Warta Minggu, 16 Februari 2025
Warta Minggu, 16 Februari 2025
Pria dan Dunia
”Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12:2).”
Mahatma
Gandhi, tokoh bijak yang menjadi inspirasi para pemimpin dunia berkata, “You must be the change you wish to see in the world.” Seorang
pria perlu memiliki karakter yang benar agar dapat memimpin dirinya sendiri dan
orang lain menuju perubahan yang positif.
Untuk itu, Saudara perlu memiliki karakter berdasarkan standar yang benar, yaitu firman Tuhan, bukan standar dunia. Melalui tiga tokoh Alkitab berikut, kita dapat mengenali karakter-karakter seorang pria hebat.
1. Daud –
Bergantung kepada Tuhan
Apakah
Saudara merasa harus menyelesaikan segala sesuatu tanpa bantuan orang lain? Kebanyakan
pria memiliki pola pikir seperti ini. Alasannya, mungkin karena takut
merepotkan orang, malu meminta bantuan, terlalu keras terhadap diri sendiri,
atau karena kesombongan pribadi. Padahal ini menjadikan orang sulit bersukacita dan mudah tertekan.
Mengandalkan kekuatan sendiri untuk hal-hal yang berada di luar kendali kita
adalah sia-sia, tapi takut akan Tuhan menjadikan pekerjaan kita berhasil.
Daud adalah seorang pria yang mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Kita tahu betapa luar biasanya Tuhan bekerja melalui dirinya sewaktu ia mengalahkan Goliat hanya dengan lemparan batu. Kerajaan Israel pun berjaya di masa kepemimpinannya. Semua itu berkat ketulusan hati Daud untuk bergantung kepada Tuhan. Daud pernah jatuh ke dalam dosa, juga pernah menghadapi berbagai situasi yang tidak ideal dan berbahaya. Namun, kitab Mazmur menjadi bukti bahwa ia tetap mengandalkan Tuhan sekalipun dirinya sedang ditempatkan dalam pencobaan.
“Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku; banyak orang yang berkata tentang aku: “Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah.” Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus.” – Mazmur 3:2-5
Apa pun tanggung jawab dan tantangan yang Saudara jalani saat ini, belajarlah untuk mengandalkan Tuhan. Bergantung kepada Tuhan dimulai dengan keputusan untuk berdoa. Menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan. Tak lupa, bagikan juga pergumulan Saudara kepada orang-orang yang mau mendengarkan, membantu, dan membawa Saudara kepada Tuhan. Jangan berharap masalah akan cepat selesai, tetapi percayalah bahwa Tuhan menjaga Saudara, bahkan dalam momen-momen terburuk hidup Saudara
2. Yusuf – Tidak
Kompromi dengan Dosa
Dosa
dan godaan ketidakmurnian, kemalasan, dan kesombongan kerap kali menjadi
tantangan besar bagi para pria. Pria yang hebat adalah orang yang dapat
mengendalikan dirinya sendiri, termasuk dalam hal dosa. Dosa bukanlah sesuatu
yang bisa dicoba-coba, lalu dilenyapkan dengan bertobat kemudian. Justru, kita
perlu menjaga diri sejak awal dari godaan yang terkecil sekalipun.
Ketika Yusuf menjadi kepala rumah Potifar dan digoda oleh istri majikannya itu untuk tidur bersama, Yusuf menolak (Kejadian 39:4-12). Sebenarnya peluang Yusuf untuk melakukannya tanpa ketahuan itu besar, karena ia sangat dipercaya oleh Potifar. Namun, inilah yang menarik dari karakter Yusuf: ia tidak menjual dirinya kepada dosa. Sikap tegas terhadap dosa adalah karakter yang wajib dimiliki seorang pria hebat. Kita harus dapat memimpin diri sendiri, dalam hal ini untuk menghindari jerat dosa. Dalam berbagai kesempatan, kita sering dihadapkan pada pilihan untuk melakukan kebenaran atau dosa. Kunci pengendalian diri adalah dengan memandang bahwa hubungan kita dengan Tuhan lebih berharga daripada apa pun.
Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. – Roma 6:6
Firman Tuhan dapat menuntun Saudara sehingga Saudara dapat merdeka dari dosa. Jika Saudara kesulitan mengendalikan diri terhadap godaan dan dosa, mintalah bantuan dari orang-orang yang Saudara percaya dapat membantu Saudara di dalam Tuhan.
3. Paulus –
Mengejar Karakter Kristus
Kaum pria identik dengan ambisi, meskipun pernyataan ini bias karena ambisi tidak mengenal gender. Tentunya Saudara pun pernah berambisi mengejar sesuatu. Namun ketahuilah: seorang pria yang hebat perlu berambisi mengejar karakter Kristus.
Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. – 2 Timotius 2:22
Sepanjang hidupnya, Rasul Paulus terus mengejar karakter-karakter yang dimiliki Kristus. Ucapannya dalam ayat di atas mengajarkan kita untuk mengejar perkara ilahi di atas perkara duniawi. Daya tarik dunia memang menggiurkan karena hasilnya bisa langsung kelihatan. Namun, itu semua akan habis, layu, atau rusak, sementara karakter Kristus tetap melekat dalam diri Saudara selama-lamanya. Pria yang hebat adalah pria yang bisa memimpin dirinya sendiri untuk hidup benar di hadapan Allah. Jadilah kuat, wahai kaum Adam, dan jadilah representasi Kristus dalam hidup Anda!
%20(91).jpg)
%20(10).jpg)





.jpg)

Comments
Post a Comment