Warta Minggu, 18 Agustus 2024

 Warta Minggu, 18 Agustus 2024


Membangun kembali hati untuk bangsa

Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. Bagaimana tidak Aku akan sayang   kepada Niniwe,   kota yang besar itu , yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"

Yunus 4: 10-11

Kisah Yunus menceritakan tentang kemarahan Yunus kepada Tuhan, oleh karena Tuhan mengampuni dosa-dosa bangsa Niniwe setelah mereka mengambil keputusan untuk bertobat. Marah yang dimaksud berarti kesal, sakit hati dan kecewa. Yunus kecewa berat, karena ternyata Tuhan menyatakan belas kasihannya kepada orang Niniwe. Yunus tidak suka bangsa itu dipulihkan dan diselamatkan. Dia lebih suka bangsa itu binasa, dimusnahkan Tuhan. Dia begitu membenci Niniwe karena dia menganggap Niniwe adalah musuh Israel. Bahkan saking kecewanya Dia dengan keputusan Tuhan menyelamatkan Niniwe, membuat Yunus menginginkan kematian.  Yunus melarikan diri karena dia sangat membenci Niniwe sehingga tidak menginginkan pertobatan bangsa itu. Sebaliknya Dia ingin Niniwe dibinasakan oleh Tuhan.

Dari kisah ini kita dapat menarik pelajaran penting

Kegagalan Yunus memahami kasih Allah kepada semua bangsa

Saat Niniwe bertobat karena peringatan yang Yunus berikan. Tuhan tidak jadi menghukum kota itu. Mereka bertobat, merendahkan diri dan berdoa kepada Tuhan, sehingga Tuhan mengampuni dan membatalkan hukumanNya atas kota tersebut. Pertanyaannya: Mengapa Yunus marah pada pertobatan orang Niniwe? seharusnya Yunus senang dan bersyukur karena bangsa yang jahat mau bertobat dan berubah karena peringatan yang diberikannya. Ada beberapa alasan yang memungkinkan Yunus marah

- Niniwe adalah musuh Israel yang telah menindas dan membuat Israel menderita.

- Yunus di utus Tuhan untuk memberitahukan penghukuman Tuhan atas Niniwe, tetapi Tuhan membatalkan hukumanNya karena pertobatan kota itu.

- Yunus menganggap Tuhan tidak konsisten dengan perkataanNya

Bagaimana dengan kita, pernahkah kita marah pada orang orang yang membenci kekristenan? Yang menghalangi injil tersebar? Yang menghalangi pembangunan rumah ibadah? Yang menganiaya orang Kristen? Apakah kita menginginkan penghukuman Tuhan atas mereka atau kita merindukan pertobatan mereka? Apakah kita menjadi marah atas kesempatan yang Allah berikan untuk mereka bertobat dan memberikan pengampunan kepada mereka?

Kekristenan tidak di ajar untuk membalas perbuatan jahat yang orang lakukan kepada kita. Kekristenan mengajarkan kita untuk mengasihi dan memberkati mereka. Tuhan ingin kita mendoakan mereka supaya hati mereka diterangi oleh Injil kebenaran. Tuhan ingin kita menaruh belas kasihan kepada mereka yang menganiaya dan mengharapkan pertobatan mereka. Yunus marah karena Yunus menolak kenyataan bahwa Allah mengasihi bangsa bangsa lain juga selain Israel. Menanggapi hal ini Tuhan memberikan pelajaran kepada Yunus melalui pohon jarak ulat dan angin Timur. Yunus begitu marah ketika pohon jarak yang membuat dia nyaman itu di makan ulat, dia juga sangat marah ketika pohon itu menjadi kering dihembuskan angin timur. Padahal Yunus tidak pernah menanam dan memilihara pohon itu. Pohon jarak itu tidak ada artinya dibandingkan dengan keselamatan 120 ribu orang lebih yang ada di Niniwe. Tuhan menciptakan dan memelihara orang Niniwe, bagaimana mungkin  Tuhan tidak akan sayang. Tetapi Yunus tidak peduli dengan keselamatan orang Niniwe, dia lebih peduli dengan kematian pohon jarak yang telah memberi keuntungan baginya.

Penutup

Melalui kisah Yunus Tuhan ingin kita menyadari bahwa Allah adalah Allah yang mengasihi semua orang, apapun suku dan agamanya, karena setiap orang begitu berharga dimata Allah. Allah tidak ingin manusia binasa karena dosa dosanya. Untuk itu Yesus Kristus datang ke dunia untuk menyelamatkan dunia dari dosa. Kita adalah Yunus yunus yang dikirim Tuhan untuk menyampaikan berita pertobatan sekaligus kasih karunia Allah yang menyelamatkan kepada bangsa ini. Jangan sampai kegagalan Yunus memahami kasih Allah kita ulangi. Mengapa? Karena hati kita telah di terangi oleh Injil. Jika Tuhan sayang kepada Niniwe, tentunya Tuhan juga sangat sayang kepada bangsa Indonesia. Apa yang bisa kita lakukan untuk bangsa ini?


Pesan Penggembalaan - Agustus 2024










Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025