Warta Minggu, 02 Juni 2024

 Warta Minggu, 02 Juni 2024

APELES, PRIBADI YANG TAHAN UJI DALAM KRISTUS (Roma 16:10a)

Dalam kita terus membangun ulang hal-hal yang perlu dalam kehidupan kita sesuai dengan apa yang Tuhan mau ajarkan di tahun 2024 ini, bulan ini kita mau belajar dari tokoh-tokoh yang disebut di alkitab, yang jarang atau bahkan belum pernah di kotbahkan. Ketika Tuhan mencantumkan mereka, tentunya ada contoh/ teladan yang kita bisa pelajari. Hari ini kita akan mempelajari satu tokoh yang cuma sekali disebut di perjanjian baru yaitu Apeles. Namun, sekalipun disebut 1 kali dalam setengah ayat saja tetapi teladan yang diberikan itu luar bisa yaitu menjadi orang yang telah tahan uji bukan dalam ujian sekolah, kerjaan tetapi dalam Kristus.

            Dalam kita mengikut Tuhan, Ia tidak pernah janji bahwa kita akan bebas dari ujian. Firman mengingatkan ujian bisa bsaja ukan satu. Namun, firman juga mengatakan saudara bisa menerimanya sebagai suatu kebahagiaan bukan karena ujiannya tetapi hasil yang akan diperoleh ketika kita menjadi tahan uji. Hasilnya adalah bertumbuh dalam ketekunan yang akan membuat kita semakin sempurna dan utuh dalam Tuhan (Yakobus 1:2-4 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun)

            Dalam ujian apakah kita harus menjadi tahun uji? Yang pertama dalam ujian akan pengajaran sesat yang sudah diperingatkan akan merajalela di akhir zaman. Tuhan memperingatkan untuk kita waspada. Penyesat-penyesat ini bukan saja muncul dari antara kita tetapi akan memakai nama Tuhan, Dimana pada puncaknya mereka mengaku sebagai mesias (matius 24:4-5). Bagaimana kita bisa tahan uji? Kita perlu bertumbuh dalam segala arah kearah kristus, sehingga kata firman, kita tidak akan dapat diombang-ambingkan oleh rupa2 angin pengajaran yang mau menyesatkan (Efesus 4:13-14… kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan)

            Kedua, dalam ujian mengalami tekanan hidup. Selama kita masih hidup di dunia yang penuh dengan berdosa, dari waktu ke waktu kita akan menghadapi tekanan. Kita diuji untuk berkompromi dengan hal yang tidak sesuai dengan firman, atau, lebih dari itu, kita menghadapi tekanan-tekanan karena persoalan yang kita hadapi, atau. Untuk itu, kita perlu belajar berpegang teguh kepada janji Tuhan dan selalu membuat pilihan untuk merespon benar- dengan mengucap syukur, tinggal tenang, dsbnya. (Yesaya 30:15 dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu; I tesalonika 5:18  Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu)

        Ketiga, Dalam ujian mengalami kenyamanan. Bila kita tidak akan menyerah dengan tekanan, maka iblis akan menjatuhkan melalui kenyamanan. Kita melihat dalam cerita Alkitab bagaimana raja besar seperti Daud dan Salomo malah jatuh melalui kenyamanan. Oleh karena itu, kita perlu terus menjaga agar roh kita menyala-nyala (Roma 12:11- Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.) dan terus tinggal dalam komunitas yang saling membangun.


Pesan Penggembalaan - Juni 2024










Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025