Warta Minggu, 20 Oktober 2024
Warta Minggu, 20 Oktober 2024
PERUMPAMAAN
LALANG DI ANTARA GANDUM
Yesus
membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal
Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur,
datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai
berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang
itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di
ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang
melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan
supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab
mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama
sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai:
Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar;
kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
Matius
13:24-30 (TB)
Perumpamaan tersebut merupakan gambaran mengenai
keberadaan umat pilihan dan orang tak beriman di dunia ini. Keberadaan sebagai
orang kudus tebusan Kristus, tidak menghindarkan umat dari kebersamaan dengan
orang-orang yang tidak beriman di dunia ini. Meski berstatus sebagai orang
kudus, umat pilihan tidak serta merta diisolasi dan tinggal bersama dalam suatu
area secara eksklusif. Di dalam penjelasan-Nya, Yesus menyampaikan bahwa Tuhan
membiarkan orang-orang jahat berada di tengah-tengah umat untuk kepentingan
umat sendiri. Namun buah yang dihasilkan dari kehidupan mereka akan
memperlihatkan, yang manakah orang jahat dan yang manakah umat Tuhan. Sehingga pada akhir zaman, Tuhan
datang untuk memisahkan umat pilihanNya dari orang-orang yang melakukan
kejahatan dan orang-orang yang menyebabkan orang lain berbuat dosa.
Ada 3 hal yang bisa kita pelajari dari perumpamaan ini
01. Ayat 25, “…tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu,lalu pergi. Kita tetap harus waspada sebab benih ilalang itu disebarkan musuh (iblis) “ Artinya, kejahatan bisa menguasai hidup di saat kita lengah, tidak berada dalam keadaan waspada, lalai, tidak berhati-hati dan tidak bersikap tegas terhadap godaan. Begitu kuatnya pengaruh baik dan pengaruh jahat berperang dalam diri kita. Mungkinkah kita setia pada nilai-nilai kebenaran ketika pengaruh negatif dan jelek begitu dominan dalam hidup sehari-hari yang melingkupi kita?
02. Yang membedakan kita adalah pertumbuhan yang menghasilkan buah. Ayat 26 “Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir,nampak jugalah lalang itu”. Kedewasaan rohani tidak diukur dari berapa lamanya seseorang menjadi Kristen, tidak juga diukur dari kefasihannya dalam berdoa panjang-panjang atau tinggi jabatannya di gereja dan kesibukannya dalam mengikuti kegiatan pelayanan, tetapi diukur dari kedekatan orang tersebut dengan Tuhan dan bagaimana ia menghasilkan buah-buah dari kehidupannya “…jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” (Matius 7:20).
2 Korintus 4:8-9 (TB) Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
03. Lebih mengenal kemurahan hati Allah kita, setiap kita yang masih hidup didunia ini masih diberikan kesempatan untuk berubah. Ayat 30 “…biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berbekas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku’’.
Mazmur 103:8-12 (TB) TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
Memang secara genetis Lalang tidak bisa berubah menjadi Gandum. Pesan perumpaan ini bukan tentang struktur genetika tanaman, melainkan kita diajar untuk melihat tentang kemurahan Tuhan dalam menunggu Lalang itu bertobat dan berubah menjadi Gandum. Tapi kalau pada akhirnya Lalang tetap menjadi Lalang,itu adalah pilihan seseorang.
Dalam dunia ini, orang-orang benar
hidup bersama-sama orang-orang yang menyesatkan dan yang melakukan kejahatan.
Secara kasat mata sulit membedakan manakah yang sungguh-sungguh orang-orang
benar dan yang sungguh-sungguh penyesat. Itulah sebabnya untuk sementara waktu
sampai Kristus datang, para penyesat dan pembuat kejahatan dibiarkan hidup
bersama orang-orang benar. Namun orang-orang benar harus bertahan sampai musim
menuai dan akan muncul sebagai pemenang.
Mari gunakan
kemurahan dan kesabaran Tuhan sebagai kesempatan untuk kita bertumbuh, berubah
dan berbuah kebenaran bagi Tuhan. Jangan iri dan jangan tergoda untuk melakukan
hal yang sama dengan orang yang melakukan kejahatan dan menjadi berhasil.
Semuanya akan nyata kelak di hadapan Allah.
Pesan Penggembalaan - Oktober 2024
%20(71).jpg)
%20(10).jpg)




.jpg)

Comments
Post a Comment