Warta Minggu, 05 November 2023

 Warta Minggu, 05 November 2023

MENGHAYATI KASIH KRISTUS- MENGHAYATI PENGORBANAN YANG TERBAIK

Memperingati pengorbanan Kristus melalui Perjamuan Kudus mengingatkan bahwa Tuhan menanggung hal-hal yang menyangkitkan bahkan mengerikan untuk kita, saat kita sedang jauh / memusuhi Tuhan ---

Ia dilukai karena dosa-dosa kita, dan didera karena kejahatan kita. Ia dihukum supaya kita diselamatkan, karena bilur-bilurnya kita disembuhkan (Yesaya 53:5). --- Kristus mati untuk kita pada waktu yang tepat yang ditentukan oleh Allah; padahal kita orang-orang yang jauh dari Allah (Roma 5:6b BIS).

Semua ini dlakukan untuk membuktikan betapa besar kasihNya kepada dunia ini (bukan orang atau kelompok tertentu) - “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”  (Yohanes 3:16)

Yesus sudah memberikan pengorbanan yang terbaik sebagai bukti kasihNya yang tiada duanya. PengorbananNya tidak pernah dapat kita balas. Namun, kita bisa meresponi kasihNya, dengan mengikuti contoh/ model Yesus mengasihi yaitu  pengorbanan yang terbaik.

PENGORBANAN bukan sesuatu yang asing, semua manusia pernah melakukannya entah disadari/ tidak. Tetapi, pada umumnya, pengorbanan manusia dilakukan untuk mencapai sesuatu yang ia inginkan. Ini seringkali hanya sekedar untuk hal yang sementara, bahkan tidak jarang menjadi sebuah kesombongan dan memperbesar ego yang membuat manusia jauh dari Tuhan. Mari belajar berkorban lebih baik dengan mengikuti model Yesus berkorban.

Apa pengorbanan yang lebih baik?

Bila kita hidup, kita hidup untuk memuliakan Tuhan. Dan bila kita mati, kita juga mati untuk memuliakan Tuhan. Jadi, baik hidup maupun mati, kita melakukan segala sesuatu untuk memuliakan Tuhan, karena kita adalah milik Tuhan. (Roma 14:7-8 -TSI)

Pengorbanan yang lebih baik adalah berkorban bukan hanya sekedar memuaskan ego kita, mimpi kita tetapi dengan bertujuan memuliakan Tuhan .Pengorbanan ini fokusnya bukan apa keuntungan bagi kita, tapi apakah Tuhan dimuliakan lewat pengorbanan kita. Baik dalam pekerjaan, rumah tangga, usaha dan pendidikan, pengorbanan kita perlu membuat nama Tuhan dimuliakan.

Dua tindakan nyata dalam pengorbanan seperti ini:

-PENGORBANAN KARENA MENTAATI KEBENARAN

Mengalahkan kenyamanan bukan menghapuskan kenyamanan untuk sepenuhnya taat.  Nuh membangun bahtera di bukit dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan. Abraham taat untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya,  dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui (Ibrani 11:7-8) Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dan menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir (Ibrani 11:24-26).

-PENGORBANAN KARENA MELAYANI TUHAN

Apapun yang kita kerjakan adalah bentuk pelayanan kepada Tuhan.(Kolose 3:23-24).Melayani Tuhan yang menyenangkan hatinya tidak dapat dipisahkan dengan kerelaan menyisihkan (hanya dapat dilakukan dengan baik bila disertai pengorbanan) bukan cuma tenaga tetapi juga waktu dan uang. Menyisihkannya untuk hal yang melebihi keinginan bahkan kebutuhan pribadi kita.

Bagaimana bisa melakukan pengorbanan yang lebih baik?

-Pengorbanan dengan KEKUATAN KASIH KARUNIA TUHAN

Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. (1 Kor 15:10)

 







Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025