Warta Minggu, 09 Februari 2025
Warta Minggu, 09 Februari 2025
TELADAN ALLAH DALAM KE-TRITUNGGAL-ANNYA
umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak (Daniel 11:32b)
Tema pengajaran Firman tahun ini untuk gereja kita adalah- “DEEPER- SEMAKIN MENDALAM”. Melalui tema ini, Tuhan mau kita semakin mendalam atau semakin berakar kuat dalam mengiring Tuhan seperti pohon yang semakin kuat karena akarnya semakin bertumbuh ke dalam. Bulan januari dan februari ini, pengajaran firman adalah tentang DEEPER WITH GOD, dimana terjemahan Indonesia tepatnya adalah SEMAKIN MENDALAM dalam PENGENALAN akan TUHAN. Pengenalan akan Tuhan suatu kebutuhan bukan pilihan. Tanpa semakin “dalam” mengenal Tuhan, kita tidak akan kuat menjalani hidup ini. Kekuatan fisik saja tidak cukup untuk menjalani hidup di dunia ini.
Pengenalan akan Tuhan yang semakin mendalam, memerlukan pengenalan akan keberadaanNya sebagai Allah Tritunggal, yang membawa kita kepada pengenalan yang seutuhnya dari Allah. Kita percaya kepada satu Allah ( TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa Ulangan 6:4; tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."- 1 korintus 8:4b) Namun, dalam ke-MAHA-an dan ke-UNIK-an nya Dia mempunyai 3 pribadi- BAPA, ANAK, ROH KUDUS. Tiap pribadi mempunyai peran penting yang akan membuat kita bertumbuh kuat dan bena.
Dalam keberadaanNya sebagai Tritunggal, ada teladan yang luarbiasa yang Allah berikan untuk kita contoh. Teladan yang diberikan semata-mata untuk kebaikan kita dalam bertumbuh sebagaimana seharusnya. Teladan tersebut adalah memiliki KOMUNITAS PENUH KASIH. Tuhan menegaskan bahwamemerintahkan bahwa Dia adalah kasih (1 Yoh.4:8) dab bagaimana mereka antar pribadi sangat mengasihi. (Yoh 14:31; 15:9)
Teladan ini memang seharusnya menjadi bagian dari kehidupan semua manusia. Ketika Allah Tritunggal memutuskan untuk menciptakan manusia, Ia menurut gambar dan rupaNya (kejadian 1:26). Ketika , Ia menyatakan adalah KASIH, Ia memerintahkan kita salah mengasihi. ( 1 Yoh.4:8). Ini berarti kita diciptakan sebagai pribadi yang memerlukan komunitas dan bisa menghidupi komunitas yang penuh kasih.
Dalam pesan-pesan penting, sekaligus pesan terakhir, yang disampaikan menjelang Ia disalib, Jesus mengatakan kepada murid-murid-Nya bagaimana orang kenal bahwa mereka adalah muridNya. Itu bukan karena pengetahuan firman mereka, atau pelayanan dan perbuatan mujizat yang mereka dipercayakan untuk kerjakan. Tetapi, orang lain tau mereka murid-Nya karena saling mengasihi dan pada saat bersamaan menjadi KOMUNITAS PENUH KASIH (Yohanes 13:35)
Dalam menjelaskan bagaimana kita bisa bertumbuh dengan baik, Tuhan menegaskan pentingnya, atau keharusannya, memiliki KOMUNITAS PENUH KASIH. Dalam Firman-Nya, Ia mengatakan bahwa untuk bertumbuh perlu berpegang teguh kepada kebenaran. Namun, memegang teguh kebenaran hanya dapat dilakukan dalam kasih bersama-sama. Demikian bunyi firman-Nya,“ dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.(Efesus 4:15)
Tuhan juga memberikan tuntunan yang jelas bagaimana kita bisa memiliki KOMUNITAS PENUH KASIH. Itu dimulai dengan mempunyai persekutuan yang teratur (Ibrani 10:25). Persekutuan itu bukan sekedar berkumpul dan obrol-obrol, tetapi ada saling membangun dalam firman (Kolose 3:16). Tentunya, disertai dengan melayani sesuai dengan karunia yang Tuhan percayakan (Efesus 4:16)
Namun, harus diingat, karena persekutuan kita adalah persekutuan dari orang yang belum sempurna, bisa berbuat salah dan mengecewakan yang lain, maka dibutuhkan untuk kerelaan untuk mengampuni (Kolose 3:13). Mengampuni harus dilakukan karena Tuhan sudah mengampuni bukan karena orang yang kita ampuni layak untuk diampuni. Mari, teladanilah Allah Tritunggal dalam memiliki KOMUNITAS PENUH KASIH.
%20(89).jpg)
%20(10).jpg)





.jpg)

Comments
Post a Comment