Warta Minggu, 17 November 2024
Warta Minggu, 17 November 2024
Belajar Menjadi Anak
Oleh. Emie Rustyaningsih
Dan
sekalipun IA adalah anak , IA telah belajar menjadi taat dari apa yang telah
diderita-NYA,
Ibrani 5 : 8
Bulan ini kita telah mendengar tentang bagaimana kita menjadi anak-anak Allah. Kita yang menerima Yesus di beri kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Ini adalah status yang luar biasa, karena sebelum menerima Yesus, kita adalah seterunya Allah. Kita bukan siapa siapa, jauh dari kasih karunia dan tidak memiliki pengharapan. Namun iman kepada karya Yesus di salib telah membuat kita berubah 180 derajat. Dari yang jauh menjadi dekat. Tetapi Tuhan mau kita bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan. Yesus adalah contoh atau teladan terbaik kita bagaimana seharusnya sikap kita sebagai anak. Ada banyak orang hanya ingin menikmati keuntungan keuntungan saja sebagai seorang anak, namun berusaha untuk menghindari tanggung jawabnya sebagai seorang anak.
Dalam Ibrani pasal 5 :7-10, kita dapat belajar apa yang Yesus lakukan sebagai anak. Ia telah taat kepada BapaNya sampai akhir hidupNya bahkan mati di atas kayu salib. Yesus tidak hidup untuk diriNya sendiri, tetapi hidup untuk memenuhi atau menggenapi rencana BapaNya. KetaatanNya itu menjadikanNya pokok keselamatan bagi semua orang yang percaya kepadaNya. Ketaatan kita kepada kehendak Bapa akan membuahkan otoritas dan kuasa dalam hidup kita.
Bagaimana sikap seorang anak untuk dapat
mewarisi sifat dan teladan bapa
1. Hidup dekat dengan Bapa, karena kita
akan menjadi seperti yang dekat dengan kita.
Bila kita dekat dengan Bapa kita
akan menjadi seperti Bapa. Bila kita dekat dengan dunia maka kita akan serupa
dengan dunia. Bila Bapa di dunia saja akan berusaha keras untuk dapat memenuhi
kebutuhan anaknya, apalagi Bapa di Surga. Ia akan memenuhi apa yang kita
butuhkan untuk menjadi serupa dengan Dia.
2. Punya waktu yang berkualitas dengan
Bapa
Miliki waktu yang berkualitas dengan
Bapa melalui doa dan FirmanNya. RohNya diberikan kepada kita untuk mengajarkan
kita kebenaran. KebenaranNya ada dalam firmanNya dan kita dapat mengerti bila
kita memiliki waktu untuk merenungkannya.
3. Menangkap dan mewujudkan rencana
Bapa.
Allah kita memberi tahu sifatNya, jalan jalanNya bahkan rencanaNya melalui firmanNya. Namun keputusan untuk taat ada pada diri kita. Yesus telah memberi contoh kepada kita tentang ketaatan, dan Ia mau kita juga mengikutinya. Mari kita melakukannya bukan karena kewajiban tetapi karena kasih kita kepada Bapa.
Tuhan tidak
meminta apapun dari kita supaya kita dapat menjadi anakNya, kecuali menerimaNya
dengan iman. Namun Ia berjanji bahwa anak anak Allah yang bertumbuh akan
mewarisi janji janji Tuhan. Ia akan memerintah bersama-sama dengan Tuhan. Mari
kita bertumbuh dalam pengenalan yang benar tentang Bapa, dan menjadi anak-anak
Allah yang memiliki otoritas Ilahi.
Pesan Penggembalaan - November 2024
%20(77).jpg)
%20(10).jpg)










.jpg)

Comments
Post a Comment