Warta Minggu, 17 Desember 2023

 Warta Minggu, 17 Desember 2023

SUKACITA SEJATI DARI NATAL 

Momen Natal selalu membuat suasana hati penuh dengan kegembiraan. Pohon terang yang gemerlap, hiasan yang indah, lagu natal yang menyejukkan, dan tentu saja buat para emak-emak diskon besar di mal. :)

Tapi itu semua bukanlah sukacita yang sejati dari Natal. 

Hari ini saya akan mengajak saudara untuk menjelajahi Yes 9:2-6 untuk menemukan apa itu Sukacita Sejati dari Natal.

Ayat-ayat tsb mengungkapkan bahwa, oleh karena kehadiran seorang anak yang diberikan Allah bagi kita (ay.6), maka akan menimbulkan Sukacita yang besar (ay.3).  Mengapa timbul sukacita? Karena kehadiran Sang Anak itu akan membawa 3 perubahan atau transformasi yang radikal bagi umat manusia. 



Transformasi #1. Dari berjalan dalam kegelapan Menjadi berjalan dalam Terang (ay. 2)

Yes 9:2 Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.

Kondisi umat manusia digambarkan sebagai sebuah bangsa, atau sekelompok orang yang berjalan di dalam kegelapan.

Secara spiritual, ini menggambarkan kondisi manusia yang buta terhadap Kebenaran, dan tidak mungkin mencari jalan untuk kembali kepada Bapa.

Namun kehadiran Sang Bayi Yesus pada hari Natal akan mentransformasi kondisi ini. Ia digambarkan seperti munculnya sebuah Terang yang besar.

Mengapa bisa terjadi transformasi?

Karena Yesus adalah Sang Kebenaran dan Sang Jalan itu sendiri.  Melalui Dia manusia akan mengenal Kebenaran yang sejati, dan Jalan yang pasti untuk kembali kepada Bapa. 

Sukacita Natal #1
Natal adalah hadirnya sebuah TERANG yang BESAR.  Sehingga setiap orang tidak lagi berjalan di dalam kegelapan, tapi dengan jelas dan pasti mengetahui jalan untuk kembali kepada Allah.

===============

Transformasi #2. Dari Tawanan menjadi Orang Merdeka (ay. 4)

9:4
Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.

Kondisi manusia yang kedua digambarkan seperti seorang yang terbelenggu.

Sebagai Tawanan Yang Terbelenggu:

(a)   Manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa dan menjadi hamba dosa (Roma 3:23; Mzm 51:7).

(b)   Milik dari yang menawannya (Iblis). Ro 6:16-22

       (c) Membutuhkan pihak luar untuk menolongnya. (Yesus).

Yesus datang ke bumi ini untuk mentransformasi kondisi ini.  Ia akan menjadi Penebus dan Pembebas, yang akan mematahkan setiap kuk dan belenggu dari Iblis yang menawan manusia.


Sukacita Natal #2
Natal adalah hadirnya SANG PEMBEBAS/ PENEBUS.  Sehingga setiap orang tidak lagi hidup TERBELENGGU dalam dosa, tapi menjadi hidup dalam KEBEBASAN dari hukuman dosa.

================

Transformasi #3. Dari Perseteruan menjadi Hidup dalam perdamaian dengan Allah (ay.5)

9:5
Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api.

Kapan semua tentara membakar sepatu dan jubah perangnya?
Yaitu saat perang sudah selesai, dan situasi sudah damai.

Kondisi umat manusia yang ketiga adalah hidup dalam permusuhan/ perang dengan Allah.

Ketika manusia jatuh dalam dosa, manusia terpisah dari Allah. Karena secara natur Allah yang Maha Kudus tidak mungkin bisa bersatu dengan manusia yang berdosa. 

Melalui Natal, Yesus mentransformasi kondisi ini.  Ia hadir di bumi ini untuk menjadi Juru Damai yang memulihkan hubungan antara Allah dan manusia.

Sukacita Natal #3
Natal adalah hadirnya Sang JURU DAMAI.
Sehingga setiap orang tidak lagi hidup TERPISAH dengan Allah, namun kembali hidup dalam KEDAMAIAN relasi dengan Allah selama-lamanya.











Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025