satu tahun lagi untuk merawatnya, mencangkul dan memberikan pupuk, dengan harapan mungkin selanjutnya dia akan berbuah. Bukanlah ini menjadi sebuah pesan bagi kita sebagai murid kristus untuk bukan hanya hidup saja, namun kita harus bisa mengahasilkan buah kebenaran bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus.

Selama masih diberi napas oleh Tuhan, kita wajib menghargai hidup sebagai milik Tuhan. Semua yang kita usahakan atau kumpulkan harus dipertanggungjawabkan kepada-Nya. Jika kita bangga, kebanggaan kita hendaknya oleh karena Tuhan. Menjalankan hukum kasih juga merupakan kewajiban tertinggi yang harus kita perjuangkan. Mari kita abdikan hidup buat Tuhan seolah ini adalah kesempatan terakhir kita, mari hargai selalu kesempatann dalam hidup ini untuk menjadi berkat bagi sesama.

 








Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025