Warta Minggu, 26 Januari 2025
Warta Minggu, 26 Januari 2025
MENGUCAP SYUKUR
BAGIAN KENORMALAN ORANG BERIMAN
Mengucap syukurlah
dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus
bagi kamu 1 Tesalonika 5:18
Salah satu hal yang dirindukan manusia adalah kenormalan. Semua
yang berjalan tidak normal biasanya akan menimbulkan hal yang tidak
menyenangkan. Kendaraan yang tidak berjalan dengan normal, pasti akan
menyulitkan untuk mencapai tujuan tepat waktu. Tegangan Listrik rumah yang tidak
normal, pasti mengganggu pekerjaan yang
menggunakan peralatan listrik bahkan membuat alat itu menjadi rusak.
Bicara soal kenormalan, apa yang Tuhan tetapkan sebagai kenormalan,
belum tentu manusia menerimanya sebagai kenormalan. Salah satu contohnya adalah
mengucap syukur. Tuhan memerintahkan orang percaya untuk Mengucap syukurlah
dalam segala hal. Apa yang Tuhan perintahkan pasti Tuhan mampukan sehingga itu
bisa menjadi kenormalan. Namun, dalam kenyataan, masih banyak orang percaya yang
menjadikan bersungut-sungut sebagai kenormalan. Sekalipun ada orang-orang
percaya menyetujui untuk mengucap syukur, mereka melakukan hanya dalam hal-hal
tertentu saja.
Mengucap syukur atau juga perintah-perintah Tuhan lainnya
bisa menjadi kenormalan tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui proses
bertumbuh. Salah satu hal penting dalam bertumbuh adalah mengerti kebenaran
firman ‘mengapa’ itu perlu dilakukan, termasuk mengucap syukur dalam segala
hal. Mengerti alasannya akan meneguhkan kita untuk melakukannya dengan benar.
Alasan pertama mengapa kita mengucap syukur dalam segala
hal adalah karena menerima kerajaan yang tidak terguncangkan saat
menerima Kristus. (Ibrani 12:28 Jadi,
karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap
syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya) Guncangan sehebat apapun dan dalam hal apapun,
tidak akan pernah dapat mengguncangkan kerajaanNya.
Ketika mengalami hal
yang mengguncangkan kita tidak boleh menyangkal bahwa itu terjadi. Namun, di
saat bersamaan, kita memegang erat kebenaran bahwa hal yang mengguncangkan itu,
tidak akan bisa membuat kita mengalami kerusakan atau kehancuran. Malah
sebaliknya, karena kita sudah menjadi bagian dari Kerajaan yang tak
terguncangkan, kita bisa keluar dari guncangan tersebut dan berkemenangan.
Alasan kedua mengapa kita mengucap syukur
dalam segala hal adalah menerima jaminan pertolongan Tuhan. (Mazmur 28 :7 TUHAN adalah
kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu
beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.) Tuhan yang menjadi sumber kekuatan dan perlindungan menjamin
kita menerima pertolonganNya kapanpun kita membutuhkan. Namun, dalam hal pertolongan
Tuhan, pertolonganNya yang kita terima tidak selalu seperti pertolongan yang
kita harapkan. Namun, pertolonganNya pasti membuat kita menerima yang terbaik
yang Tuhan sediakan khusus buat kita.
Alasan
ketiga mengapa kita mengucap syukur dalam segala hal adalah menerima pertumbuhan dalam iman dan
kasih (2 Tesalonika 1: 3 "Kami wajib selalu mengucap syukur kepada
Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu
makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu.")
sebagai orang percaya, kita harus bertumbuh dalam iman dan kasih. Namun, itu
hanya bisa terjadi karena kita dimampukan oleh Tuhan yang merupakan satu-satunya
sumber iman dan kasih. Dengan beriman kepadaNya dan bertindak dalam kasihNya, Langkah
kehidupan kita boleh dipenuhi dengan sukacita, keindahan dan keberartian.
%20(87).jpg)
%20(10).jpg)




.jpg)

Comments
Post a Comment