Warta Minggu, 07 Januari 2024

 Warta Minggu, 07 Januari 2024


”Berkatalah Musa kepada-Nya: ”Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.“

Keluaran 33:15 TB


Di awal tahun ini kita mau memulai dengan PIMPINAN TUHAN. Ayat ini mengingatkan bahwa Musa dan bangsa Israel tidak akan kemana-mana tanpa PIMPINAN TUHAN. Di zaman itu bangsa Israel bergerak apabila tiang awan atau tiang api yang melambangkan hadirat Tuhan bergerak. Jika tiang awan atau tiang api berhenti, maka bangsa itupun berhenti. 


Sebagai umat-Nya saat ini, kita pun harus ikuti pimpinan Tuhan dalam pergerakan hidup kita. Apabila Tuhan suruh, kita jalan. Apabila Tuhan hentikan, kita berdiam. Dan seperti bangsa Israel, dalam pimpinan-Nya ada PEMELIHARAAN-NYA.


Kita tahu bangsa Israel melewati padang gurun selama 40 tahun, setelah keluar dari tanah Mesir. Kasut dan baju mereka tidak rusak selama perjalanan. Manna Tuhan sediakan sebagai makanan. Peperangan demi peperangan dilalui dan Tuhan yang memberi kemenangan. Ini terjadi karena PEMELIHARAAN TUHAN.


PEMELIHARAAN TUHAN menyertai orang yang ada dalam PIMPINAN-NYA.


Pertanyaannya, bagaimana kita bisa dipimpin oleh Tuhan?


  1. MEMBANGUN ulang (REBUILD) Penyembahan 


”dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini. Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.“

2 Tawarikh 7:14-16 TB


Ketika bangsa Israel bangun rumah Tuhan, di kisah ini adalah Bait Suci Salomo, Tuhan ingatkan, bahwa apabila umat-Nya mencari Tuhan, merendahkan diri, berdoa dan mencari Dia, Tuhan pasti mau hadir dan memperhatikan mereka. 


Ya, Tuhan memang maha hadir dan maha tahu. Tetapi hanya penyembahan penuh dengan kerendahan hati kepada Tuhan yang membuat kita dapat mendengar dan menelaah suara dan pimpinan-Nya. 


Pertanyaannya, kapan terakhir kita mendengar pernyataan Tuhan? 


Tahun ini, mulailah menyembah Dia. Ini berarti menaruh Dia di posisi tertinggi, menjadikan Yesus terutama di hidup kita, membuat segala keputusan lewat diskusi dan doa kepadanya, hingga menyerahkan segala hasil kerja keras untuk kemuliaanNya.


  1. Membangun Ulang (REBUILD) Misi

Setiap gereja, organisasi, bahkan keluarga memiliki tujuannya masing-masing dari Tuhan. Pak John mengingatkan bahwa gereja kita dipanggil untuk “menjadi murid yang semakin serupa Kristus untuk memberkati suku-suku bangsa”.


Ini sesuai dengan 


‭‭Matius‬ ‭28:19‭-‬20‬ ‭PBTB2‬‬

[19] Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, [20] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman."


Yesus memberikan amanat agungnya untuk kita menjalankan MISI Tuhan. Tentu MISI-Nya dijalankan secara unik oleh setiap anggota Tubuh Kristus. Ada kita yang ditempatkan di sekolah, kampus, kantor, rumah sakit, kepolisian, apotik, dsb. Di mana kita ditempatkan, di sana kita menjadi terang dan garam, membawa dampak melalui membagikan Kasih-Nya dimana kita ditempatkan. Di sana, kita juga menjalankan MISI Tuhan dengan memberkati suku-suku bangsa, yaitu mereka yang dipengaruhi oleh hidup kita.


Selain itu, kita pun diberi mandat untuk mengasihi keluarga kita. Ingat bahwa KELUARGA adalah PELAYANAN pertama kita. Bos bisa diganti, jabatan bisa bergeser, bahkan presiden pun ganti, tetapi suami/istri/ayah/ibu itu pasti cuma 1. Kitalah perwakilan Tuhan di rumah kita. Itu sebabnya keluarga harus menjadi tempat kita menjalani MISI TUHAN paling utama.


Tidak kalah pentingnya, MISI TUHAN dilaksanakan melalui GEREJA-NYA. GPKdI Blessing Community dipanggil untuk mengasihi suku-suku bangsa lewat apa saja? 

  • Kita mengasihi lewat kerjasama dengan PESAT (Pelayanan Desa Terpadu), yaitu organisasi yang memberkati suku-suku bangsa lewat membagun PAUD dan BIMBEL untuk desa-desa yang tidak memiliki pendidikan yang baik. 

  • Kita mengasihi lewat melakukan Pelayanan Masyarakat seperti Donor Darah, Pesta Rakyat, Membagikan paket sembako kepada warga sekitar, kerjasama dengan Kelurahan dalam jadi tempat vaksin, dsb.

  • Kita mengasihi lewat membuka bimbel gratis di Pesakih dan Kebon Pisang, memberikan beasiswa kepada anak-anak kurang mampu dan paket sembako kepada jemaat kurang mampu. 

  • Kita mengasihi lewat mendukung Pak John memberikan beasiswa kepada anak-anak suku yang tidak dapat membayar pendidikan kuliah.


Ini semua adalah apa yang Tuhan lakukan melalui gereja ini. Dan masih banyak yang saya percaya Tuhan rindu kita lakukan bersama. Kita masih akan ada perjalanan misi, melakukan kerjasama dengan lembaga non-profit yang memiliki visi yang searah dan mendukung banyak lagi anak-anak kurang mampu melalui beasiswa. 


Saya percaya, ketika kita menjalankan misi Tuhan ini, kitapun mengalami berkat-Nya. Dimana ada PIMPINAN-NYA, disitu ada PEMELIHARAAN-Nya.

Mari Mulai Tahun ini dengan PIMPINAN TUHAN dalam menjalankan MISI-NYA.










Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025