Warta Minggu, 31 Desember 2023

 Warta Minggu, 31 Desember 2023


AKU SIAP MENYAMBUT TAHUN BARU

(II Raja-raja 7:1-9)

Subtema- Siap Menyambut rencana dahsyat dan ajaib Tuhan khusus untukku di 2024

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya (Mazmur 139:14)

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)

Ada sebuah lirik awal sebuah lagu yang Tuhan ingatkan untuk kita menyambut tahun baru 2024. Lirik lagu itu mengatakan: “Semusim berlalu namun Kau s'lalu p'liharaku. Kasih dan setia-Mu tak pernah layu di hidupku.” Setahun (2023) telah berlalu, tetapi kiranya kita melihat bahwa Tuhan selalu pelihara kita. Kasih dan kesetiaan Tuhan sesungguhnya selalu ada dan nyata.

Berbicara mengenai pemeliharaan Tuhan, kita seharusnya tidak membatasi dengan bagaimana Ia mencukupi kebutuhan jasmani. Salah satu hal penting dalam pemeliharaan Tuhan di setiap tahun adalah Ia selalu merancang agar tahun tersebut berindah dan berarti. Sebagai akibatnya, ketika sebuah tahun berakhir kita bisa mengatakan, “wow rancangan Tuhan itu benar lho dahsyat dan Ajaib. Rancangan Tuhan itu benar lho memberikan damai sejahtera yang utuh dan hari depan yang penuh harapan.”

Menyambut tahun 2024, mari kita kembali alami rencana Tuhan digenapi dalam hidup kita, bagi yang sudah mengalaminya di 2023. Bagi yang belum alami di 2023, mari kita mau alami bagaimana rencana Tuhan digenapi dalam hidup kita. Untuk itu, di setiap tahun baru yang kita masuki, kita harus siapa menyambut rencana Tuhan seperti dicontohkan Elisa bukan seperti perwira, ajudan raja Israel saat itu. (II Raja-raja 7:1-9) Bagaimana kita siap?

Pertama, Mempercayai Rencana Tuhan bukan rancangan terbaik kita. Seringkali, masih ada diantara yang, entah disadari atau tidak, maunya rancangan baik kita bukan rancanganNya yang Tuhan genapi. Entah secara sengaja, atau tidak, banyak orang Kristen berpikir bahwa rancangannya yang terbaik itulah yang seharusnya menjadi rancangan Tuhan. Padahal, sekalipun itu kelihatan terbaik buat kita, itu belum tentu rencana terbaik dan tersempurna Tuhan buat kita. Bahkan, firman memperingatkan bahwa bedanya rancangan Tuhan dengan kita itu bisa seperti “langit dan bumi” (Yesaya 55:8-9)

Kedua, Mengerti Rencana Tuhan melalui Firman dan Roh Kudus. Kita harus mengerti rencana Tuhan yang Ia ungkapkan melalui firmanNya. Memang, Firman tidak mengatakan secara spesifik apa yang menjadi rencanaNya khusus untuk setiap kita. Tetapi, sementara kita mendoakan dan membaca Firman, lewat Roh Kudus, ada bagian firman yang menjadi “rhema” sehingga kita mengerti rencana Tuhan dalam hidup kita. Bahkan, tidak jarang, Roh Kudus meneguhkan ayat tersebut melalui peristiwa yang terjadi.

Ketiga, Menerima kegenapan Rencana Tuhan dalam tindakan dan kebersamaan. Rencana Tuhan tidak akan tergenapi bila kita tidak mau melakukan bagian atau tindakan yang kita harus ambil. Tindakan itu adalah pertobatan dari kegagalan masa lalu dan perencanaan-perencanaan yang dirancang dengan tuntunan Roh Kudus. Selain itu, dalam penggenapan rencana Tuhan selalu ada bagian orang lain/ komunitas tubuh Kristus dimana Tuhan mau kita bertumbuh (mazmur 133: Efesus 4:15-16). Sebagai bagian anggota tubuh kristus/gereja lokal, kita saling membangun dan melengkapi seperti sebuah tubuh dalam bergerak menerima penggenapan rencanaNya.









Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025