Warta Minggu, 08 September 2024
Warta Minggu, 08 September 2024
Tertanam dalam
Gereja Lokal
Pandemi Covid-19 adalah peristiwa yang sangat memengaruhi
kehidupan warga dunia, termasuk orang-orang percaya. Setelah pandemi mereda,
dalam diri banyak orang Kristen telanjur terbentuk gaya hidup baru yang semakin
bersifat individualis.Mereka merasa lebih nyaman beribadah secara online
melalui tayangan langsung di YouTube dan saluran-saluran lainnya daripada
mengikuti pertemuan secara on site dengan kehadiran fisik. Tentu tidak ada
salahnya kita beribadah secara online; ibadah online banyak sekali manfaatnya,
apalagi di masa pembatasan aktivitas berkumpul saat pandemi. Tuhan memakai
teknologi internet untuk menolong kita untuk dapat mengatasi situasi yang tidak
normal tersebut. Bahkan sesudah pandemi mereda pun, penggunaan teknologi
internet pun masih kita perlukan untuk menolong kita untuk melakukan
pemuridan/pelatihan dari jarak jauh di kota-kota yang sangat sibuk serta ke
berbagai lokasi yang jauh.Sayangnya banyak orang Kristen tidak menyadari
persekutuan langsung sesama orang percaya dalam gereja lokal sangatlah penting
untuk pertumbuhan mereka agar berbuah-buah.
Mengapa kita
perlu tertanam dalam gereja lokal? Apa saja maksud pentingnya?
1. Keselamatan berkaitan dengan ketercantuman kita ke dalam Tubuh
Kristus/gereja lokal (Efesus 2:1-22)
Menurut
Efesus pasal 2, keselamatan bukanlah hanya berarti orang mengalami pengampunan
dosa oleh penebusan Kristus, melainkan orang mengalami tiga hal yang esensial:
a. dibaptis atau dicantumkan ke dalam Tubuh Kristus (Ef. 2:11-18); b.
dilahirkan baru ke dalam keluarga ilahi dengan Allah sebagai Bapa (Ef.
2:18-19); dan c. menjadi batu hidup yang tertanam dan disusun rapi menjadi Bait
Roh Kudus. Singkatnya, keselamatan juga berarti ketertanaman ke dalam gereja
lokal yang adalah Tubuh Kristus.Keselamatan dan kelahiran baru sangat erat
berkaitan, bahkan pasti diikuti, dengan ketertanaman seseorang ke dalam gereja
lokal.
2.Tertanam dalam gereja lokal berarti mendapat tudung rohani yang melindungi
jiwa kita (Ibrani 13:17)
Alasan
dan maksud penting kedua mengapa kita perlu tertanam di dalam gereja lokal
adalah karena Allah menyediakan tudung rohani dalam gereja lokal untuk
melindungi kita dari bahaya serangan musuh. “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan
tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai
orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan
melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan
membawa keuntungan bagimu.” (Ibr. 13:17). Ternyata, kepada setiap pemimpin ( gembala
) di gereja lokal diberikan sebuah tudung rohani untuk melindungi jemaat yang
ada di bawah kepemimpinannya. Siapa yang memberikan dan memercayakan tudung
rohani ini? Kristus sendiri, Sang Kepala Gereja. Ini berarti jika seseorang
tidak bergabung ke dalam gereja lokal, atau dia tidak taat dan tunduk kepada
pemimpin gereja lokalnya, dia tidak akan ternaungi oleh tudung perlindungan
tersebut. Padahal, tudung perlindungan tersebut sangatlah penting untuk
melindungi kita dari serangan “serigala”, dari doktrin-doktrin ekstrem serta
ajaran-ajaran sesat yang berusaha menyelewengkan jiwa kita. Karena itu,
komunitas lokal barulah disebut sebagai gereja lokal, kalau sudah ditetapkan pemimpin
sebagai gembala yang berjaga-jaga atas jiwa jemaat yang ada di dalamnya. Tugas gembala
ini tidak main-main, dan ini berasal dari Kristus sendiri.
3.Pertumbuhan
dan buah-buah terjadi lewat disiplin rohani dalam gereja lokal (Matius
18:15-20)
“Bagaimana
pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya
sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di
pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Apabila saudaramu berbuat dosa,
tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah
mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau
dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu
tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya
kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia
sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku
berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di
sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi
Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta
apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di
tengah-tengah mereka.” (Mat. 18:12, 15-20)
Perikop
di atas berbicara dari konteks disiplin rohani yang harus diterapkan oleh
gereja lokal. Apabila ada domba yang tersesat kita masing-masing wajib
menasihati domba tersebut.Tindakan menasihati ini bukan hanya dilakukan sekali,
tetapi perlu terus-menerus. Bagaimana caranya? Kita harus melakukannya secara
empat mata (pribadi). Jika domba tersebut tidak mendengarkan, bawalah dua atau
tiga orang (komunitas inti: kompak, pemuridan) sebagai saksi. Keberadaan dua
atau tiga orang ini penting karena di dalam komunitas dua atau tiga orang
tersebut ada kuasa kesepakatan sehingga mereka dapat menggunakan kunci kerajaan
untuk melepaskan jiwa tersebut dari dosa-dosa yang mengikatnya.Inilah alur dan
proses disiplin rohani yang seharusnya diterapkan gereja lokal. Jika
diterapkan, jemaat yang terikat dosa dan yang ingin undur dari gereja lokal
dapat dibebaskan dan kembali bertumbuh sehat bersama komunitas jemaat.Dengan
tertanam dan berkomitmen untuk bersekutu langsung dalam gereja lokal, kita akan
mengalami pertumbuhan dan pengudusan yang membawa kita menuju kesempurnaan.
Selamat mengalaminya!
%20(65).jpg)
%20(10).jpg)




.jpg)

Comments
Post a Comment