Warta Minggu, 03 Maret 2024

 Warta Minggu, 03 Maret 2024

Keluarga di Mata Allah 

Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?

1 Timotius 3:5

Tuhan memandang pentingnya keluarga karena keluarga adalah salah satu lembaga yang fenomenal dan universal. Bahkan keluarga menjadi ukuran bagaimana seseorang dapat melayani jemaat.  Seorang dapat mengepalai keluarganya dengan baik, maka orang tersebut di anggap layak untuk mengurus Jemaat Tuhan. Sebaliknya jika seseorang tidak dapat memimpin keluarganya dengan baik, ia menjadi tidak patut juga untuk memimpin jemaat Tuhan. Artinya keluarga begitu penting di mata Allah.

Berikut beberapa alasan mengapa Tuhan memberikan perhatian khusus pada keluarga:

1. Penciptaan Menurut Citra Allah

Keluarga manusia dibentuk oleh Tuhandan atas inisiatif Tuhan dengan mengikuti citra-Nya. Oleh karena itu, keluarga diarahkan, diatur, dan dikembangkan sesuai dengan citra Allah tersebut (Kejadian 2:7,18  ketika itulah TUHAN Allah membentuk   manusia  itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas  hidup   ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk  yang hidup. TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya,   yang sepadan dengan dia ). Bahkan Tuhan Yesus Kristus sendiri bertumbuh dalam keluarga dan menjadi anak yang patuh kepada orang tuaNya (Yohanes 19:25-27). Tuhan punya rencana atas setiap keluarga yang dibentuk olehNya. Tugas kita sebagai keluarga adalah menemukan tujuan Allah dalam kehidupan keluarga kita. Tujuan Tuhan atas keluarga kita ada yang bersifat umum artinya untuk semua keluarga Kristen, yaitu menjadi representatif Allah bagi dunia ini. Sedangkan tujuan khusus bagi setiap keluarga berbeda beda, sesuai dengan maksud Tuhan secara khusus bagi keluarga tersebut.

2. Nilai Pendidikan

Dalam keluarga, nilai pendidikan sangat ditekankan. Orang tua Yahudi mendidik anak-anak mereka dalam hukum Taurat, dan ini menjadi tugas penting dalam kehidupan. Sejak masih anak-anak mereka telah menghafal dan mengenal hukum Taurat. Yesus juga pasti terdidik dalam keluarga yang menghargai nilai-nilai ini. Keluarga Kristiani harus membangun nilai-nilai keluarga berdasarkan Alkitab. Sekalipun nilai-nilai budaya tidak dapat dipungkiri berpengaruh, namun landasan utamanya haruslah sesuai dengan Firman Tuhan. Nilai-nali Alkitab adalah nilai yang bersifat mutlak, sedangkan nilai nilai budaya dan masyarakat bisa disesuaikan dengan tempat dimana kita berada atau tinggal.

3. Misi Allah

Keluarga adalah alat Tuhan untuk menggenapi misi-Nya. Ketika keluarga memiliki misi Allah dan menghasilkan karakter ilahi, berkat-berkat Tuhan akan mengalir, dan keluarga dapat memberi dampak positif kepada dunia (Efesus 2:19-20). Kebersamaan dalam Kristus: Keluarga dan gereja lokal memiliki kesamaan dalam Kristus. Keduanya adalah tempat di mana kita berjumpa dengan Allah dan mengalami kebersamaan yang indah (1 Tawarikh 17:27; Mazmur 133:1-3).

Jadi, Tuhan menghendaki agar kita menjaga keutuhan keluarga, karena keluarga adalah bentukan-Nya dan memerlukan cinta kasih Allah yang mengikat erat serta memberi daya pulih dalam perjalanan hidup kita.


Pesan Penggembalaan - Maret 2024











Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025