Warta Minggu, 01 September 2024
Warta Minggu, 01 September 2024
MEMPERHATIKAN KASIH SETIA TUHAN DI GEREJANYA
15
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku
ini?" 16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah
yang hidup!" 17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin
Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang
di sorga. 18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas
batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan
menguasainya Matius 16:15- 18
Dengan segala kemajuan teknologi yang terjadi saat
ini, semakin banyak juga hal menarik
yang meminta perhatian kita. Menghadiri pameran produk-produk canggih,
mengunjungi tempat wisata baru yang penuh keunikan dan sebagainya. Namun, seseorang bisa sedemikian terkagum akan hal
sementara ini, sehingga mengabaikan hal yang justru harus mendapat perhatian
utama. Firman mengingatkan akan hal yang kita harus perhatikan setiap hari yang
menjamin kita selalu penuh pengharapan. Hal tersebut adalah kasih setia Tuhan yang
terus ada dan berlimpah setiap hari. (Ratapan 3:21-23 tetapi hal-hal
inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: tak
berkesudahan kasih setia tuhan, tak habis-habisnya rahmat-nya, selalu baru tiap
pagi; besar kesetiaan-Mu!)
Salah satu hal utama yang Tuhan pakai untuk
menunjukkan kasih setiaNya adalah Gereja. Misi Tuhan Yesus, ketika ada di dunia
,tidak berhenti sampai karya keselamatanNya. Supaya kita terus mempunyai
pengharapan akan pemeliharaan dan penyertaan-Nya yang tidak berkesudahan
setelah menerima karya keselamatan, Ia mendirikan Gereja yang dituntaskan
melalui murid2-Nya setelah Ia naik ke surga. Gereja yang didirikanNya itulah
yang membuat kita punya pengharapan yang kekal karena pintu alam maut-kematian
kekal dan kegelapan tidak dapat menguasai kita.
Namun, mengapa itu kelihatan tidak banyak terjadi di
gereja? Oleh karena salah konsep yang masih menguasai tentang gereja. Gereja
disamakan dengan gedung yang hanya merupakan sarana menghidupi gereja. Gereja disamakan
dengan kegiatan ibadah, nama organisasi dan lain sebagainya. kebenaranNya
tentang Gereja adalah orang-orang yang dipanggil Tuhan, karena menerima karya
keselamatan-Nya, bersekutu untuk bertumbuh semakin serupa Kristus, mengalahkan
pekerjaan- pekerjaaan kuasa kegelapan, dan memperlebar kerajaanNya.
Meresponi kasih setia Tuhan dengan mendirikan gereja,
kita harus menjadi gereja yang menghidupi Persekutuan. Persekutuan, yang
seperti Tuhan rancangkan, terjadi bukan karena kita sudah berkumpul bersama
saja, mendapatkan penghiburan, dan teman untuk melakukan kegiatan sosial
bersama. Dalam Persekutuan, kita berkumpul untuk diperlengkapi melalui jawatan
yang Tuhan berikan bertumbuh “mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar
tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai
dengan kepenuhan Kristus.” (Efesus 4:11-14)
Selanjutnya, yang sama pentingnya, adalah menemukan
dan melakukan pelayanan bagian kita, sesuai dengan kemampuan yang Tuhan berikan.
Pelayanan ini bukan sekedar saudara mempunyai aktifitas kerohanaian, tetapi
untuk saling melengkapi dalam bertumbuh bersama seperti keluarga dan “tubuh”. Dalam
bertumbuh bersama inilah kita mengalami kesempurnaan pertumbuhan yaitu bertumbuh
dalam segala hal ke arah Kristus. (Efesus 4:11,15-16; 2 Timotius 3:15). Sebagai
dampaknya, menjadi kuat dalam kesatuan gereja dan tidak terkalahkan dengan maut
dan kegelapan.
Namun, semua hal diatas terjadi, kita harus lengkapi dengan kesediaan, seperti yang Tuhan ajarkan, yaitu mau mengikuti Yesus, dalam keseharian bukan mingguan atau hari-hari tertentu. Mau mengikuti-Nya dengan kerelaan berkorban seperti memikul salib dengan daya, dana, dan waktu yang Tuhan berikan. (Lukas 9:23)
%20(65).jpg)
%20(10).jpg)




.jpg)
.png)
Comments
Post a Comment