Warta Minggu, 26 November 2023

 Warta Minggu, 26 November 2023


PERSEMBAHAN HIDUP

Roma 12:1-2 (TB)  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Rasul Paulus tahu benar tentang standart dalam hal membawa korban persembahan kepada Tuhan, karena dia juga orang Yahudi (Imamat 1:3). Jikalau persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela. Ia harus membawanya ke pintu kemah pertemuan, supaya Tuhan berkenan akan dia. Sebelum persembahan tersebut diserahkan kepada imam harus diperiksa secara teliti apakah sudah sesuai dengan persyaratan yang berlaku ( tidak cacat tubuhnya ataupun sakit ). Jadi mari kita lihat terlebih dahulu latar belakang alasan Paulus menulis surat ini kepada jemaat yang ada di Roma. Jemaat Roma sebelumnya adalah orang yang menyembah dewa-dewi. Mereka dimenangkan lewat pelayanan orang-orang percaya lainnya yang mendengar berita Injil  dan membawa injil tersebut ke Roma. Paulus memberi nasehat lewat suratnya kepada jemaat yang ada di Roma agar jemaat disana tetap mempersembahkan hidup yang berkenan/ menyukakan hati Tuhan.

- CATATAN ; Surat ini di tujukan kepada orang prcaya yang ada di Roma bukan kepada orang yang belum percaya

Mempersembahkan hidup yang berkenan kepada Tuhan tidak cukup menyerahkan diri saja dan berkata, “ini aku Tuhan”. Tuhan mau kita datang mempersembahkan hidup sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Artinya hidup kita harus kita jaga setiap saat dari waktu ke waktu, hari ke hari dan tahun ke tahun.Yosua 1:7b, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Kasih karunia yang Tuhan sudah berikan bagi kita sama seperti jemaat Roma supaya kita dapat menyembah Allah yang benar. Mari kita memanfaatkannya dengan benar dengan menjaga pemberian Allah melalui penebusan yang telah diberikan bagi kita secara cuma-cuma ( Efesus 2:8-9 (TB)  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri .

Ada 2 hal dalam ayat ini yang harus kita persembahkan pada Tuhan:

1. Mempersembahkan TUBUH

Mengapa tubuh yang harus dipersembahkan? karena tubuh kita terdiri dari mata, mulut, telinga, kaki, tangan dll  dimana semuanya itu cenderung dapat melakukan hal- hal yang tidak menyukakan hati Tuhan. Matius 18:8-9 (TB)  Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.

Dan Yesus mengalami penyaliban, tubuhnya ditikam dan diremukkan Yesaya 53:5 (TB)  Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

2. Mempersembahkan PIKIRAN yang diperbaharui

Matius 16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis, Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab egkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah melainkan apa yang dipikirkan manusia”.

Tuhan Yesus mengusir Iblis dari diri Petrus, yang di usir adalah ide dalam pikirannya. Pikiran Petrus menjadi batu sandungan atau halangan terhadap rencana Tuhan. Setiap tindakan kita ditentukan oleh cara berpikir kita terhadap sesuatu. Apabila kita berpikiran positif terhadap seseorang, secara otomatis sikap kita akan menjadi positif juga terhadapnya, demikian juga sebaliknya. Hal itu pula yang mendasari lahirnya ungkapan, “kamu adalah hasil produk dari pikiranmu sendiri.

Sarana pembaharuan pikiran adalah melalui  Firman Tuhan yang tidak dapat digantikan oleh apapun. Proses ini berlangsung oleh pekerjaan Roh Kudus yang mengilhami pengikut Kritus agar dapat mengerti Firman Tuhan. Perubahan terjadi bila pola pikir dibaharui dikerjakan oleh Roh Kudus dengan menggunakan sarana Firman Tuhan.

Sudahkah Saudara mempersembahkan tubuh Saudara sebagai persembahan yang hidup dengan menjaga tubuh ini tetap kudus sehingga dapat dipakai sebagai alat bagi kerajaan Allah?dan sudahkah kita menyerahkan pikiran kita kepada Kristus untuk diperbarui? Sehingga apa yang kita pikirkan selaras dengan pikiran Tuhan.

 














Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025