Warta Minggu, 06 Oktober 2024

  Warta Minggu, 06 Oktober 2024


MENERIMA YANG TUHAN SUDAH SEDIAKAN

Matius 13:44-46 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. 45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. :46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.

Salah satu tujuan Tuhan dalam menuntun kita me “rebuild”/ membangun ulang seperti yang Ia rancangkan adalah menjadikan kita bejana yang siap menerima segala hal yang Tuhan sediakan. Mengapa? karena rancangan perubahanNya yaitu menjadikan serupa denganNya mustahil dilakukan dengan kekuatan kita. Namun, Tuhan tidak bekerja setengah-setengah, Ia mau memberikan semua yang Ia sediakan untuk memampukan perubahan itu terjadi. Inilah maksud utama ketika Tuhan mengatakan Ia datang untuk memberikan hidup berkelimpahan dalam segala hal.

Melalui dua perumpamaan yang kembar dalam pengertiannya, Tuhan mau menyampaikan kebenaran ini. Ketika seseorang menerimaNya dan menjadi bagian dari Kerajaan sorga ada banyak hal yang mereka  masih perlu terima dan jauh lebih besar dari yang mereka pikirkan tapi sangat mereka butuhkan. Ini diumpamakan sebagai harta yang terpendam atau seperti sebuah mutiara yang indah. Ini alasannya mengapa renungan ini memberikan judul yang mengajak kita “menerima yang Tuhan sudah disediakan.”

Kita senang menerima dari Tuhan, tetapi tanpa disadari kita sering hanya fokus untuk menerima hal-hal yang bukan esensial, lebih menjawab kebutuhan sementara, dan lebih sekedar dampak yang menyusul kalau kita menerima yang utama, seperti kekayaan, kepintaran, promosi karier atau usaha, perlindungan dan lain sebagainya. Mari menerima kebenaran, pembentukan dan kemampuan untuk terus dibentuk dan berubah sehingga hidup semakin berdampak dan berguna bagi kemuliaanNya.

Namun, hal luarbiasa ini yang akan membawa kita kepada kegenapan seluruh perubahan rencana Tuhan, sekalipun Ia sediakan untuk semua orang yang percaya kepadaNya, tetapi hanya akan diterima oleh orang yang rindu untuk menerima dan mengalami seutuhnya. Bagaimana kita menerimanya? Kita mau “bayar harga” nya. Hal penting sebelum membahas tentang bayar harga, ini bukan berarti keselamatan berbayar. Keselamatan memang mahal harganya, namun sudah lunas dibayar melalui pengorbanan kristus sehingga manusia yang mustahil bisa membayarnya bisa menerima dengan cuma-cuma.

Harga yang dibayar yaitu menjual seluruh hartanya berhubungan dengan kebenaran “dimana hartamu berada disitu hatimu berada” (Matius 6:21). Hal-hal dimana hati kita berada, tetapi akan menghalangi kita menerima yang terbaik yang Tuhan sediakan untuk membawa kita kepada perubahan seutuhnya harus dilepas. Hal yang dibayar ini  bukan hanya soal meninggalkan kehidupan lama yang rusak dan jahat tetapi yang sama pentingnya melepaskan hal-hal yang baik tetapi akan menghalangi kita menerima yang benar dan terbaik dari Tuhan. Paulus membagikan apa yang Ia alami, Ia melihat segala yang baik yang Ia punya itu tidak ada apa-apanya bahkan terlihat sebagai hal yang merugikan bila dibandingkan dengan pengenalan akan Tuhan (Filipi 3:7-8)

Bagaimana perjalanan perubahan kita dalam menuju kepada keserupaan Kristus? Tuhan menetapkan ukuran perubahan ini, karena inilah yang terbaik dan terbenar. Kalau kita sedang terus bergerak maju bersyukurlah. Namun, bila tidak, mungkin ada hal-hal baik yang masih menguasai hati kita yang perlu dilepas sebagai harga yang harus dibayar untuk menerima perubahan yang sangat berharga dan tak ternilai.

 












Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025