Warta Minggu, 14 April 2024
Warta Minggu, 14 April 2024
Rebuild : MEMAHAMI PEMIKIRAN KRISTUS
MATIUS 16:21-26
Semua tokoh terkenal didunia pasti memiliki hari kelahiran dan hari kematian, tapi tidak satupun dari mereka yang memiliki hari kebangkitan apalagi hari kenaikan ke surga. Berbeda dengan Yesus, Ia satu-satunya yang memiliki hari kelahiran, kematian, kebangkitan dan hari kenaikan ke surga. Sebab Ia adalah Tuhan yang hidup dan berkuasa. Pagi ini kita akan belajar memahami pemikiran Kristus dari peristiwa Yesus bersama dengan murid-muridnya.
Matius 16:21-26
21 Sejak waktu itu
Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem
dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan
ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
22 Tetapi Petrus
menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah
menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
23 Maka Yesus
berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu
sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah,
melainkan apa yang dipikirkan manusia."
24 Lalu Yesus berkata
kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus
menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
25 Karena barangsiapa
mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa
kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Ada beberapa
kejadian yang sangat menarik:
1. Reaksi
Petrus menegur Yesus saat Yesus
memberitahukan rencananya bahwa ia akan menderita, dibunuh dengan menarik Yesus
kesamping.
Petrus mungkin berpikir ini bukan rencana yang keren, mana mungkin Yesus mengalami hal yang demikian, Bapa surgawi pasti rencananya Indah gak mungkin penderitaan apalagi dibunuh. ((ia lupa kalimat terakhir bahwa akan dibangkitkan pada hari ketiga.)
Lalu yang terjadi Yesus menegur petrus dengan cukup keras tetapi yang menarik perkataan Yesus ini tidak ditujukan kepada Petrus melainkan kepada iblis. . 23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." Rupanya iblis menitipkan sebuah pemikiran kepada Petrus yaitu “Sebuah pemikiran yang bertentangan dengan pemikiran Allah !” dan rupanya Petrus setuju dengan pemikiran itu, itu sebabnya ia mengatakannya.
Pikiran kita
adalah tempat pertempuran antara pikiran Tuhan dengan pikiran dari si
jahat.
Pikiran kita itu ibarat kontainer atau tempat penampungan informasi. Tergantung siapa yang menitipkan informasi itu. Suara siapa yang kita dengar, suara siapa yang kita simpan dalam memori kita.
Contoh: Perbedaan cara pikir
dunia dan pemikiran kerajaan Allah:
A. Siapa yang Terbesar? Lukas 22:24-27
Bagi
dunia: Yang
terbesar adalah yang dilayani tapi bagi kerajaan Allah yang melayani
Bagi
dunia: tingkat kebesaran seseorang akan menentukan fasilitas yang dia terima.
Tapi
bagi kerajan Allah yang terbesar adalah yang banyak berkorban/memberi
B. Kemenangan.
Dunia:
kemenangan adalah tidak boleh mengalah/mengalah itu bodoh tapi bagi kerajaan Allah
orang yang mengalah justru dialah pemenangnya. Kejadian 13:9--11
Dunia:
kemenangan berarti tambah kaya, kendaraan, fasilitas, rumah, tambah ini
dan itu vs bagi kerajaan Allah kemenangan itu
adalah semakin serupa kristus.
Dunia: tanah yang baik bak surga itu akan mendatangkan berkat untuknya, tapi pemikiran Allah: Tuhan adalah sumber berkatnya. Kemanapun kamu pergi tetap akan diberkati sebab Allah sumbernya, bukan tanah bak surga yang dilihat lot.
Mari kita isi kontainer pikiran kita dengan Firman Tuhan (baca ABBA.) Penuhi pikiran kita dengan Firman Tuhan agar kita memahami apa yang dipikirkan Allah bukan apa yang dipikirkan manusia. Amin.
2. Setelah menegur Petrus, Yesus mengatakan
kepada semua murid,
Yesus mengatakan "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya. Menyangkal diri berarti melepaskan keinginan daging. Memikul salib artinya belajar untuk mati, supaya menuai kehidupan. Menikah adalah salah satu sarana belajar untuk mati. Bagi yang belum nikah dan belum siap mati jangan nikah dulu. Karena menikah itu adalah sarana belajar untuk mati supaya pernikahan anda menjadi hidup. Kalau anda tidak mau mati maka prernikahanmu tidak akan hidup.
Memikul salib memang berat, sakit, pegel, capek ati…tapi ujungnya kelegaan/berkat Tuhan. Ikut Yesus maka harus berani memikul salib atau menyalibkan daging kita. There is no glory without the cross. Tidak ada kemuliaan tanpa salib.
Kiranya Roh Kudus memimpin saya dan saudara….
Pesan Penggembalaan - April 2024
%20(52).jpg)
%20(10).jpg)




.jpg)

Comments
Post a Comment