Warta Minggu, 21 Juli 2024
Warta Minggu, 21 Juli 2024
3 Pesan Penting dari Kitab Ezra-Nehemia
Kita berada di bulan Juli, dan tema kotbah untuk Bulan Juli adalah “Joy of Rebuilding” – Sukacita dalam Membangun, yang secara khusus akan fokus pada pembahasan Kitab Ezra-Nehemia.
Pagi ini saya akan menuntun saudara menjelajahi kitab Ezra dan Nehemia untuk menangkap 3 pesan penting yang secara kuat Tuhan ingin disampaikan melalui kedua kitab ini.
Pesan #1: Di balik History dan HIS STORY
History
atau Sejarah adalah catatan peristiwa-peristiwa di masa lalu.
Sedangkan HIS STORY atau Rancangan Alah adalah catatan dari peran serta Allah
di balik peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sejarah itu.
Kitab
Ezra dan Nehemia berulang kali dalam beberapa bagian ayatnya menunjukkan
bagaimana Tuhan mengendalikan sejarah.
Misalnya dalam Ezra 1:1-2, di situ dikatakan Raja Koresh mengeluarkan dekrit,
sehingga bangsa Yahudi bisa secara kembali ke negerinya. Namun di balik itu,
dia bisa bertindak seperti itu karena “Tuhan menggerakkan hati Koresh”.
Jadi Koresh melakukan itu karena dia harus tunduk pada rancangan ALLAH, sesuai dengan timing yang sudah ditentukan, untuk menggenapkan nubuatan yang telah disampaikan Yeremia.
Sejarah bisa bergolak, pemimpin bisa berganti, baik pemimpin yg jahat maupun yg baik, tapi di atas semuanya Allah yang memegang kendali dan sedang menuntun sejarah dunia ini sampai pada kesudahannya.
> Jadi bagaimana sikap kita?
Miliki rasa tenang dan penuh pengharapan, karena sejarah dan masa depan berada
dalam kendali Allah sepenuhnya.
Pesan #2 Di mana ada VISI, di situ
ada RESISTENSI
Kita berharap kalau kita mendapatkan visi
dari Tuhan, maka dalam prosesnya Tuhan
akan membuat segalanya lancar.
Namun faktanya tidak begitu. Yang sering terjadi justru kebalikannya.
Misalnya Daud. Ia mengalami banyak
hambatan dalam perjalananya menuju takhta Israel.
Begitu juga Yusuf, Yosua, Musa, dlsb.
Kitab Ezra dan Nehemia juga mencatat hal tsb.
Nehemia mendapatkan visi dari Tuhan untuk membangun kembali tembok Yerusalem
yang runtuh, namun dalam proses pembangunannya, ia mengalami banyak sekali
hambatan dan pertentangan.
Mengapa demikian?
Karena ada 2 hal:
1.
Karena Iblis tidak suka visi
Tuhan terlaksana.
2. Karena sementara kita membangun ProyekNya, Tuhan sedang membangun kita.
> Jadi bagaimana sikap kita?
Tetap teguh!
Ingatlah, VISI mendorong kita untuk memulai. Namun KETEKUNAN-lah yang membawa
kita ke garis akhir.
Pesan #3. Membangun Tembok Penting.
Membangun Manusia Lebih Penting.
Isi kitab Ezra dan Nehemia bukan saja mencatat bagaimana mereka berjuang membangun bangunan fisik saja, tapi bagaimana mereka berjuang membangun manusia.
Malah kedua kitab ingin menunjukkan bahwa yang lebih repot adalah bagian membangun manusianya!
Membangun Bait Allah sekalipun menghadapi tantangan yang sangat berat, dan sempat terhenti selama 15 tahun, namun toh selesai juga akhirnya dalam waktu 20 tahun.
Begitu juga ketika Nehemia membangun tembok. Walaupun menghadapi tantangan yang berat, namun toh akhirnya tembok berhasil dibangun dalam waktu 52 hari!
Tapi membangun manusinya yang terus bergumul.
Pelanggaran yang dilakukan oleh bangsa Yahudi tentulah bukan sesuatu yang membanggakan. Namun yang mungkin kita bisa tarik pelajaran dari Bangsa Yahudi adalah sikap mau ditegor dan kembali rekomitmen ke jalan yg benar.
> Jadi bagaimana sikap kita?
Uji Kompas rohani kita.
Kembalilah ke jalurNya.
Lakukan Re-komitmen.
%20(68).jpg)

%20(10).jpg)








.jpg)

Comments
Post a Comment