Warta Minggu, 19 Mei 2024

 Warta Minggu, 19 Mei 2024

Roh Yang Memperbarui Orang Percaya

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 1 Korintus 6: 19

Pendahuluan

Korintus adalah sebuah kota metropolitan di Yunani yang sangat terkenal. Kota ini menjadi pusat perdagangan yang sangat ramai, kaya raya secara materi, namun bejat secara moral. Paulus bersama rombongannya tinggal selama 18 bulan dan mendirikan jemaat Kristen di kota Korintus. Jemaatnya terdiri dari sedikit orang Yahudi dan mayoritas orang Yunani yang dahulu adalah penyembah berhala dan penganut faham filsafat Yunani. Surat 1 Korintus ditulis oleh Paulus dalam perjalanan Penginjilan yang ke-3, saat ia berada di kota Efesus. Banyak masalah muncul di dalam jemaat Korintus karena mereka hidup secara duniawi dan tidak dengan tegas memisahkan diri dari masyarakat yang menyembah berhala di sekeliling mereka. Dalam perikop ini Paulus menegaskan kepada jemaat Korintus bahwa tubuh ini adalah bait Roh Kudus, rumah bagi Roh Allah dan tempat kediaman Allah. Pemahaman filsafat Yunani mengatakan bahwa tubuh manusia nilainya rendah. Faham ini berkata: tubuh manusia adalah penjara jiwa. Karena jiwa itu baik, sedangkan tubuh adalah jahat, maka kita harus berusaha melepaskan jiwa dari tubuh. Untuk itu Paulus melalui suratnya mematahkan pemahaman tersebut, karena tubuh kita juga adalah ciptaan Allah, dan diciptakan untuk melakukan maksud maksud Allah. Untuk melawan ajaran dan pandangan yang salah terhadap tubuh manusia, maka Paulus berkata: “Tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus?”. Karena jemaat di Korintus sudah dipengaruhi oleh ajaran dan pandangan filsafat yang sesat menyebabkan mereka mengabaikan kekudusan tubuh sebagai tempat tinggal Roh Kudus, tempat kediaman Allah yang kudus.

Dampak ketika Roh Kudus mendiami hidup kita, yaitu:

1. Memberi kekuatan untuk menang dalam pergumulan batin (Roma 7:22-23)

Pahamilah bahwa di dalam jiwa kita (yaitu hati dan pikiran) dipengaruhi oleh 2 kekuatan yang berbeda, yaitu: Keinginan yang baik (Roh Kudus) dan Keinginan yang jahat (kedagingan, sifat-sifat lama)

Roma 7:22-23 “Sebab di dalam batinku, aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang  melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa  yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.”

Kedua kekuatan tersebut saling tarik menarik. Siapa yang menang dari pertempuran itu tergantung kepada kekuatan mana hati kita memberi perhatian. Jika kita memberi hati kita makanan yang rohani dan mengijinkan Roh Kudus berkuasa, Ia akan menguasai kita. Tapi jika kita membiarkan rohani kita kelaparan dan memberi makanan kepada kedagingan atau sifat-sifat lama dalam diri kita, maka tubuh kita yang berkuasa dengan keinginan-keinginan dosa.

Roma 8 : 5 “Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.”

2. Hidup dipenuhi Buah Roh Kudus

Galatia 5:22–23 “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

1 Korintus 9:27 “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”

Buah Roh akan termanifestasi nyata kepada orang-orang yang hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus. Ini adalah hal yang alami/ natural. Jika kita memberi perhatian pada hal hal rohani, maka hal rohani lah yang akan kita hasilkan. Perubahan hidup bukanlah sesuatu yang mustahil, bila Roh Kudus menuntun kehidupan kita. Saat ini manakah yang menguasai hidup Saudara? Keinginan Roh atau keinginan daging? Manakah yang Saudara beri perhatian?

 

 Pesan Penggembalaan - Mei 2024














Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025