Warta Minggu, 28 April 2024

 Warta Minggu, 28 April 2024


KEMBANGKAN KARAKTER MENCUKUPKAN DIRI

Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. 7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka (1 Tim 6:6-10)

Ada hal yang menarik tentang kaya dalam firman Tuhan. Salah satu tujuan kedatangan Tuhan ke dalam dunia adalah memberikan kelimpahan dalam segala hal (Yohanes 10:10b), dimana salah satu bentuknya adalah kaya. (Amsal 10:22) Namun, Tuhan memberi LARANGAN untuk keinginan jadi kaya –“Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.” (Amsal 23:4) Bahkan, Tuhan menegaskan bahwa “orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.” Amsal 28: 20b

Sekali lagi, Kaya Tidak Dosa namun Keinginan Menjadi Kaya Mendatangkan Dosa. Dikatakan ayat mas hari ini (ayat 9-10), yang berkeinginan menjadi kaya akan terjatuh ke dalam pencobaan, jerat dan berbagai nafsu hampa dan mencelakakan, dan menenggelamkan  ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Ini pasti membuat kita menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Untuk mengalahkan keinginan menjadi kaya, Tuhan langsung memberikan caranya (ayat 6-8) yaitu mengembangkan karakter mencukupkan diri. Kata ‘mengembangkan’ menunjukkan bahwa karakter ini tidak terjadi begitu saja, kita perlu Belajar Dengan Kemampuan Tuhan’  (Filipi 4:11B-13, …aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku) bagaimana mengembangkan karakter “MENCUKUPKAN DIRI”?

Pertama, Mengelola yang dipercayakan (filipi 4:12). Kita cuma orang-orang yang dipercayakan Tuhan dan harus mengelola yang Dia percayakan, bukan menggunakannya untuk menjadi kaya.   Mengelola yang dipercayakan perlu tuntunan Tuhan karena perlu mengetahui apa yang sang pemilik mau untuk apa kita menggunakannya. Bila tidak kita bisa menjadikan uang sebagai tandingan Tuhan dalam hidup.

Kedua, Memiliki Nilai Utuh Kekayaan-(Amsal 22:1) Kekayaan bukan cuma soal punya deposito berapa, rumah di mana saja, mobil berapa banyak, dan lain sebagainya. TETAPI, bagaimana mempunyai nama baik dan hubungan kasih yang lebih berharga daripada kekayaan jasmani. Dengan kekuatan Tuhan lah kita bisa mempunyai hubungan kasih yang membuat kita merasa sangat ‘kaya’ secara utuh dan bisa mencukupkan diri.

Ketiga, Memusatkan perhatian pada Nilai2 kekal (2 Korintus 4:18) Tuhan menetapkan kita untuk hidup kekal, jadi jangan cuma memikirkan hidup sementara yang didunia saja yang. Gunakan kekayaan yang Tuhan percayakan untuk menerima upah yang kita nikmati dalam kekekalan. (1 Timotius 6:18-19)

Keempat, Menghentikan membandingkan diri dengan orang lain (2 Korintus 10:12) Seringkali kita tidak pernah merasa cukup, karena membandingkan diri dengan orang lain bukan dengan apa yang menjadi rancangan Tuhan buat kita. Ketika kita menemukan, dengan tuntunan Tuhan apa yang menjadi rencanaNya, maka hidup berdampak dan berguna, kita akan semakin mencukupkan diri.

Seseorang disebut kaya apabila dia sudah bisa berkata “cukup” (Renungan Harian)

 

Pesan Penggembalaan - April 2024













Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025