Warta Minggu, 08 Desember 2024

  Warta Minggu, 08 Desember 2024

Memaknai Natal

Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat,  yaitu Kristus,  Tuhan  , di kota Daud.

Lukas 2: 10-11

Memasuki bulan Desember kita mendengar musik musik dan lagu lagu Natal bukan hanya di rumah orang-orang Kristen dan gereja, melainkan di tempat tempat umum dimana bukan hanya ada orang Kristen saja, tetapi juga non Kristen. Suasana Natal mulai terasa dengan hiasan dan ornamen-ornamen Natal yang bisa kita lihat dimana mana. Tetapi pertanyaannya apakah kita sebagai orang yang percaya Kristus dapat memaknai Natal yang setiap tahu kita lewati. Dikotbah pertama bulan ini kita telah diingatkan oleh Bapak Gembala tentang sukacita sejati atau benar yang bisa kita alami setiap kali kita merayakan Natal.

Hari ini kita juga akan belajar memaknai Natal dengan benar. Sehingga kita bisa melewati Natal dengan pemahaman dan rasa syukur berlimpah.

Supaya orang bisa memaknai natal dgn benar

1.      Natal adalah saat untuk Mengingat

Allah mengingat kita yang penuh dosa yang seharusnya binasa, tetapi Dia datang ke dunia menyelamatkan kita. Untuk itu kita pun perlu mengingat diri bahwa kita butuh keselamatan. Kita harus ingat dalam segala hal yang sedang kita alami, baik hal suka maupun duka kita perlu Tuhan. Jadi jangan tinggalkan Tuhan dalam keadaan apapun.

2.      Natal adalah saat untuk Bersyukur

Mungkin saat ini kita sedang dalam keadaan yg sulit, banyak persoalan yang kita hadapi. Tetapi jangan sampai kita kehilangan untuk tetap mengucap syukur. Kita bersyukur karena Natal bukan tentang kita, tetapi tentang tokoh sentral Natal yaitu Yesus Kristus. Natal adalah tentang Yesus Kristus yang rela datang ke dalam dunia,Yohanes 3: 16. Jika fokus kita pada Yesus, maka selalu ada alasan untuk mengucap syukur.

3.      Natal adalah saat untuk Memberi

Peristiwa natal adalah peristiwa yang erat dengan pemberian.

-        Allah memberikan Yesus, AnakNya yang Tunggal bagi dunia.

-        Yesus memberikan diriNya

-        Maria memberikan rahimnya untuk dipinjam melahirkan bayi Yesus

-        Orang-orang Majus memberikan hartanya

-        Para gembala memberikan penyembahannya

Maka semangat natal adalah semangat memberi. Jangan bertanya apa yang saya terima, Tetapi apa yang bisa kita beri untuk Tuhan. Apa kado terbaik kita untuk Tuhan?

4.      Natal adalah saat Mengampuni

Tujuan termulia adalah Yeusu memberi pengampunan atas dosa manusia melalui diriNya. Tuhan sudah melakukannya bagi kita, tetapi sekarang beranikah kita mengambil sikap sama yang sama? Maukah saudara mmelepaskan pengampunan bagi orang orang yang telah menyakiti saudara? Pengampunan adalah titik sentral dari pengajaran Yesus. 70 x 7 kali yang Yesus ajarkan tentang pengampunan bukanlah tentang jumlah atau sebanyak apa kita mengampuni.  Ini tentang kebiasaan mengampuni. Kalau kita biasa mengampuni, kita akan bebas dari kepahitan. Jangan melewati natal tapi hati kita penuh dengan kepahitan. Mari mengampuni menjadi gaya hidup.

Kesimpulan

Mari kita sambut natal dengan makna yang benar. Kita dalah orang tebusan, untuk itu ingat kita selalu butuh Tuhan. Ini waktu kita mengucap Syukur, apapun yang kita miliki layak untuk disyukuri. Natal adalah waktu untuk kita memberi. Belajar memberi lebih dari keinginan untuk menerima dan terakhir natal adalah waktu untuk mengampuni. Tuhan Yesus telah memberi teladan, mari mengampuni menjadi sebuah kebiasaan. Selamat menyambut Natal































Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025