Warta Minggu, 25 Februari 2024

 Warta Minggu, 25 Februari 2024


Kesempatan Insropeksi Diri saat Sabat 

Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. …”

 ( Yohanes 8:7,9)


Tuhan Yesus sendiri beberapa kali Dia pergi menyendiri dan mencari tempat untuk melakukan introspeksi diri. Dengan cara itu Ia berbicara dengan BapaNya dan mendapatkan energi untuk memperlengkapi dirinNya menghadapi berbagai-bagai tantangan. Seperti saat itu tantangan dari ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi membawa kepadaNya seorang perempuan yang tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Menurut hukum taurat, perempuan itu harus dirajam dengan batu. Apakah pendapatMu tentang hal itu?. Jawab Yesus kepada mereka: Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (Yohanes 8:7). Setelah mereka mendengarkan perkataan Yesus itu, pergilah mereka seorang demi seorang meninggalkan perempuan itu dan tidak ada seorangpun yang berani menghukum perempan itu. Lalu kata Yesus, Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi, mulai sekarang. Jawaban Yesus kepada para ahli Taurat serta orang-orang Farisi perihal perempuan itu mendorong mereka untuk introspeksi diri.

Di dalam kamus Indonesia “introspeksi diri” memiliki makna “mau melihat keberadaan dirinya sendiri” atau “mengoreksi/mengevaluasi diri”. Kecenderungan orang untuk melihat kesalahan orang lain dari pada melihat kesalahan dirinya sendiri jauh lebih besar!. Orang lebih mudah mengoreksi kekurangan orang lain dari pada kekurangannya sendiri. Dalam khotbahNya di bukit Yesus pernah berkata “Mengapakah engkau melihat selumbar dimata saudaramu, sedangkan balok didalam matamu tidak engkau ketahui?.... Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu”. (Matius 7:3-4). Yesus menyebut orang yang tidak mau melakukan introspeksi diri sama halnya dengan “orang munafik!”. (Matius 7:5). Yaitu orang yang tidak dapat melihat dan mengeluarkan balok dimatanya, sementara orang itu hanya melihat selumbar dimata orang lain. Mendengar perkataan Yesus itu, membuat mereka satu-persatu undur serta meninggalkan tempat itu. Mereka sadar bahwa dirinya juga orang yang berdosa, sehingga tidak seorangpun berani untuk menghukum wanita itu dengan melempari batu.

Introspeksi diri memiliki  pengertian saat menghadapi persoaalan atau mengalami  kejadian apapun jangan cepat-cepat menyalahkan orang lain. Apabila manusia tidak introspeksi diri (mawas diri ) maka manusia akan menjadi manusia yang sombong karena merasa dirinya paling benar.  Introspeksi diri menjadi alat untuk memastikan apakah kita menjadi orang yang berkenan kepada Tuhan atau hanya berkenan bagi diri kita sendiri. Introspeksi diri akan membawa kita pada pembaharuan hidup, dan penyerahan diri pada pimpinan Roh Kudus.

Bagaimana kita melakukan Introspeksi Diri

1. Introspeksi Diri Dengan Menyadari Dosa Yoh 8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Yang seringkali menjadi sifat kita adalah tidak mengakui kelemahan dan keterbatasan kita. Menganggap diri selalu benar dan terlalu mudah melihat kekurangan orang lain. Ayat referensi ini menjelaskan bahwa tidak ada satupun orang yang tidak berdosa dan tidak punya kelemahan.

2. Introspeksi Diri Dengan Firman Allah Ibr 4:12 (TB) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Firman Tuhan membantu kita untuk introspeksi diri. Dengan Firman Tuhan kita akan segera mengetahui apa yang tidak benar yang kita lakukan, apa yang tidak berguna dan apa yang merugikan dalam hidup kita. Sehingga kita segera dapat memperbaharui sikap dan tingkah laku kita.

3. Introspeksi Diri Dengan Mengingat Karakter Tuhan Yang Maha Tahu Ibr 4:13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. Firman Tuhan dapat dibuktikan bahwa segala sesuatu tidak ada yang dapat disembunyikan. Setiap sifat, karakter, kebiasaan, dan segala sesuatu yang kita lakukan terbuka jelas dihadapan Tuhan.

Introspeksi diri dapat membersihkan hidup kita, persekutuan kita dengan Tuhan bahkan kesempatan untuk menerima anugerah dan berkat Tuhan, saat hidup kita layak dihadapan Tuhan.


Pesan Penggembalaan - Februari 2024












Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025