Warta Minggu, 12 Januari 2025

 Warta Minggu, 12 Januari 2025

Relasi yang Intim dengan Tuhan

By Emie Rustyaningsih

Pendahuluan

Ada sebuah ungkapan klise “Doa itu nafas hidup orang percaya”. Tetapi tidak dapat dipungkiri ada banyak pertanyaan, tentang berapa lama kita harus berdoa? Apakah harus 1 jam ? ada yang bilang 2 jam, ada 3 jam, ada pula yang bilang lebih lama lebih bagus. Namun ada pula yang berkata 15 menit tidak mengapa, bahkan 5 menit juga boleh, jadi mana yang benar? Mungkin buat Sebagian dari Saudara doa itu gaya hidup banget, sama seperti saudara bernafas. Tetapi mungkin Sebagian dari saudara merasakan pergumulan yang berat ketika berdoa.

Hari ini kita akan belajar langsung dari Yesus. Alkitab mencatat tentang doa bapa kami, apakah doa ini untuk di hafal? Tentu tidak. Sebelum Doa Bapa kami ada beberapa prinsip doa yang Yesus ajarkan

 Matius 6: 5-6

"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri i  dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu j  yang ada di tempat tersembunyi 1 . Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

1.       Hal yang pertama yang Yesus ajarkan adalah Dimana kita berdoa

Mungkin Saudara berkata, kan kita berdoa bisa dimana mana, di kamar, di mobil, sambil menunggu antrian mungkin, karena Tuhan maha hadir. Dia ada dimana mana. Memang doa bisa dimana saja, tetapi Tuhan ingin mengajarkan kepada kita sebuah panggilan keintiman yang lebih dalam dengan Dia. Untuk itu Dia mengajak kita masuk dalam situasi yang lebih tenang. Jadi kalau kita ingin kenal Tuhan lebih dalam dan kehidupan Rohani kita tidak menjadi sesuatu yang membosankan, pikirkan baik baik lokasi untuk kita berdoa.

Pada jaman itu orang farisi, sukanya berdoa di depan, dengan suara yang keras supaya di lihat orang. Tetapi ayat ke 6 berkata Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu j  yang ada di tempat tersembunyi . Melalui ayat ini ternyata Tuhan mengajak kita kesebuah relationship yang lebih dalam bersama dengan Dia. Tuhan ingin kita juga punya quality time dengan dia. Punya waktu yang santai tidak terburu buru.

2.       Doa adalah Relasi dan bukan Transaksi

Doa bukan hanya sekedar kegiatan meminta dan memohon, sekalipun itu tidak salah. Tetapi doa ada sebuah relasi. Hubungan antara Bapa dan anak, pencipta dan umatNya. Seringkali kata “Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Menjadi sebuah kalimat transaksi, sehingga doa kita hanya penuh dengan deretan permohonan. Yesus tidak menjanjikan transaksi dengan kita. Jadi bukan karena masuk kamar tutup pintu terus kita akan menerima jawaban atau balasan dari Tuhan. Maka ayat berikutnya berkata “Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele k  seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata l  doanya akan dikabulkan”. Tuhan tidak bisa disogok dengan doa yang indah, yang puitis, yang dipanjang-panjangkan. Doa itu bukan transaksional, bukan karena seberapa bagus kita berkata kata lalu Tuhan menjawab. Ini adalah sebuah relasi/ hubungan.

3.       Doa adalah men “Cas” Kembali batre hidup kita

Kita tidak menjadi lebih Rohani ketika kita menghabiskan waktu dengan berdoa, tetapi kita akan lebih efektif jika kita mengambil waktu untuk berdoa sehingga kemudian kita bisa kembali beraktifitas. Ada banyak orang tidak menyadari “batre” nya sudah sekarat. Dampaknya tidak efektif dalam pelayanan, mudah tersinggung, kehilangan kepedulian, dingin dan hambar. Mungkin secara lahiriah orang tersebut masih melakukan aktifitas, tapi hatinya kesepian, kering dan mati.

Mari kita bangun kembali lebih dalam hubungan kita dengan Tuhan. Doa adalah panggilan kehormatan dan Istimewa sebagai anak anak Tuhan. Doa adalah quality Time kita dengan Bapa kita. Prioritaskan itu bukan karena kewajiban tetapi justru karena doa adalah Hak kita sebagai anak anak Allah.  











Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025