Warta Minggu, 17 Maret 2024
Warta Minggu, 17 Maret 2024
IKATAN KASIH DALAM KELUARGA
Sesuai dengan tema gereja kita di bulan Maret ini: Rebuild the Relationship. Januari dan Februari kita membahas tentang Hubungan vertikal dengan Tuhan, yang merupakan DASAR dari hubungan kita dengan sesama yang harus dilandasi dengan KASIH KRISTUS (AGAPE
Kekristenan = Hubungan -->
Komunikasi
Berarti bagi Tuhan, Hubungan sangat penting, terutama dalam lingkup terdekat, yaitu : keluarga (orang2 terdekat). Hubungan perlu dibangun bersama. Bagaimana kita akan memiliki hubungan yang intim dengan seseorang jika tidak diusahakan.
Bagaimana
hubungan kita dengan keluarga (anak-orangtua)? “Baik2
saja”
1. Jarang komunikasi/ enggan
berkomunikasi, dengan alasannya: (= tidak baik)
n
Menghindar
konflik (tidak mau ribut)
n
Kalau ngobrol ujung2nya ribut atau marah
n
Tidak
ada topik untuk ngobrol sama keluarga
n Membosankan - ga asik ngobrol sama keluarga (bicara hanya 1 arah, masing2 minta dimengerti, tapi tidak mau mengerti perasaan lawan bicaranya
2. Relasi tanpa ikatan
3. Relasi dengan ikatan yang kuat (= bonding)
Apa
perbedaan Relasi (tanpa ikatan) dan Relasi dengan Ikatan yang kuat (Bonding)?
Relasi - hubungan antara dua individu yang saling memengaruhi,
mengubah, dan memperbaiki perilaku satu sama lain
Kita dapat memiliki hubungan
(relasi) dengan banyak orang, namun belum tentu punya ikatan. Misal:
relasi pekerjaaan (untuk urusan pekerjaan/ usaha), pertemanan (ada kegiatan yg
sama-sama disukai).
Relasi dengan ikatan yang kuat dimulai dari relasi yang baik
Bonding adalah ikatan yang kuat antara orang tua dan anak. Ikatan emosional ini bisa berupa rasa aman, saling percaya, kasih sayang, saling memahami, dan juga perasaan saling mencintai.
Keluaran 20:12 - Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN Allahmu, kepadamu.
Kolose
3:20-21 (FAYH)- Anak-anak, hendaklah
kalian selalu patuh kepada orang tuamu, karena hal itu menyukakan hati Tuhan.
21. Para bapa, janganlah menegor anak-anak Saudara
terlampau keras, sehingga mereka menjadi tawar
hati dan patah semangat.
(TB) - 20. Hai anak-anak, taatilah orangtuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. 21. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
Kapan
terakhir kali kita punya waktu intim dengan keluarga?
Bukan sekedar kumpul, jalan2 dan makan2, tapi ada komunikasi intim dengan anggota keluarga. Tapi bisa menikmati kebersamaan dengan intim. Saat ada waktu kebersamaan, saat itu kita bisa memberikan nilai2 tentang kebenaran dan kehidupan, terutama orangtua kepada anak. Bisa memberikan kata2 positif yang membangun.
Kolose 3:12-14
Apa yang harus kita lakukan
untuk membangun ikatan yang kuat?
Memilih kegiatan - anggota keluarga menyisihkan waktu, memprioritaskan kegiatan bersama. Pilih kegiatan yg menyenangkan bagi keduanya.
1. Miliki sikap mengampuni (3:13) - jika ada hubungan yang kurang baik antara ortu anak, lakukan rekonsiliasi, saling minta maaf. Tindakan ini akan menolong keduanya bisa kembali memiliki hubungan yg sudah rusak dan membangun ikatan yang sudah putus. Biasanya ada ketakutan : takut untuk mulai, takut dicuekin, ditolak (malah nanti tambah sakit hati), dimarahin (anak oleh ortu).
2.
Menghormati
dan menghargai
(3:8-9) - melalui cara berkomunikasi dengan kata2 yang sopan, menghargai
orangtua atau anak sebagai pribadi yang
berharga.
l Hargai anak-anak sebagai
pribadi ciptaan Tuhan yang utuh dan
hargai dia sebagai Titipan Tuhan (Sang Pencipta). Hargai orangtua
dipilih Tuhan untuk menjadi otoritas bagi diri anak (tidak bisa pilih lahir di
keluarga mana)
l Beri kesempatan pada anak
untuk berpendapat, menyampaikan perasaan, mengungkapkan isi hati (ajar dengan
cara yang benar dan sopan)
l Komunikasi yang sehat (dua arah)
Ikatan yang sehat - hubungan ini akan sangat terasa bila sudah dibangun bersama, sekalipun secara fisik terpisah jauh, tapi secara batin bersatu. Ada ikatan yang terbangun di antara keduanya.
Kekuatan
dari Bonding
l Hubungan tetap dekat
Meskipun secara jasmani kita terpisah dengan jarak (orangtua dan anak tidak tinggal dalam 1 kota/ negara), namun ikatan emosional itu tetap terjalin erat. Tetap ada rasa sayang, peduli, perhatian, dsb (bukan hanya telpon atau minta uang saat perlu)
l Alat Tuhan dalam menghadapi
badai kehidupan
Salah satu alat yang Tuhan pakai untuk menghadapi badai kehidupan, adalah dengan adanya ikatan (bonding), terutama dalam keluarga.
Pesan Penggembalaan - Maret 2024
%20(47).jpg)
%20(10).jpg)





.jpg)

Comments
Post a Comment