Warta Minggu, 10 Maret 2024

 Warta Minggu, 10 Maret 2024


BERDAMPAK LEWAT PERSAHABATAN

Ribka Pasaribu

Dalam membangun persahabatan mari kita belajar dari Yesus. Yohanes 15:13  “tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatNya”. Sebagaimana Yesus membangun hubungan dengan murid-muridNya yang dilandaskan dengan kasih, demikianlah hendaknya kita sebagai pengikutNya. Kasih yang ada dalam hidup kita setelah menjadi pengikut Kristus merupakan modal awal bagi kita dalam membangun sebuah hubungan persahabatan.

Tanpa kita sadari ada pengertian salah yang seringkali menjadi penghalang dalam kita membangun hubungan persahabatan, sehingga menjadikan kita trauma dan menutup diri dalam membangun persahabatan. Aristoteles mengatakan ‘menjadi seorang teman adalah mudah, tapi persahabatan adalah buah yang lama berbuah’. Butuh waktu dan pengorbanan yang harus kita lakukan. Pengertian salah seperti apakah yang sering kita miliki:

1.     Mengharapkan sahabat yang sejati datang dalam hidup kita. Sedangkan yang benar adalah kita menjadi sahabat yang baik dahulu kepada orang lain. Lukas 6:31, 38 (TB)  Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

 

2.     Mengharapkan orang lain seperti kita. Kita memiliki ekspektasi bahwa orang lain harus seperti apa yang kita inginkan.  Contoh : Harusnya dia tahu, harusnya dia tidak berkata seperti itu, harusnya dia tolong saya dan lain sebagainya. Padahal kita harus tahu bahwa setiap orang berbeda, dan sahabat kita belum sempurna sama seperti diri kita. Untuk itu kita mau belajar dengan cara Yesus dalam membangun persahabatan, karena hanya Yesus sahabat yang sempurna.

Mari kita membangun ulang dengan cara dan pengertian yang benar dalam membangun persahabatan. Ada banyak dampak positif yang akan kita alami dalam hidup ini dan hidup ini akan penuh dengan bermacam-macam warna.

·       Amsal 27:17 besi menajamkan besi,orang menajamkan sesamanya.

Besi ditajamkan melalui proses pengasahan dengan menggunakan besi lain. Sama seperti besi memerlukan besi yang lain untuk menjadi lebih tajam, demikian  pula kita memerlukan orang lain. Dengan membangun hubungan kita akan semakin dipertajam, dimatangkan dan didewasakan.

·       Amsal 17:17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran.

Sebagaimana kisah Daud yang bersahabat dengan Yonatan, anak dari Raja Saul. Meskipun Raja Saul sangat membenci Daud, Yonatan tetap mengasihi Daud. Yonatan berusaha melindungi Daud dari niat jahat ayahnya. Dia bahkan rela memberikan barang-barangnya, seperti jubah, panah, baju perang, dan pedang kepada Daud demi keselamatan sahabatnya tersebut.

·       Mazmur 119:63 aku bersekutu dengan semua orang yang takut kepadaMu dan dengan orang-orang yang berpegang pada titah-titah Mu.

Pastikan bahwa orang yang menjadi sahabat kita adalah orang yang takut akan Tuhan.

Karena itu marilah kita membangun relasi yang baik dengan Kristus sebagai sahabat sejati, supaya kita juga dapat membangun persahabatan dengan sesama manusia. Amin


Pesan Penggembalaan - Maret 2024













Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025