Warta Minggu, 10 Desember 2023

 Warta Minggu, 10 Desember 2023


Better Celebration

Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera   di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."

Lukas 2: 13-15

 

Para malaikat memenuhi malam itu dengan terang dan musik Sorga. Mereka tidak membuatkan tempat tidur yang bagus bagi kelahiran bayi Yesus. Malaikat tidak menyulap kandang itu menjadi sebuah penginapan yang layak huni, tetapi mereka datang untuk menyembah. Para malaikat tidak pernah berhenti untuk menyembah Tuhan. Bagaimana dengan  kita?

Penyembahan terjadi ketika kita mengarahkan hati kita ke Sorga  dan berkata, : Hanya Engkau yang layak”.  Manusia di ciptakan sebagai penyembah. Bila ia tidak menyembah Tuhan, maka ia akan menyembah hal yang lain. Jadi masalahnya bukan saya akan menyembah  atau tidak, tetapi kepada siapa kita menyembah? Kemana kita mengarahkan hati kita dalam penyembahan kita? JIka kita bergantung pada hal lain yang bukan Tuhan menjadi sesuatu yang utama atau pokok, maka kita telah menyembah hal tersebut.

Bagaimana kita mengungkapkan penyembahan kita?

1. Menyembah dengan kata kata, Ibrani 13: 15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban   syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir   yang memuliakan nama-Nya.

Apa yang keluar dari mulut kita adalah ungkapan hati kita. Apa yang di ucapkan mulut berasal dari hati. Allah ingin mendengarnya juga. Bila mulut kita diam, maka hati kita dipertanyakan apakah benar kita mengasihi Allah. Saat kita menyembah Tuhan dengan mulut kita, maka iblis akan lari. Sebab iblis tidak dapat mengerti apa yang kita pikirkan, tetapi ia tahu apa yang kita katakan. Bila Saudara ingin rumah Saudara dibebaskan dari cengkaraman setan, sembahlah Tuhan.  Kita ingin bangsa ini di bebaskan dari kuasa gelap, sembahlah Tuhan. Biarkan iblis mendengar bahwa fokus kita hanya kepada Allah dan pertolongan kita datang dari Allah.

2. Menyembahlah dalam komunitas Lukas 2:13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera   di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."

Tentu kita juga melakukan penyembahan pribadi. Tetapi bila kita memiliki kesempatan bersama sama dalam sebuah komunitas,  lakukanlah bersama sama. Kehadiran Kristus di dunia ini layak mendapatkan sorak sorai yang gegap gempita. Pujian dan penyembahan bersama komunitas dapat membangkitkan semangat, pengharapan yang dibutuhkan dalam komunitas tersebut. Kita bisa saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

3. Menyembahlah dengan cara yang dapat dibuktikan, Mazmur 141:2 Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku  yang terangkat seperti persembahan korban  pada waktu petang.

Ini adalah tentang ekspresi tubuh kita saat menyembah. Ijinkan tubuh kita mengekspresikan apa yang ada  di dalam hati kita. Dan sebaliknya biarlah hati kita dibangun  dengan apa yang dilakukan tubuh kita. Kita tidak sedang pamer atau hanya tampilan luar, tetapi lakukan lah dengan tulus hati. Percayalah sesuatu yang berkuasa terjadi saat kita menyembah.

Berikanlah kepada Yesus pemberian yang diberikan para Malaikat kepadaNya, yaitu korban pujian. Inilah Better Celebration yang bisa kita berikan kepada Allah di momen Natal. Nyanyikanlah ,“Kemuliaan bagi Tuhan di tempat yang Maha Tinggi”. 
















Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025