Warta Minggu, 09 Juni 2024

 Warta Minggu, 09 Juni 2024


Keramahtamahan Boaz
Rut 2 : 8 - 8.Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: ”Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan.

Boaz adalah seorang bangsawan kaya dari Betlehem, sebuah kota kecil di wilayah Yehuda. Nama Boaz mungkin tidak sepopuler Daud atau Musa, tetapi perannya dalam Kitab Rut memiliki makna yang sangat mendalam. Kisah ini dimulai ketika Naomi, seorang wanita Israel yang ditinggalkan suami dan kedua anak laki-lakinya di tanah Moab, memutuskan untuk kembali ke Betlehem bersama menantunya yang setia, Rut. dan inilah yang sedang dialami oleh Ruth dan Naomi saat kembali ke Betlehem. Mereka datang sebagai orang asing dari Moab, Wanita, Janda, miskin, sangat rentan sekali mendapat ketidakadilan dan kejahatan di negara israel. tetapi di tengah keadaan sulit itulah mereka bertemu dengan Boaz yang memberikan kermaha-tamahan.

Tidak hanya seperti Rut dan Naomi yang mengalami hal seperti mereka yang membutuhkan keramahtamahan dari sesamanya. dunia sedang menyuarakan untuk negara-negara menyambut yang namanya refugee, karena mereka adalah orang-orang yang lari dari negaranya karena ketakutan dan ancaman, maka negara-negara yang harus menyambut kedatangan mereka sebagai orang asing dan ini adalah sebagai bentuk keramahtamahan.

Kita sebagai anak Tuhan kadang bingung harus merespon apa kepada mereka yang tertindas, teraniaya dan bahkan kita bingung merespon kepada mereka yang adalah orang asing. Maka kita bisa belajar dari Boaz dalam memberikan keramahtamahan bagi mereka yang asing, tertindas dan sendirian. 2 alasan kenapa kita juga perlu memberikan keramahtamahan.

  1. Keramahtamahan adalah hatinya Tuhan 

Lukas 19:10 (TB) - "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

Apa itu Keramahtamahan? di dalam Bahasa Yunani keramahtamahan adalah philoxenia, philo itu berarti love dan xenos itu stranger. Jadi pada masa alkitab orang yang saleh adalah orang yang mempraktekan hospitality, banyak contoh di dalam alkitab. 

Banyak sekali yang Tuhan Yesus lakukan dan contohkan bagaimana Dia menyambut semua orang, menerima semua orang, bahkan mati bagi mereka yang tersesat, sendirian dan juga lemah.

Keramahtamahan Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi tanpa syarat, memberi tanpa pamrih, dan menerima semua orang tanpa memandang latar belakang mereka. Yesus selalu memperhatikan yang terpinggirkan, menyediakan pengampunan bagi yang bersalah, dan mengutamakan kepentingan orang lain di atas diri-Nya sendiri. Dalam pelayanan-Nya, Yesus menunjukkan kerendahan hati, kesediaan untuk melayani, dan kegembiraan dalam menyampaikan kabar baik kepada semua orang. Kasih-Nya yang tak terbatas, penerimaan-Nya yang luas, dan pengampunan-Nya yang melimpah adalah teladan yang patut diteladani dalam kehidupan kita sehari-hari. Melalui keramahtamahan Yesus, kita dipanggil untuk menjadi saluran berkat dan cahaya kasih Allah bagi dunia di sekeliling kita.

2.               Keramahtamahan adalah tindakan kasih

Kita kadang kalau memberi melakukannya dengan setengah-setengah, kenapa? Karena selalu berfikir untung dan rugi. keramahtamahan dipahami sebagai tindakan kasih yang dilakukan tanpa pamrih. Ini bermakna bahwa ketika seseorang mempraktikkan keramahtamahan, mereka tidak hanya menyediakan kebutuhan fisik atau memberikan bantuan, tetapi juga melakukannya dengan niat tulus untuk membuat orang lain merasa disambut, dihargai, dan diterima. Keramahtamahan tidak hanya sebatas tindakan fisik, tetapi juga menunjukkan sikap hati yang hangat dan terbuka terhadap orang lain.

Contohnya, ketika seseorang membuka rumahnya untuk menyambut tamu dengan ramah, mereka tidak hanya menyediakan tempat untuk beristirahat atau makan, tetapi juga menghadirkan suasana yang hangat dan nyaman, menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada tamu. Ini menunjukkan bahwa keramahtamahan melampaui sekadar tindakan fisik, tetapi juga mencakup dimensi emosional dan relasional, di mana tujuannya adalah untuk membuat orang lain merasa diterima, dihargai, dan dicintai.

"Keramahtamahan adalah tindakan sederhana yang dapat mengubah dunia. Dengan menyambut orang lain dengan tangan terbuka, kita menyebarkan cinta dan kebaikan." - Mother Teresa

 

Pesan Penggembalaan - Juni 2024












Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025