Warta Minggu, 27 Oktober 2024
Warta Minggu, 27 Oktober 2024
“WASPADAN DAN BERJAGA-JAGALAH”
( MATIUS 25 : 1—13 )
Yesus memberikan contoh mengenai hal Kerajaan Sorga lewat perumpamaan tentang sepuluh gadis. Kesepuluh gadis itu diumpamakan menjadi 2 bagian, 5 diantaranya adalah gadis yang bijaksana, sedangkan 5 lainnya adalah gadis bodoh. Kesepuluh gadis-gadis itu sedang menunggu kehadiran mempelai laki-laki. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa lampu tanpa membawa minyak persediaan sebagai cadangan. Sedangkan gadis-gadis yang bijaksana membawa minyak persediaan untuk lampu mereka. Sementara mereka menunggu, sang pengantin laki-laki belum kunjung datang, akibatnya semua gadis itu mengantuk lalu tertidur.
Namun, pada tengah malam ada seorang berteriak dengan suara nyaring berkata bahwa pengantin laki-laki sudah datang. Para gadis-gadis itu segera bangun dan mempersiapkan lampu mereka masing-masing Sayangnya, minyak lampu milik gadis-gadis yang bodoh itu telah habis. Mereka berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana agar membagi sedikit minyak mereka kepada gadis-gadis yang bodoh itu. Namun gadis-gadis yang bijaksana menjawab bahwa bila nanti mereka membaginya maka minyak itu tidak akan cukup, sebaiknya pergilah kepada penjual minyak dan belilah.
Sementara gadis-gadis yang bodoh itu pergi membeli minyak datanglah pengantin laki-laki tersebut. Gadis-gadis yang sudah siap, ikut masuk ke pesta perkawinan bersama pengantin laki-laki. Kemudian pintu ditutup dan dikunci. Lalu gadis-gadis bodoh berkata sambil memohon agar pintu dibukakan bagi mereka.Tetapi pengantin laki-laki itu menjawab Aku tidak mengenal kamu.
Dalam perumpamaan ini, kembali kita diingatkan untuk terus berjaga-jaga dalam kehidupan kita. Berjaga-jaga bisa diartikan juga dengan waspada. Namun lebih dari sekedar waspada kapan mempelai itu akan datang, berjaga-jaga dalam hal ini berarti juga kita harus mempersiapkan diri sejak awal apa yang dibutuhkan dalam masa penantian itu sehingga ketika waktunya tiba, pelita kita tetap menyala.
Hal serupa dituliskan dalam Imamat 6:12-13, bahwa api di atas mezbah harus dijaga tetap menyala jangan sampai padam. Para imam harus menjaganya dengan terus menaruh kayu bakar tepat pada waktunya sehingga api itu terus bisa menyala.
Pertanyaannya adalah, apakah api Tuhan itu masih menyala dalam mezbah kita? Apakah kita menyediakan kayu bakar atau minyak itu sehingga api itu terus menyala?
Jika kita ingin api itu terus menyala dalam hidup kita, satu-satunya cara bagi kita adalah dengan terhubung dengan Tuhan. Dialah sumber bahan bakar kita. Waktu-waktu yang kita khususkan dengan Allah adalah satu-satunya cara kita untuk mempersiapkan diri sehingga kita siap sedia ketika hari Tuhan itu tiba.
Saudara-saudara, mari kita sadari bersama bahwa tidak ada yang lebih penting dalam hidup ini daripada waktu kita bersekutu dengan Allah. Tanpa Tuhan segala sesuatu yang kita lakukan adalah sia-sia. Jadikanlah waktu bersekutu dengan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup Anda.
Pesan Penggembalaan - Oktober 2024
%20(72).jpg)
%20(10).jpg)






.jpg)

Comments
Post a Comment