Warta Minggu, 29 September 2024

  Warta Minggu, 29 September 2024

RANCANGAN SEMPURNA YESUS UNTUK GEREJA

Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu Efesus 1:22-23

lihatlah rancangan sempurna Tuhan akan gereja di firman ini. Tuhan mendeklarasikan bahwa Dia akan menaklukkan segala sesuatu, dan ini berarti termasuk segala hal yang paling membahayakan dan menakutkan pun akan dikalahkan. Jikalau, Tuhan hanya mau menunjukkan bagaimana kehebatan kuasaNya, maka  firmanNya “segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus” diberikan tanda titik, tanpa kalimat lanjutan. Tetapi, Tuhan langsung memberikan pernyataan yang menghubungkan kehebatan kuasaNya dengan gereja yang didirikanNya. Ia yang memiliki kehebatan kuasa tersebut mengatakan  bahwa Ia adalah kepala dari gereja (ay 22b). lebih lanjut dikatakan karena keberadaanNya sebagai kepala gereja, maka gereja sebagai tubuhNya menjadi tempat kepenuhan keberadaan Dia yang mengalami nyata kehebatan kuasaNya.

Itulah sebabNya mengapa waktu Tuhan pertama kali menyatakan akan mendirikan gereja, Tuhan menghubungkan dengan keberadaanNya sebagai “Mesias” (Matius 16:15-18). Kesempurnaan karya ke- MESIAS”-an Nya tidak berhenti sampai keselamatan yang Ia sediakan dengan pembayaran lunas melalui pengorbananNya diatas kayu salib. Tetapi, Tuhan mau kita yang percaya menerima kekayaan utuh keselamatan yang akan dikerjakan melalui gereja. Seperti apakah kekayaan utuh dari keselamatan yang Tuhan sediakan?

Kekayaan utuh keselamatan adalah menjadikan GerejaNya, yaitu kita, menjadi tempat Persekutuan Rohani. Sebagai orang-orang percaya kepadaNya kita menemukan keluarga Rohani. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah gereja menjadi tempat perlindungan Rohani. Gereja menjadi “bait Roh Kudus”. Roh Kudus hadir ke bumi setelah kembalinya Yesus ke sorga mulia, untuk menyertai orang percaya setiap saat. Ini disempurnakan dengan memakai manusia yang dipercayakan sebagai pemimpin-pemimpin digereja untuk menyatakan (bukan menjadi) perlindungan Rohani yang Tuhan sediakan.

Hal terakhir berhubungan dengan kekayaan utuh keselamatan yang disediakan adalah gereja  menjadi tempat pertumbuhan Rohani. Tuhan menetapkan, bukan menganjurkan, semua yang menerima keselamatanNya harus bertumbuh dan menjadi murid Kristus, bukan murid pendeta atau pemimpin Rohani lainnya. Dalam bertumbuh menjadi gereja, kita bukan “bergereja”- mental pasif dan hanya menjadi penerima dan mau hanya yang menguntungkan/ menyenangkan. Kita menjadi gereja dengan “menggereja” yaitu menjadi bagian aktif seperti anggota tubuh Kristus yang harus berpartisipasi melakukan saling dengan anggota tubuh lainnya untuk bertumbuh bersama.  

               Semua kekayaan utuh yang luar biasa ini tidak akan terjadi tanpa bagian kita. Kegenapan terjadi, jika kita sebagai gereja Tuhan mempunyai kesatuan di gereja-gereja lokal dimana Tuhan tuntun saudara untuk bergabung. Bagaimana kita memiliki kesatuan? Kita diperintahkan untuk “saling mengasihi sebagai saudara” (Roma 12:10) Bahkan, Tuhan menegaskan melalui firmanNya bahwa kita ini telah betul menjadi anak Allah ketika kita mengasihi sesama orang percaya sebagai saudara seiman ( 1 Yohanes 3:10+14).

               Bagaimana kita menghidupi saling mengasihi sebagai saudara seiman? Pertama, menghayati kasih Tuhan kepada kita. (1 Yohanes 4:11; 1 Tesalonika 4:9). Ingat! kasih Tuhan bukan saja memulihkan tetapi memampukan kita mengasihi orang lain dengan kasihNya. Kedua, Bertumbuh dalam kebenaran yang akan memperlengkapi kita dalam mengasihi dengan benar sebagai saudara seiman (1 Petrus 1:22).  Ketiga, mempraktekkan pengampunan karena tidak ada satupun saudara seiman kita yang sempurna sebagaimana kita juga (1 yohanes 3:16; Efesus 4:31-32; Matius 18:21-22))


Pesan Penggembalaan - September 2024


 












Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025